
.
.
.
Anna kembali ke Kamar penginapannya,
"sayang? udah siap?". tanya Adi mendekati Anna yang masih mengenakan gaun sang Ratu.
Anna memeluk Adi dengan manja membuat Adi heran tapi tetap membalas pelukan sang Istri.
"ada apa denganmu sayang? apa ada masalah? pembicaraan kalian baik-baik saja kan?". tanya Adi penasaran.
"hmm ! pembicaraan kami baik-baik saja". jawab Anna tersenyum lebar.
"ooh... syukurlah". jawab Adi tersenyum tulus mengecup puncak kepala Anna.
"bagaimana bayi-bayi kita Hubby? apa mereka baik-baik saja?". tanya Anna mendongakkan pandangannya memandang sang suami.
"tentu saja, aku bisa membuat mereka tidur sejak tadi tanpa membangunkan mereka". jawab Adi bangga.
Anna terkekeh, "mungkin saja itu karna mereka sangat kelelahan bukan karna kamu tidak membangunkannya Hubby".
Adi cengar-cengir, "ayo tidur! ". alih Adi.
Anna mengangguk lalu Adi merangkul bahu Anna membawa Anna tidur bersama di Ranjang dengan ketiga anak-anaknya.
.
.
waktu berlalu begitu cepat, semua orang hidup bahagia, hingga tanpa terasa 4 tahun telah berlalu.
di Mansion Anna,
Fauzan, Fauzi dan Fiona berjalan dengan kaki kecil mereka mendatangi Anna yang sedang memangku anak perempuan yang umurnya masih 1 tahunan, namanya adalah Fitri Cinta Laura,
"Mom?". panggil mereka bertiga serentak.
Anna memutar kepalanya melihat ketiga anak-anaknya, Ia tersenyum lembut lalu mendudukkan Fitri didekat mereka.
Fitri sudah pandai berjalan, pasti gadis kecil itu akan berjalan kemana-mana setelah di lepas oleh Mommynya itu.
"ada apa sayang?". tanya Anna berjongkok di hadapan mereka semua.
"Mommy Paujan ingin cekolah". ucap Fauzan memelas.
__ADS_1
"Iya Mom, Pauji uga". sambung Fauzi.
"Mommy, apa Piona uga bica cekolah?". tanya Fiona dengan raut wajah polosnya.
Anna terdiam beberapa saat, "boleh beri Mommy waktu sayang? Mommy akan bicara sama Papa dan Eyang ya?". pinta Anna yang tidak marah dengan permintaan anak-anaknya.
sikembar 3 menganggukkan kepala lalu menundukkan pandangan membuat Anna gemas melihat tingkah ketiga anak-anaknya itu, Anna melebarkan tangannya.
"sini peluk Mommy sayang!". pinta Anna dengan lembut.
Fauzan, Fauzi dan Fiona mendekati Anna lalu memeluk Mommy mereka dengan manja walau tidak bisa sepuasnya tapi mereka memang kembar 3 yang harus mau bersempitan saat mau memeluk Mommynya.
"kenapa anak-anak Mommy ini terlihat merasa bersalah hmm? kalian tidak melakukan kesalahan kok, kenapa takut kesayang-kesayangan Mommy hmm?". tanya Anna dengan sayang.
"benalkah? mom tidak malah kan?". tanya Fauzan dengan raut wajah lucu nya melepas pelukannya menatap Anna dengan jarak wajah yang dekat.
Anna mencium bibir Putranya dengan gemas, "tidak marah sayang, Mommy tau anak-anak Mommy ini pasti bosan di Penjara emas ini kan?".
Fauzan, Fauzi dan Fiona tersenyum cerah lalu mereka bertiga memeluk Anna dengan erat.
"telimakasih Mom, kami saaaayyyang Mommy". ucap ketiga anak kembar Anna dengan raut wajah bahagia nya itu.
Anna tertawa lepas, Ia memejamkan matanya memeluk ketiga anaknya sampai Ia tersadar lalu mengedarkan pandangannya.
"Fitri dimana sayang?". tanya Anna.
mereka semua celingukan mencari Fitri,
"maaf Mom, kami lupa menutup pintu". ucap Fauzan lagi merasa bersalah.
"tidak apa sayang..! ayo kita cari Fitri ya?". ajak Anna.
mereka mencari Fitri yang sudah pergi entah kemana, tempat ini yang berbahaya sudah di amankan dengan pagar pembatas oleh Adi dan Leonard demi Keselamatan keturunan mereka semua.
