
.
.
.
Adi mencari Anna di Ruang Keamanan, ternyata Istrinya itu tengah tertawa keras melihat dari CCTV Sartika dan Mia sudah kelelahan berlari dari gerbang Mansion Anna sampai ke Mansion Utama, benar-benar perjuangan yang melelahkan demi uang 5 M.
"lihatlah Linda..? kamu tidak lihat? aku sudah bilang kan kalau suamiku tidak akan menumpangi mereka? hahaha... kalau sampai dia menumpangi kedua wanita itu maka aku tidak akan memaafkannya dan mendiaminya saja". tawa lepas Anna.
Linda tersenyum saja lalu Ia melihat Pengawal yang menjaga Ruang Keamanan melotot seperti melihat hantu, saat mata nya melihat ke arah tatapan pengawal itu lalu kaget melihat Adi tengah bersidakap dada memperhatikan kelakuan Istrinya itu.
"hei..? Preman bumil? sedang apa kamu disini sayang? ". tanya Adi.
"ahaha..? Apaa?? Preman Bumil? ". Anna menoleh ke belakang dan mengerjab melihat Adi tengah memiringkan pandangannya menatap Anna.
"S.. suamiku? eeh..? Hubby? kenapa kamu bisa ada ditempatku? ". tanya Anna kikuk menggaruk keningnya yang tak gatal.
"kamu bisa tertawa hanya karna CCTV sayang? sementara aku tengah gelisah merindukanmu hmm? sepertinya hanya aku yang sangat mencintaimu kan? kamu tidak? kamu suka mengerjai orang saja hehh? Preman bumilku? ". cecar Adi perlahan mendekati Anna sehingga Anna terus saja melangkah mundur sampai tersandar di meja CCTV.
"haha... ! Preman cantikmu ini sangat merindukanmu Hubby..! sangat". Anna tertawa kikuk mengelus kepala Adi dan mengacak-ngacaknya.
Adi melirik kesamping segera Linda pergi disusul oleh pengawal penjaga CCTV.
Anna melihat mereka semua pergi meninggalkan Anna seorang diri bersama si binatang buas didepannya itu.
"Hubby? ". rengek Anna.
"hmm? ". tanya Adi menangkup kedua pipi Anna merapikan anak rambut Anna.
"kenapa aku merasa malas berdebat dengan mereka? ku mohon bicaralah pada mereka, aku malas bicara dengan mereka yang pasti ngedrama lagi, aku udah bosan pura-pura bodoh! ". rajuk Anna.
Adi terkekeh, "kamu mengizinkanku menyerang perempuan? ". tanya Adi.
Anna tampak berpikir, "tidak usah deh..! kamu temani aku ya? ". pinta Anna setelah berpikir keras.
Adi tertawa dan mengangguk, lalu mereka berdua bergandengan tangan ke Ruang tamu karna tau Sartika dan Mia ada di sana sambil mengipas-ngipasi diri.
"kenapa Tante sama Mia datang?". tanya Anna mendatangi mereka berdua.
__ADS_1
Sartika dan Mia bangkit dan menoleh ke Adi,
"iih...? kenapa Tante sama Mia bau sekali? ". tanya Anna menutupi hidungnya.
"Anna?? aku numpang mandi, aku sangat gerah karna ulah pengawal tidak tau malumu juga Suamimu ini". pinta Mia
"apaa?? kenapa dengan mereka? ". tanya Anna.
"apa suamimu ini tuli Anna?? kenapa dia mengabaikan panggilan kami? Tante yakin dia pasti tau kalau kami mengikutinya dibelakang mobilnya". sambar Sartika.
"lebih baik kalian mandi saja..! bau". usir Anna seperti mengusir pengemis.
Mia dan Sartika tidak bisa marah karna memang tubuh mereka sangat bau dan basah, Linda disuruh oleh Anna mengantar tamu tak diundangnya ke Kamar tamu dan memberi pakaian untuk mereka.
Anna memberikan pakaian bekasnya yang sudah pernah Anna pakai, itu menunjukkan bahwa mereka memakai barang bekas milik Anna.
malam-malam,
"kenapa Tante dan Mia datang? apa pesawat terakhir tidak cukup? ". tanya Anna duduk anggun didepan Sartika dan Mia.
"apa kamu tidak akan menyajikan kami makanan Anna?? Tante sangat lapar". tanya Sartika.
