Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan
tidak tau


__ADS_3

.


.


.


di tempat lain,


"hah?? benarkah?". tanya Anna tak percaya mendengar perkataan suaminya.


"iya sayang, kenapa? apa kamu mau comblangi mereka?". tanya Adi mengelus kepala Anna dan menyibakkan rambut istrinya yang masih asik memberi asi Fauzan, sementara Fauzi dan Fiona sudah tertidur di box bayi.


"sepertinya begitu". jawab Anna tersenyum lebar.


"terserahmu saja sayang". pasrah Adi terkekeh sambil memandang bayi nya yang tengah kuat menyus*.


"apa mau aku belikan makanan menambah asi besok sayang?". tanya Adi tampak serius.


Anna mengelus rahang suaminya, "iya Hubby".


"tapi kenapa kamu mengusir sahabatku Hubby?". tanya Anna berubah datar.


"sayang? aku tau suara Fauzan menyus*, dan untuk itu aku tidak mau Reyhan mendengarnya". jawab Adi dengan memelas.


Anna mendengus, "terserah deh..! besok kami bisa bersama lagi". jawab Anna pasrah.


Adi mengulum senyum, "apapun akan aku lakukan jika menyangkut sahabat baikmu sayang, tapi aku tidak terima jika terikat dengan Para lelaki karna aku bisa mati cemburu".


Anna menganggukkan kepalanya, Ia tidak protes perkataan suaminya asalkan Anna punya waktu bersama Sekar maupun Caca, bagi Anna suami mereka mah tidak terlalu penting tapi jika hati kedua sahabatnya terluka maka Anna akan berhadapan langsung pada mereka.


.


selama 2 minggu Anna berada di Rumah Sakit, Akhirnya Ia diizinkan pulang dan Ia kembali ke Mansion Anna dengan kursi roda, Leonard menggendong Fauzi, Anna memangku Fiona dan Adi menggendong Fauzan sampai tiba di kamar Triple Kembar pun membuat Anna menganga melihat pemandangan itu.


"Nona? apa Nona suka?". tanya Linda malu-malu.


"suka.. sangat suka". jawab Anna tersenyum sangat lebar membuat Linda begitu senang perjuangannya semalaman membuat kamar itu menjadi indah tidak berakhir sia-sia.


Adi meletakkan Fauzan di Box pertama ada tertera nama Fauzan, lalu mengambil Fiona dari Anna sebelum diletakkan didalam Box Bayi Adi mencium kening putrinya terlebih dahulu, Leonard masih menggendong Fauzi menimangnya dan duduk di sofa.


"bagaimana keadaanmu Lin?". tanya Anna.


"baik Nona". jawab Linda tersenyum lebar.


"bisa bawa aku ke kamarku ya?". pinta Anna memelas.


Linda dengan senang hati mengikuti Anna, Adi melihat itu membuatnya mengerti bahwa Anna ingin berbicara berdua dengan Linda.


di kamar Anna,


Linda membantu Anna membersihkan diri lalu berganti pakaian, Linda seperti pengawal dan Perawat bagi Anna.


"terimakasih Linda". ucap Anna dengan tulus.

__ADS_1


"sama-sama Nona, sudah tugas saya sebagai pengawal anda". balas Linda dengan senyuman.


Anna tersenyum lalu bertanya, "apa kamu menyukai Bayu?". tanya Anna serius.


Linda terkesiap, "a. apa maksud Nona? ke.. kenapa saya menyukainya?". gagap Linda.


Anna terkekeh, "aku sudah tau jawabannya".


"maksud Nona?". tanya Linda memberanikan diri menatap Anna.


"Linda?". Anna memegang tangan Linda.


"apa aku tidak bisa menjadi teman bagimu? kenapa kamu tidak mau jujur padaku? bicara santai saja saat kita berdua bagaimana?". tanya Anna dengan senyuman.


Linda menundukkan pandangannya, " ..? ".


"aku kira kamu temanku tapi ternyata kamu tidak menganggapku sebagai teman ya?". Anna menghela nafas berat.


Linda berjongkok di hadapan Anna lalu menggeleng kepalanya, "tidak Nona.. tidakk".


"terus? kamu tidak mau cerita padaku?". tanya Anna dengan raut wajah imutnya.


Linda menghela nafas berat, lalu bangkit mendorong kursi roda Anna ke arah Sofa.


"sebenarnya aku menyukainya karna dia ramah Nona, tapi kami tidak pacaran Nona apalagi perasaan aku terbalas, dia tidak tau tentang perasaanku Nona". curhat Linda singkat, padat, dan jelas.


