
.
.
.
disaat Istri-Istri mereka bisa tertidur pulas maka para Suami tidak ada yang bisa tidur, memang mereka sudah terbiasa tidur bersama sang istri masing-masing.
tengah malam mereka berlari ke kamar Anna, Radit menggendong Istrinya (Caca) membawa sang istri ke kamarnya, begitu juga dengan Reyhan harus berhati-hati menggendong Sekar yang perutnya sudah berbeda.
Adi menutup pintu kamar mereka sambil tersenyum puas, "akhirnya kamu menjadi milikku sayang". bisik Adi setibanya di tepi ranjang mengelus kepala Anna.
melalui drama yang panjang, akhirnya Adi, Reyhan dan Radit bisa tidur memeluk dunia mereka masing-masing tanpa memikirkan masalah yang akan terjadi.
pagi-pagi,
Anna kaget melihat suaminya yang berada disampingnya dan tidak ada Sekar dan Caca.
"dimana mereka?". gumam Anna celingukan tidak mengerti.
"By....? Hubby?". Anna mengguncang bahu suaminya yang menggeliat lalu membuka matanya.
"hmm?". sahut Adi dengan mata setengah mengantuk.
"kenapa kamu bisa disini By? dimana Sekar dan Caca?". cecar Anna dengan kesal.
Anna sepertinya tau gelagat suaminya yang pasti merencanakan sesuatu untuk kesenangannya saja, Anna kan tau suaminya mesum.
"mereka sudah dibawa oleh Reyhan sama Radit". jawab Adi menoleh ke Anna lalu tangannya memeluk perut buncit Istrinya.
Anna menatap kesal Adi, "Hubby mengusirnya kan?". sambar Anna.
"tidak sayang, Reyhan sama Radit tidak bisa tidur tanpa Istri mereka jadi membawa Istri-Istri mereka ke kamar, dan kamu tidur sendirian aku juga jadi sekalian aja kita tidur bersama sayang". jawab Adi lagi.
Anna mendengus, "palingan kalian sepakat enggak jelas kan saat kami tidur?". tanya Anna.
"sepakat apa sih sayang?". tanya Adi mengelus perut Anna.
"haissh..! aku mau mandi, minggir!!". ketus Anna melepaskan tangan suaminya.
"sayangg?". Adi memegang tangan Anna yang ditepis oleh Anna.
Anna berjalan ke kamar mandi dengan raut wajah kesalnya itu, Adi meraup wajahnya frustasi.
di meja Sarapan,
__ADS_1
"kemana Istrimu Di?". tanya Reyhan.
"Istri kalian?". tanya Adi melihat Reyhan dan Radit tidak melihat Istri-Istri mereka.
Reyhan dan Radit menggeleng kepala pelan lalu serentak mereka membuang nafas panjang, terpaksa mereka sarapan bertiga tanpa sang Istri yang sedang ngambek.
selesai sarapan mereka mencoba membujuk istri masing-masing tapi tidak ada sahutan, hanya karna mereka membawa kabur mereka (Istri) saat tidur membuat petaka sendiri bagi para lelaki, benar-benar suami takut istri.
"sayang? aku berangkat kerja nih? dasiku bagaimana apa udah rapi? apa semua sudah beres sayang?". tanya Adi membujuk Istrinya.
Anna masih memejamkan matanya di balik selimut,
"sayangg? kamu sarapan ya? ayo aku siapkan sarapan untukmu sayang". bujuk Adi lagi.
Anna masih diam, Ia masih tidak mau berbicara dengan suaminya karna hatinya masih dongkol dan geram, sekian lama tidur bersama apa salah jika Anna minta tidur semalam dengan teman-temannya? tapi malah hal diluar dugaan terjadi.
"sayang?". panggil Adi dengan lemas.
Adi terpaksa pergi dengan langkah lesu dan tidak bersemangat.
sepeninggal para lelaki yang pergi bekerja ke Perusahaan tanpa bisa bermesraan dengan Istri-Istri mereka pagi-pagi sebelum berangkat kerja.
Anna akhirnya keluar dari Kamarnya dan melihat Caca serta Sekar juga tengah memberengut di meja makan.
"kalian..?". Anna memegang perutnya mendekati kedua teman baiknya dan duduk disamping mereka.
