
.
.
.
Adi menyentuh Anna dengan penuh Cinta, tanpa ada paksaan satu sama lain dan mereka memang saling menginginkan satu sama lain.
Adi merasa tubuhnya sangat lengket lalu Ia membantu Anna ke kamar mandi dan membersihkan tubuh Anna yang sudah terpejam-pejam karna mengantuk, tapi jika tidak mandi maka tidur Anna tidak akan nyenyak.
Adi seperti seorang Ayah yang memandikan anak perempuannya, memakaikan baju untuk Anna lalu membawa Anna kembali ke ranjang dan menyelimutinya.
"terimakasih sayang..! istirahatlah". bisik Adi mengecup lama kening Anna.
Anna sudah masuk ke alam mimpinya, Adi memeluk Anna sebisanya dan ikut masuk ke alam mimpi entah mereka bertemu atau tidak di alam mimpi itu.
.
pagi-pagi,
Adi bekerja di Mansion saja, Ia begitu sibuk setelah kedatangan Bayu yang membawa banyak pekerjaan untuknya sampai tangan Adi lelah.
"kembalilah ke kantor..!". titah Adi.
"lalu siapa yang mengantarkan berkas-berkas penting ini Tuan? apa ada yang bisa dipercaya?". tanya Bayu.
"hmm..? Linda, dia yang akan mengantarkan ini semua padamu". jawab Adi.
Bayu pun mengangguk lalu pamit pergi namun tiba-tiba Ia menghentikan langkah kakinya dan balik badan melihat Adi.
"bersikaplah seperti biasa, jangan terlalu formal pada ku jika kita sedang berdua sama seperti Radit saja". Adi berkata dengan serius dan menatap datar Bayu.
Bayu tersenyum lebar, "baiklah..! terimakasih atas kebaikanmu".
"aku tidak baik sama sekali". jawab Adi membuat Bayu terkekeh.
"sana pergi!". usir Adi lagi.
Bayu menundukkan kepalanya lalu pergi sambil tertawa pelan tapi tidak mengeluarkan suara, punya bos Kikuk benar-benar lucu. Bayu terus berjalan tanpa melihat kiri kanan hingga tiba-tiba ada seseorang yang menabraknya hingga terjatuh.
"aahh". pekik seseorang.
Bayu menoleh dan membantu gadis itu berdiri, "maaf.. maaf..! aku tidak melihatmu". Bayu membantu gadis itu berdiri yang tak lain adalah Linda.
"tidak apa, aku tidak lihat-lihat jalan". jawab Linda membersihkan baju nya.
"bukankah kamu pengawal? kenapa berpakaian santai?". tanya Bayu.
"kalau di Mansion ini Tuan Muda tidak mempermasalahkan pakaianku". jawab Linda lalu menundukkan kepalanya dan berlari melewati Bayu tanpa berpamitan pada Bayu sebab Ia sedang terburu-buru.
"kenapa dia terburu-buru? apa Nona Anna memanggilnya?". gumam Bayu lalu menggedikkan bahunya memilih melanjutkan langkah kakinya yang tertunda.
Linda tiba di balik pintu dan mengelus dada, "kenapa aku jantungan? sadar Lin.. sadar..! dia tidak mungkin menyukaimu sementara banyak perempun cantik dan seksi di kantornya". rutuk Linda.
Linda memilih mengabaikan perasaannya dan berusaha membuangnya jauh-jauh perasaannya itu lalu Ia kembali melanjutkan langkah kakinya ke kamar Anna yang ternyata masih tidur, Ia kembali berbalik dan melangkah ke sofa sambil menunggu Anna bangun di sofa saja.
.
beberapa jam kemudian,
Anna terbangun di pukul, 10.06 WIB.
__ADS_1
"uuh...? puasnya aku tidur". racau Anna menggeliat pelan lalu mengelus perut buncitnya.
"ternyata tidur dalam keadaan lelah akan membuat tidurku jadi pulas". gumam Anna tersenyum mengucek-ngucek matanya.
"Nona sudah bangun?". senyum lebar Linda membuat Anna kaget.
"kamu mengagetkanku Lin". gerutu Anna.
"maafkan saya Nona". ucap Linda tersenyum kikuk.
"hmm". Anna mengulurkan kedua tangannya dengan semangat Linda membantu Anna berdiri dan berjalan ke kamar mandi.
.
.
di meja sarapan.
"Lin?". panggil Adi.
Linda yang sedang ikut sarapan dengan Anna pun segera berdiri meletakkan roti yang hampir saja masuk ke mulutnya.