Anna tertawa pelan akhirnya Linda mengakuinya teman, "dia sepertinya menaruh hati padamu".


Anna mengulum senyum, "tapi tatapannya padamu sangat berbeda sebelum Box Bayi itu datang, apa terjadi sesuatu saat kalian berdua membeli Box Bayi itu?". tanya Anna penasaran.


Linda terdiam, "ha.. hanya menolong dia saat mobil antar Box Bayi itu mundur Nona, tidak melakukan apa-apa". cicit Linda.


"kamu menyelamatkannya?". tanya Anna sekali lagi dibalas anggukan oleh Linda pelan.


Anna tertawa, "ternyata itu alasannya dia menyukaimu, kamu menyelamatkannya".


Linda menatap Anna, "ba..bagaimana mungkin Nona".


"coba datangi dia dan cium dia langsung". pinta Anna santai membuat Linda membulatkan matanya sambil menutup bibirnya dengan telapak tangannya.


Anna tertawa keras, "ya sudah, biarkan dia yang mengungkapkan perasaannya padamu".


Linda menundukkan pandangannya, Ia tidak merasa Bayu punya perasaan padanya mungkin Bayu hanya merasa berhutang budi dan bingung cara membalasnya bukan jatuh cinta.


.


.


Adi dan Anna berada di Kamar Baby Kembar 3, Anna tertidur dengan posisi terlentang setelah lelah memberi Asi untuk anak-anaknya yang kuat asi.


"aku akan belikan banyak botol untuk menampung Asimu sayang, aku berjanji tidak akan mengganggu jam istirahatmu sayang". Adi menindih Anna tanpa menimpa tubuh Istrinya.


Anna tersenyum lalu menangkup pipi Adi mengecup pipi suaminya.

__ADS_1


"kamu adalah suamiku yang paling pengertian". ucap Anna dengan senyum cerahnya.


Adi mengecup bibir Anna, mereka saling menatap penuh cinta lalu berpelukan dengan posisi int*m tapi tidak melakukan apapun sebab Anna belum bisa melakukan hubungan bad*n dengan Suaminya.


.


.


ke esokan harinya,


Linda menghela nafas harus pergi ke Perusahaan Asia Group mengantarkan dokumen-dokumen penting Perusahaan ke Bayu.


Bayu menjadi Pria yang paling sibuk saat ini di Perusahaan Asia Group karena Radit dan Adi hanya bisa bekerja dengan Rumah masing-masing sebab Istri mereka masih dalam pengawasan.


tok.. tok.. tok..


"masuk". sahut dari dalam.


Linda masuk membawa berkas-berkas penting, Bayu mendongakkan pandangannya dan segera berdiri melihat Linda, Bayu mendekati Linda tangannya sengaja memegang tangan Linda lalu menerima berkas-berkas penting itu.


"terimakasih". ucap Bayu setelah meletakkan berkasnya di meja kerja dan Linda mengangguk pelan.


"mau kemana?". tanya Bayu memegang tangan Linda saat gadis itu berbalik hendak melangkah pergi.


Linda menoleh dan melihat tangannya, "mau pulang". jawab Linda menaikkan pandangannya hingga bertemu dengan mata Bayu.


"Lin..?". Bayu seperti ingin mengatakan sesuatu tapi lidahnya kelu tidak bisa mengatakan apa-apa.


"iya". sahut Linda.


Bayu ingin mengatakan lagi tapi ponsel Linda berdering, Linda segera mengangkat panggilan Anna.


"iya Nona?". jawab Linda saat panggilan tersambung.


Linda mengangguk-ngangguk mendengar perintah Anna, Ia akan membelikan apapun yang Anna inginkan karna sudah tugasnya, terlebih lagi Anna butuh asupan gizi untuk membuat asinya lancar.


Linda menyimpan ponselnya, "aku harus pulang membelikan makanan untuk Nona Anna". kata Linda menoleh ke Bayu.


Bayu masih memegang tangan Linda hingga Linda menautkan kedua alisnya, "ada apa?". tanya Linda heran.


Bayu mengeluarkan sesuatu dan kantong jasnya lalu memasangkan gelang cantik di pergelangan tangan Linda.


"apa ini?". tanya Linda.


"a.. aku tidak tau bagaimana cara membalas budi". gagap Bayu tapi hatinya merutuk mengapa pemikiran dan bibirnya berbanding terbalik.


Linda tersenyum, "terimakasih, ini sudah lebih baik". jawabnya lalu melangkah pergi meninggalkan Bayu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2