
" Jadi gitu... " ucap Chirs dengan panjang lebar
Sheila hanya mengedipkan matanya beberapa kali
" Ngomong ngomong nikahnya mau kapan nih! " tanya Kevin yang sudah tidak sabaran
" Bisa aja lu tong! orang baru aja ngelamar! " seru Chirs
Sheila dan Dirga yang kini duduk bersebelahan saling menatap muka, muka Sheila sontak memerah ketika Dirga mengangkat kedua sudut mulut nya
Tangan Dirga memanjang merangkul kesayangannya
" Secepatnya kan sayang? " ucap Dirga menatap Sheila
Muka Sheila sontak memerah karena ucapan Dirga
" Aduh uda malam kalian gak ke kamar? " ucap Dirga menatap teman temannya
Mereka menatap Dirga tersenyum kemudian berjalan masuk ke dalam kamar
" Nah sekarang kan uda gak ada orang " ucap Dirga memeluk Sheila dari samping menyandarkan kepala Sheila ke bahunya
" Gimana tadi? " tanya Dirga
Sheila menaikan bola matanya menatap Dirga " Apanya? "
" Pura pura jatuhin diri dari balkon "
" Gak lucu tau! " oceh Sheila
Dirga tertawa melihat muka Sheila yang cemberut dengan mulutnya yang di monyongkan
" Janji sama aku lain kali gak gitu lagi! "
" Hmm iya janji, manis banget sih Sheila ku " ucap Dirga menyubit pipi Sheila
" Janji ya! " Sheila mengulurkan jari kelingkingnya kepada Dirga dan langsung dibalas oleh Dirga
kini kedua jari kelingking mereka saling mengait
" Sheila... " panggil Dirga
" Hm? "
Dirga menatap Sheila dengan serius
" Sheila..ak aku boleh cium gak? " tanya Dirga
Sheila menganggukan kepalanya mengiyakan permintaan Dirga, setelah di izinkan Dirga dengan perlahan mencium dahi sheila berlangsung ke pipi Sheila kemudian Dirga langsung mencium Sheila di mulutnya
Ciuman mereka yang berlangsung dengan santai dan sensual, suasana yang tenang, perlakuan Dirga yang mencium Sheila dengan perlahan menjadi agresif Dirga bermain lidah dengan Sheila
Dirga melingkarkan tangannya di pinggang Sheila menciumnya dengan semakin dalam dan panas , Sheila yang meletakan tangannya di leher Dirga
Selang beberapa detik Dirga melepaskan ciuman nya kemudian memandang Sheila yang masih terengah engah mengambil nafas
Dirga mengangkat kedua sudut bibirnya tersenyum licik memandang Sheila, ibu jari nya menyelusuri bibir Sheila " Apasih! " ucap Sheila membuang muka
Dirga menarik dagu Sheila membuatnya menatap Dirga " Kamu manis aku jadi gak tahan buat godain kamu " ucap Dirga tersenyum
Sheila langsung membuang muka karena saking malunya untuk menatap muka Dirga kemudian berdiri dari posisi duduknya
__ADS_1
" Kamu mau kemana? " tanya Dirga menarik tangan Sheila
" Aku mau ke kamar dulu " ucap Sheila
" Ngomong ngomong disini masih ada kamar kosong kan? " tanya Dirga
" Kenapa? " ucap Sheila menatap Dirga dengan muka nya yang masih memerah
" Mau tidur sama kamu lah menangnya mau apa lagi? " ucap Dirga tersenyum jahil
" DIRGA MESUM! " teriak Sheila berlari pergi darinya
Dirga tersenyum dan memegang mulut nya
" Manis " gumam Dirga sambil tersenyum
SEDANGKAN ITU DI SISI LAIN
Telepon genggam Mia yang terus terusan berbunyi membangunkan nya Mia memanjangkan tangannya meraih handphone yang terletak di meja
Ia menatap layarnya yang tertulis 'mama' disana, Mia langsung mengambil posisi duduk dan membuka lampu tidurnya
" Hallo " ucap Mia
Mia terdiam mendengar suara yang berada entah di sebrang mana
" Oh...gak usah ma, kalau mama cuman mau ngomong itu mama gak perlu nelpon tinggal ngabarin aja lewat chat , kalau gitu Mia mau tidur dulu, mama yang berbahagia ya disana " ucap Mia kemudian menutup telepon nya secara sepihak