"apa katanya? tidak bisa tidur tanpaku?". sungut Caca.
"aku tidak mengerti juga..! hanya sehari saja, bukankah nanti kita tidak akan ada waktu seperti ini lagi?". decak Anna.
mereka sedang mengajukan protes pada tingkah suami masing-masing yang sangat kekanak-kanakan, padahal mereka meminta izin baik-baik pada sang suami untuk mengizinkan mereka tidur bersama tapi mengapa dipermainkan? para suami mereka semua benar-benar menyebalkan.
"jadi apa yang kalian lakukan pada suami kalian?". tanya Caca dengan raut wajah kesalnya.
"aku mendiaminya". jawab Anna acuh.
"aku juga, malas berdebat jadi diam saja". sahut Sekar juga.
"sama lah, hatiku terasa berasap saat melihatnya lebih baik diam saja". kesal Caca.
"hmm". sahut Sekar dan Anna serentak.
.
.
__ADS_1
di tempat lain,
Adi tidak fokus bekerja sebab pikirannya hanya sang Istrinya saja, Ia meraup wajahnya frustasi.
"apa aku buatkan tempat makan yang enak untuk Istriku?". gumam Adi seketika memikirkan hal romantis untuk Istri nya.
Ia kembali bekerja dan menghubungi Sekretaris Im dan memintanya untuk menyewa Restaurant elit terdekat atas nama dirinya.
bukan hanya Adi saja ternyata Reyhan dan Radit juga merencanakan hal yang sama tapi berbeda Restaurant dan berbeda jenis kejutannya untuk istri dengan cara masing-masing.
sepulang bekerja,
"kauu?". Adi menatap tajam Bunga yang ada di parkiran Mal nya.
"Adii? bagaimana kabarmu? sudah lama kita tidak bertemu ya?". tanya Bunga dengan ramah.
"apa peduliku". jawab Adi ketus lalu berjalan ke arah mobilnya lalu ditahan oleh Bunga.
"berani kau menghalangi perjalananku ha?". bentak Adi dengan berang.
Bunga seketika menjauhkan tangannya, "A.. Adi kenapa kamu terlihat menakutkan? apa kamu sedang ada masalah?". tanya Bunga tergagap.
"kau enyahlah dari hidupku sebelum aku bongkar kasus kematian Ayahmu itu, kau membunuhnya kan? jadi pergilah selagi aku masih berbaik hati, kau tidak mengenalku kan? aku adalah Pria kejam yang bisa melakukan apa saja diluar nalarmu itu". kata Adi dengan raut wajah yang berbeda.
Bunga melangkah mundur sampai Ia terjatuh karna heelsnya sendiri, Ia menatap tak percaya dengan sosok Adi yang tak biasa.
Adi pergi dari sana tanpa menoleh ke Bunga lagi, Bunga menatap kepergian mobil Adi.
"a.. apa maksudnya? a.. apa dia tau sesuatu? kasus kematian Papaku?". gumam Bunga dengan tubuh gemetar.
Bunga segera berdiri dan pergi dari sana dengan jalan sempoyongan, Ia merasa Adi memiliki sifat seperti seorang pembunuh berdarah dingin sehingga pikiran Bunga saat ini hanya ingin kabur sejauh mungkin dari Adi jika dirinya masih ingin hidup.
di Mobil Adi,
"dasar wanita tidak tau diri..! kenapa dia harus hidup?kalau bukan karna bayi-bayiku sudah aku habisi nyawamu itu, sudah berapa kali aku peringatkan jangan mendekatiku, tapi dia masih belum mengerti juga". geram Adi.
"sekali lagi dia muncul di hadapanku? aku akan buat dia masuk penjara dan dihukum mati disana". kata Adi lagi dengan raut wajah dinginnya.
Adi sedang sibuk dengan masalah Istrinya tiba-tiba Bunga datang mengacaukan nya, sudah pasti membuat kesabaran Adi habis.
Alasan Adi tidak menghabisi Bunga dan Bambang karna ia memikirkan anak-anaknya dikandungan Anna, Adi takut karma nya berujung pada kesulitan Istrinya melahirkan nanti sebab Mama nya pernah bercerita di masa SMA Adi yang masih Adi ingat sampai sekarang.
.
.
__ADS_1
.