
.
.
.
Anna dan Caca melambaikan tangan ke Sekar yang dibawa pergi oleh Reyhan bersama Han.
Anna dan Caca berpelukan sedangkan Leonard kembali berjalan masuk ke kamarnya, Ia tidak memakai kursi roda karna kesehatannya semakin membaik.
"semoga kamu juga dapat suami yang baik Ca". doa tulus Anna dengan senyum cerahnya.
Caca memutar bola matanya dengan malas, "kenapa jadi membahas aku hmm? kita kan sedang bahagia karena Sekar".
Anna terkikik, "sekarang kamu kembali ke kamarmu dan renungkan siapa kira-kira menjadi suamimu".
Caca melototkan matanya, "Anna..?". pekik Caca.
Anna berlari sambil tertawa lepas setelah berhasil menggoda Caca bahkan Ia sampai berlari ke Ruangan yang sedang dibersihkan Adi, Caca yang mengejar Anna pun kini melebarkan matanya melihat Adi tidak mengenakan baju hanya celana panjang saja.
"maaf". ucap Caca segera berbalik dan melarikan diri dari Anna yang tertawa terpikal-pikal.
"kenapa ekspresinya seperti melihat aku tidak berpakaian saja, aku pakai celana kan? ". gerutu Adi menggeleng kepalanya melihat wajah panik Caca tadi.
Anna masih tertawa sampai terguling-guling dilantai, Adi menggaruk kepalanya yang tak gatal entah bagian mana yang lucu hingga Anna bisa tertawa selepas itu.
"sayang? kenapa sampai guling-guling? ". Adi mengulurkan tangannya ke Anna.
Anna menerima uluran tangan Adi tapi Ia masih tertawa sampai rahangnya terasa kebas dan sakit.
"kamu tidak lihat wajah malunya itu Hubby?? aku menggodanya sampai semarah itu tapi langsung balik badan melihatmu tidak pakai baju, haha.. dia langsung panik kayak baru saja melakukan dosa besar". jelas Anna masih tersenggal-senggal dengan tawanya.
Adi menggeleng kepalanya melihat betapa usilnya Anna yang mengerjai sahabatnya yang jomblo itu.
di tempat lain,
"aah.. ini calon menantu kami ya? ". seorang wanita elegan mendatangi Sekar dan mengecup pipi kiri kanan Sekar.
"ini mamaku Sekar". jawab Reyhan tersenyum tipis dan Sekar tersenyum kikuk menyapa mama nya Reyhan.
"Andi". Papa Andi mengulurkan tangannya ke Han yang ia tebak adalah Papa kandungnya Sekar.
"Han, Tuan". jawab Papa Han dengan ramah membalas uluran tangan Papanya Rey.
__ADS_1
"saya Eve Pak Han". kata wanita elegan itu ramah ke Han dan dibalas senyuman ramah juga oleh Han.
"ayo masuk..! ". ajak Mama Eve semangat.
mereka dibawa masuk ke Rumah mewah dan langsung ke meja makan.
Sekar terlihat gugup karna Papa dan Mama Reyhan sangat baik membuat Sekar merasa tidak pantas berada di keluarga itu.
"kenapa aku menerima ajakan dia coba? kan aku jadi patung tidak bisa bicara sekarang ini". batin Sekar menggerutu.
Sekar terkejut saat Rey mengelus kepalanya, "hmm?".
"maaf..! aku membuatmu kaget ya? aku hanya ingin menenangkanmu supaya tidak terlalu tegang nanti makanan mu tidak bisa dicerna dengan baik". ucap Rey dengan senyuman mengangkat tangannya karna merasa terlalu lancang mengelus kepala Sekar.
"bukan begitu..! hmmm, aku.. aku gugup saja". ucap Sekar dengan kepala tertunduk.
"ya ampun..! Pa..? aku menyukai gadis ini Pa, buruan dong nikahkan mereka". pinta Eve memelas ke Andi sang suami.
"bagaimana Pak Han?". tanya Andi.
Han melihat ke arah Sekar lalu ke Reyhan juga, "tapi saya ingin membuat pengakuan, saya tidak mau anak saya dijelekkan nanti karna saya mantan napi".
"hmm? ". Eve terkejut mendengarnya.
"bisa ceritakan alasanya Pak Han? saya rasa anda punya alasan". tanya Papa Andi yang cukup kagum dengan pengakuan Han.