.
1 jam mereka berpencar mencari Fitri hingga Fiona tiba dan mengatakan kalau Fitri ada di Ruangan Kerja Adi.
"loh kok bisa sayang? apa Fitri bisa naik Lift?". tanya Anna tidak mengerti.
"kata Dek pitli bilang Eyang-Eyang gitu Mom". jawab Fiona mendongak polos.
Anna berjongkok lalu mengelus pipi Fiona, "cari Kak Fauzan dan Kak Fauzi ya sayang? Mommy akan temui Papa ya? kalian main saja bertiga karna Mommy akan tanyakan tentang keinginan kalian pada Papa. bagaimana?".
"setuju mom". jawab Fiona dengan riang mengecup pipi Anna lalu berlari dengan kaki kecilnya mencari sang kakak kembar.
Anna tersenyum lembut lalu berjalan memasuki Lift, Ia turun ke lantai bawah dan pergi ke Ruangan Kerja Adi, Ia tercengang melihat Adi membiarkan Fitri duduk dipangkuannya padahal suaminya itu masih sibuk bekerja.
__ADS_1
"Hubby?". panggil Anna.
Adi menoleh dan tersenyum tampan ke Anna, "iya sayang".
"kenapa mangku Fitri? apa dia nakal?". tanya Anna sambil mendekati suaminya lalu menggendong Putri kecilnya dengan Adi.
"mom.. mom.. mom". racau Fitri membuat Fitri menatap Putrinya.
"kenapa sayang? mau main sendiri?". tanya Anna mengangkat tinggi anaknya.
"ain.. ha.. ain". jawab Fitri dengan raut wajah lucunya itu.
Anna hendak menurunkan Fitri tapi sudah diambil alih oleh Adi dan Anna menggeleng kepalanya melihat tingkah Adi yang menciumi wajah Fitri yang tertawa cekikikan, setelah puas Adi menurunkan Fitri yang berjalan meninggalkan kedua orangtua nya itu keluar Ruangan Kerja Adi yang tidak di tutup.
"Hubby? kamu masih sibuk?". tanya Anna melihat pekerjaan suaminya.
"tidak sayang..! hanya 5 menit lagi, mau menungguku?". tanya Adi menggenggam tangan Anna yang menganggukkan kepala.
Adi tau kalau Anna ingin mengatakan sesuatu, Ia mengambilkan kursi untuk nya malah memberikan kursi mewahnya untuk Anna, Anna tak heran lagi dengan perbuatan Adi itu yang ingin membuat duduknya nyaman supaya tidak bosan menunggunya padahal hanya 5 menit saja.
"5 menit ya sayang?". pinta Adi memelas mengecup punggung tangan Anna.
"iya". jawab Anna dengan senyuman.
wajah ramah Adi tadi langsung berubah saat menatap kamera laptopnya, Ia sedang melakukan Meeting Online.
Anna memperhatikan raut wajah suaminya, sungguh Anna tidak pernah melihat wajah sang suami yang seperti itu, apa karna Adi sangat mencintainya? Anna tidak tau, tapi yang jelas Anna bahagia bersama suaminya tidak peduli dengan penilaian orang terhadap sang suaminya yang dinilai punya wajah galak itu.
5 menit pun berlalu, Adi menutup laptopnya dengan tenang lalu wajahnya berubah lembut ke Anna.
"ada apa sayang? apa yang ingin disampaikan Istriku ini sampai mau menungguku selesai bekerja hmm?". tanya Adi dengan gemas mengelus pipi Anna.
"huh..? Anak kembar kita minta sekolah". jawab Anna dengan raut wajah serius.
"hmm? tapi bukankah berita sudah beredar kalau sekarang lagi musim penculikan anak hmm?". Adi juga memasang raut wajah serius.
"itu maka nya, aku tau lagi musim penculikan anak". jawab Anna juga meraup wajahnya frustasi.
"ada apa sayang? kenapa kamu seperti ini?". tanya Adi memegang tangan Anna sambil menggeleng kepalanya tak suka Anna melukai diri sendiri.
mereka bercerita tentang musim penculikan anak yang hampir saja menculik Ren dan Rose beruntung saja kedua anak kembar itu pandai berkelahi dengan otak yang terlalu encer, Ren dan Rose sudah besar saja berani di culik orang apalagi jika anak sekecil anak kembar 3 Anna.
.
.
.
__ADS_1