"siapa yang memintamu untuk memasak sayang? Tante minta Kokimu untuk masak kan? dimana Kokimu?". tanya Sartika celingukan.
"Bibi Koki baru saja cuti selama 2 hari, Kakek sedang pergi dan menginap lalu Aku?? aku tidak bisa memasak Tante". jawab Anna seolah dirinya memang tidak memasak padahal Anna bisa hanya saja tidak mau memasak untuk mereka karna Ia terlalu malas.
"kalau begitu pelayanmu saja yang memasak". Mia menunjuk Linda.
Linda melihat ke arah Anna, "aku bukan Koki Bibi tapi aku Pengawal, kalau anda minta di kawal aku bisa tapi kalau memasak aku tidak tau, aku hanya tau cara meninju orang". jawab Linda dengan datar.
"apa itu pelayanmu?? kenapa dia tidak sopan? suamimu juga tidak sopan". sambar Sartika.
Sartika terus saja mengomel panjang sampai Anna memijit pelipisnya.
"heiii?? kenapa bicaramu panjang sekalii? kau tidak lihat Istriku pusing hah?". Adi menatap tajam Sartika.
"berani sekali kau membentak Mamaku? ". Mia menatap tajam Adi.
"kau fikir kalian itu siapaa?? dalam hidupku aku hanya menghormati, Kak Nana dan keluarganya, Kakek serta Sekretaris Im sementara kalian siapa?? kalian hanya Pengemis dan Parasit di hidup istriku". tantang Adi dengan sinis dan dingin.
__ADS_1
"AP.. Apa pengemis?? ". beo Sartika dan Mia.
"aku tidak menyangka lidahmu itu sebilah pisau tajam, kau orang baru disini". teriak Sartika berdiri dari duduknya.
"berani kau meninggikan suaramu hah? ". Adi berdiri tegak menatap dingin dengan tatapan menyeramkannya.
Sartika melihat tatapan tak biasa Adi membuatnya menelan salivanya bersusah payah, Mia pun kaget melihat tatapan Adi seperti ingin menelan mereka hidup-hidup.
Anna menatap mereka bertiga bergantian, Ia ingin diam saja karna merasa Adi bisa menyelesaikan masalah itu.
"kau fikir kau siapa?? hanya karna aku orang baru? asal kau tau aku tidak pernah mengemis uang pada Istriku karna aku punya penghasilan sendiri karna apaa?? aku bukan pengemis dan aku tidak mau menjadi manusia parasit yang tau nya menumpang kekayaan dengan orang lain". seringai Adi.
Sartika kehabisan kata-kata begitu juga Mia,
"apa maksudmu ka..kami Parasit hah?? kami itu keluarga Anna..! kami minta dibelikan 1 pulau olehnya tidak akan membuatnya jatuh miskin". tantang Mia masih berani melawan Adi padahal sebenarnya Ia takut.
"itulah kalian..! PARASIT, coba saja kalian cari uang sendiri dan belikan Istriku Kapal Pesiar Kalau kalian MAMPU, jangan bawa nama KELUARGA diantara kita karna kalian bukan Keluarga bagi Anna, Kalian itu hanya Parasit yang mau hidup enak tanpa bekerja". tawa tipis Adi merendahkan mereka.
"lebih baik aku sumbangkan uang Annaku pada Pengemis diluar sana yang hanya butuh makan bukan dahaga manusia parasit seperti kalian yang tidak akan ada puasnya". sambung Adi lagi.
"Cukuppp!!? ". Sartika keliatan marah besar.
"kau pikir aku takut padamu hah??". marah Sartika pada Adi.
Sartika melihat ke arah Anna, "ini suamimu Anna?? dimana kamu menemukan Pria berbisa sepertinya ini?? apa kamu tidak bisa mencari Pria yang lebih baik hah?? dia memakiku seperti itu dan kamu diam saja?? kamu diamm?? Tante mu ini direndahkan olehnya..? ANNA??? ". Sartika melototi Anna.
Adi menarik lengan Sartika lalu mendorong kasar Sartika sampai terjatuh ke Lantai dan bibirnya berdarah terkena sofa,
"Maaaa?? ". pekik Mia.
Anna membekap mulutnya melihat pemandangan itu,
"berani sekali kau membentak Istriku? bahkan aku tidak pernah bicara meninggi padanya tapi kau berteriak didepannya?? kau mau aku bunuhhhh manusia Parasitt??". marah Adi dengan tatapan nyalang.
.
.
.
__ADS_1