Mama Eve dan Papa Andi sampai syok mendengar cerita Han, bahkan Reyhan pun tak percaya kalau Sekar pernah sakit karna Ia sebagai Penggemar tidak tau hal itu pernah menimpa Sekar.
"jadi saya mohon om dan tante pikirkan lagi ya? Sekar tidak malu mengakui Papa yang pernah berada dipenjara, Sekar sayang sama Papa Om, Tante.. Sekar tidak mau kalian menjadi malu karna punya menantu seperti Sekar, banyak perempuan dari keluarga baik-baik diluar sana". Sekar berbicara dengan sopan dan tersenyum.
Reyhan menggeleng kepalanya ke Andi dan Eve, Ia menggenggam tangan Sekar dengan erat namun Sekar dengan ramah berusaha melepaskan tangan Reyhan.
Han merasa bersalah pada Sekar yang membuat anaknya harus berpikir menikah dengan Pria lain karna kejahatannya dulu, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa, lebih baik Han memberi tau keluarga Rey terlebih dahulu daripada nanti setelah Sekar menikah dengan Rey menjadi siksaan saat tau belakangan Sekar ternyata Putri dari seorang napi.
"Pa..? pokoknya Reyhan dan Sekar harus menikah minggu ini juga". tegas Mama Eve dengan lantang.
"iya Tante.. Tante harus membatalka...? eeh..? apaa Tante?? ". Sekar sudah pasrah saat Eve menolak nya tapi diluar pemikirannya Sekar mendengar tadi Eve ingin menikahkannya dengan Rey secepatnya.
"iya Ma..! Papa akan siapkan, minggu ini ya?". Papa Andi menghubungi sekretarisnya.
Han juga kaget saat mendengar pernikahan tetap berlanjut bahkan minta dipercepat.
"Ibu Eve apa maksudnya?". tanya Papa Han.
__ADS_1
"saya bisa gila kehilangan Menantu dan besan seperti anda Pak Han, pokoknya Sekar harus menjadi bagian dari keluarga kami, memangnya alasan konyol itu bisa jadi alasan menolak lamaran kami hmm? tidak akan bisa..! Sekar akan menjadi menantu kami". tegas Eve.
Han sampai kehabisan kata-kata,
Sekar menganga lebar, Ia tidak menyangka semuanya malah semakin tidak terkendali karna sesungguhnya Sekar belum mau menikah tapi malah dipaksa menikah oleh calon mertuanya yang semakin menyayanginya.
Rey paling bahagia diantara mereka semua, pantas saja Sekar menjadi gadis yang tangguh ternyata berasal dari pribadi Ayahnya yang hebat.
di taman depan,
"kamu bodoh Rey? kenapa menerima permintaan kedua orangtuamu? kalian orang kaya-raya juga kan? apa tidak takut mendengar gosip orang lain? mereka pasti mencela keluargamu". cecar Sekar tak habis fikir.
"kalau aku menikah itu hanya mau dengan idolaku saja, tidak ada wanita lain yang aku inginkan selain dirimu yang memotivasiku Sekar". kata Rey.
"motivasi apa? aku tidak melakukan apa-apa, melukis adalah hobbyku, aku menjadi pelukis bukan karnamu tapi karna impianku sendiri". geram Sekar menyerocos.
Rey terkekeh, "iya.. Impianku menikahi idolaku". jawab Rey tanpa malu.
Sekar ingin sekali meninju wajah Rey ini yang ingin sekali menikahinya padahal Sekar hanya merasa aman dan nyaman saja bersama Rey sebagai teman tanpa diduga dirinya malah diajak menikah bahkan Sekar tidak bisa menolak lagi setelah semua diberitau.
.
di Mansion Anna.
Han meminta Sekar untuk istirahat dan Sekar mengangguk lemah,
Sekar berjalan sempoyongan menuju kamarnya, membayangkan pernikahannya akan digelar 1 minggu lagi membuatnya lemas.
"kenapa jadi begini? ". gumam Sekar dengan lemas di kamarnya.
Anna menjadi tidak waras saat jatuh cinta jadi Sekar takut jatuh Cinta tanpa tau betapa indahnya pasangan suami istri saat saling mencintai satu sama lain.
"Cinta? dunia yang membuat otak manusia menjadi tidak waras? apa aku bisa menanggungnya? ". gumam Sekar dengan raut wajah tak berdaya.
.
.
.
selamat datang di dunia hanya milik berdua Sekar... wkwkwk..
.
__ADS_1
.
.