Mia kemudian melihat pesan masuk yang belum terbaca olehnya pesan yang dikirim oleh nomor yang tidak dikenal dengan isi yang tertulis jam dan alamat suatu tempat yang harus ia kunjungi ketika pulang membuat Mia langsung mengetahui siapa pengirimnya
" Sheila belum kembali ya..." gumam Mia kemudian berjalan keluar
" Ughhh dingin " ucap Mia mengigil
" Kalau uda tau dingin kenapa masih keluar " ucap seseorang dari belakang, Mia langsung menoleh ke arah sumber suara
" Andy! " ucap Mia ketika melihat Andy berdiri menyandar di dinding
" Kamu ngapain disini? " tanya Andy
" Cari angin , kamu sendiri ngapain? "
Andy berjalan ke arah Mia " Tadi aku mau minum tapi aku ngelihat kamu keluar jadi aku ngikutin deh " ucap Andy dengan santai
" Terus kenapa keluarnya lewat belakang? "
" Kalau dari depan kan ngeganggu orang yang lagi romantis romantisan diluar " ucap Mia tersenyum
" Dingin ya "
" Iya "
" Gimana kalau aku peluk? " ucap Andy melebarkan kedua tangannya
Mia sontak terkejut kemudian tersenyum berjalan ke dalam dekapan Andy pelukan yang begitu hangat itu yang dipikirkan Mia
" Lagi ada masalah ya? " tanya Andy
Mia mengeleng-geleng kan kepalanya " Gak ada kok "
" Jangan bohong" ucap Andy
__ADS_1
" Gpp kok cuman masalah kecil yang belum bisa aku terima " ucap Mia tersenyum tipis
" Aku gak suka kalau kamu nunjukin ekspresi palsu " ucap Andy membuat Mia terkejut
" Maksudnya? "
" Aku lebih suka kamu tersenyum dengan lugas dan lebar tapi bukan senyuman palsu yang memperlihatkan seolah-olah kamu baik baik aja,
Jadi kamu bebas kok mau menangis, marah atau berteriak sekalipun dihadapan aku. asalkan aku gak mau kamu nunjukin ekpresi yang penuh kebohongan "
Mia menatap Andy kemudian " Ah.. dasar kamu! suka banget sih bikin aku jadi rapuh " ucap Mia memeluk Andy dengan erat
" Jadi ada masalah apa? "
" Bukannya tadi aku uda bilang cuman masalah kecil yang belum bisa aku terima? "
" Aku gak suka dengan jawabannya " ucap Andy meletakan dagunya di kepala Mia
" Memang mau jawaban yang gimana? "
" Jawaban yang berisi dengan 5w+1h "Ucap Andy
" Gak mau ah " ucap Mia dengan nada yang jahil
" Kenapa gak mau! "
" Merepotkan " ucap Mia menguap
" Huaaa aku mengantuk, kayaknya bentar lagi mau ke kamar Sheila udah balik belum ya? kayaknya uda deh soalnya tadi ada suara teriakan " sambung Mia
Andy menatap Mia yang sedang mengoceh hal hal yang tidak ada kaitannya dengan perbincangan mereka entah itu tentang kupu kupu yang tiba tiba saja melewari mereka ataupun tentang pasir di pulau yang begitu putih serta pohon yang begitu hijau
" Lagi lagi begini " ucap Dirga dalam hati
DISISI LAIN SETELAH MIA MEMATIKAN TELEPON NYA
*HAINAN 22:41
Di sebuah rumah yang luas dengan pemandangan dari kaca yang begitu luas dan besar dengan ruangan gelap yang memencarkan sedikit cahaya
Seorang wanita paruh baya yang tidak terlihat dengan jelas wajahnya duduk di kasur dengan diam sambil menatap sebuah foto
" 怎么样?( Gimana? ) " tanya seorang pria yang berbaring disamping wanita tersebut
Wanita paruh baya tersebut menghela nafas panjang " 还是和昨天一样 (masih sama saja kayak kemarin) "
Pria yang sedang berbaring itu kemudian memeluk wanita paruh baya tersebut
" 原来他和你一样 ( ternyataa sifat nya sama seperti kamu ya )
.
.
.
BERSAMBUNG 🌻
JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN FAV NOVEL AUTHOR🌻
JAGA KESEHATANYA YA💜
__ADS_1