"Iya Tuan". sahut Linda.
Anna melihat itu mendengus pelan, "kenapa mengganggunya makan By?". omel Anna.
"eeh..? tidak apa Nona". jawab Linda menggeleng-geleng kepalanya.
"maaf sayang". ucap Adi mengelus kepala Anna.
"lanjutkan Lin, nanti temui aku di Ruanganku!". pinta Adi lalu mengecup puncak kepala Anna dan berbalik pergi.
"cepat sarapan terus temui suamiku". Anna menarik lengan Linda sampai terduduk.
Linda pun melanjutkan sarapannya, setelah selesai Ia langsung ke Ruangan Adi.
tok.. tok..
"masuk". sahut Adi dari dalam.
"Tuan?". Linda didepan pintu.
"masuklah!". titah Adi.
Linda pun berjalan pelan masuk ke Ruangan Adi,
"kau lihat itu?". Adi melihat ke arah meja sofa.
Linda melihat itu pun menyahut, "saya melihatnya Tuan".
"antar itu ke Perusahaan Asia Group dan temui Bayu!". titah Adi.
Linda melebarkan matanya, "ha?".
"apa?". tanya Adi dengan datar.
"ta.. tapi Nona?". ucap Linda gugup.
Adi tidak tau kalau Linda menaruh hati pada Bayu, mana mungkin Adi tau sebab Linda pun tidak pernah cerita pada Anna yang otomatis Adi pasti juga tau jika Anna tau.
"aku bisa mengawasinya". jawab Adi.
__ADS_1
"ba.. baik Tuan". jawab Linda pasrah.
namun diluar dugaan Anna malah minta ikut dengan Linda dengan alasan dirinya ingin belanja di Mal, Adi terpaksa mengizinkan karna Anna menggunakan kelemahan Adi yaitu kemauan anaknya.
"bagaimana menungguku saja sayang?". tanya Adi memelas.
"tidak mau..! bukankah itu alasanmu membayar pengawal untukku By?". tanya Anna dengan mata melotot.
alhasil Adi benar-benar kalah, Ia mengizinkan Anna pergi dikawal oleh Linda yang harus mengantar berkas-berkas pentingnya ke Perusahan Asia Group.
.
di dalam mobil,
Linda melirik Anna yang terlihat bahagia bisa keluar berdua dengannya,
"Nona?". panggil Linda
"hmm?". sahut Anna menoleh ke Linda dengan senyum cerahnya.
"kenapa Nona bahagia sekali keluar dengan saya?". tanya Linda penasaran.
"aku tidak bisa keluar dengan Adi, dia terlalu melarangku ini dan itu". jawab Anna dengan senyuman.
"demi kebaikan Nona juga". Linda.
"aku tau apa yang terbaik untukku sendiri Lin". jawab Anna mengelus perutnya.
Linda tak lagi berbicara hanya diam mendengarkan senandung Anna yang bahagia bisa keluar sendiri tanpa diawasi oleh suami.
"antar aja dulu berkasnya Lin!". pinta Anna.
"baik Nona". jawab Linda.
setibanya di Perusahaan Asia Group,
Anna akan diam di dalam mobil sementara Linda mengantarkan berkas-berkas itu ke Perusahaan Pusat, Linda yang tidak percaya meminta pengawal bayangan Anna untuk menjaga mobil mereka dengan jarak dekat.
Anna menggeleng kepalanya pelan melihat 10 Pria berbadan besar mondar-mandir menjaga mobil yang tengah di naiki Anna.
"mereka sama saja". gerutu Anna lalu tertawa pelan setidaknya bersama Linda jauh lebih baik dari pada bersama Adi yang 7X lipat lebih posesif.
Linda membawa banyaknya berkas penting di tubuhnya tapi tidak menutupi pandangannya, Ia berhenti di meja reseptionis.
"permisi mbak..! aku harus mengantarkan berkas penting Tuan Adi kepada Tuan Bayu". ujar Linda serius.
"mari Nona saya antar!". salah satu karyawan dengan ramah mengantarkan Linda.
Linda senang tidak dipersulit seperti bertanya hal lainnya seolah mereka sudah percaya.
Linda dibawa masuk Lift lalu lantai tujuan ditekan oleh karyawan Asia Group, "terimakasih". ucap Linda.
"sama-sama Mbak". jawab mereka sopan dan ramah.
"mereka sangat ramah". gumam Linda tersenyum lebar saat pintu tertutup.
.
.
.
__ADS_1