
" Naiklah." kata Rio.
" Tidak, Tuan terima kasih." kata Sinta sambil tersenyum.
" Aku mohon sekali ini, kau kan besok tidak akan ke kantor ku lagi." kata Rio dengan wajah memelas.
" Baiklah, " jawab Sinta dan dia langsung membuka pintu mobil dan sudah duduk.
" Kenapa kau tidak pamit kepada ku?" tanya Rio.
" Maaf Tuan, aku tidak kepikiran." jawab Sinta dengan nada ketus.
" Apa cinta Dito begitu kuat kepada mu?" tanya Rio.
" Maksud Tuan?" tanya Sinta yang langsung mengerutkan dahinya.
" Sampai-sampai kau tak bisa aku taklukan." kata Rio yang langsung memandang Sinta dengan intens.
" Tuan sebaiknya anda fokus menyetir saja." kata Sinta mengalihkan pembicaraan.
Gang rumah Sinta belum sampai, namun Rio langsung meminggirkan mobilnya ke arah kiri.
" Masih jauh Tuan." kata Sinta.
Rio langsung membuka seat belt dan mendekati Sinta. Tangannya menahan pintu mobil agar Sinta tidak keluar.
Sinta pun menjauhkan wajahnya yang hampir berdekatan dengan Rio.
" Tuan apa yang akan kau lakukan?" panik Sinta.
" Kenapa kau tidak bisa melupakan Dito?" tanya Rio dengan menatap tajam mata Sinta.
Sinta menatap mata Rio penuh ketakutan, satu tangan nya yang ingin membuka pintu di tahan oleh tangan Rio. Sedangkan yang satunya pun berada dalam genggaman tangan Rio sebelah kiri. Dirinya terkunci oleh tubuh Rio, dia tak bisa berontak karena tempat yang sempit.
Dengan pasrah Sinta pun memejamkan kedua matanya.
Rio tak tega melihat mata Sinta yang terpejam, dan dia hanya mengecup bibir Sinta.
__ADS_1
Sinta langsung membuka kedua matanya, dan melepaskan genggaman tangannya lalu mendorong tubuh Rio dengan sangat keras.
Dengan sangat panik Sinta mencoba membuka seat belt yang melingkar di badannya.
" Maafkan aku, Sinta." kata Rio yang mencegah Sinta untuk keluar dari mobilnya.
Rio mengunci otomatis dari arah pintu mobilnya, dan semua pintu terkunci.
" Aku ingin turun, turunkan aku." teriak Sinta.
" Dengarkan aku, lupakan Dito." kata Rio yang memegang bahu Sinta.
" Lepaskan aku." teriak Sinta.
" Tidak akan ada yang mendengar, karena mobilku kedap suara. Dan kaca depan pun kelihatan hitam. " kata Rio dengan senyum licik.
Lalu Sinta pun terdiam, dan menyandarkan tubuhnya ke jok mobil. Dan menghela nafas dengan perlahan, mencoba menenangkan diri.
" Tuan, aku tidak pernah mencintai mu. Dan jangan pernah berharap." kata Sinta.
" Apa aku harus menyerah?" tanya Rio. " Apa alasan mu ?" tanya Rio.
" Tapi Dito sudah pergi." kata Rio.
" Dia akan kembali untuk menagih janjinya padaku." kata Sinta.
" Apa?" kata Rio yang tertegun mendengar penuturan Sinta. " Jadi kalian punya perjanjian?"
" Kau tidak perlu tahu, jadi sebaiknya turunkan aku." kata Sinta dengan tegas.
" Baiklah, dan ini berkas laporan magang mu." kata Rio yang memberikan map sneilhekter berwarna merah kepada Sinta.
" Sudah ku tanda tangani."
" Mana berkas punya teman-teman ku ?" tanya Sinta.
" Biar mereka ambil ke kantor." kata Rio yang langsung membuka kunci.
__ADS_1
" Sekarang keluar lah." kata Rio dengan wajah sinis.
Lalu Sinta membereskan berkas dan mengambil tas yang jatuh ke bawah. Sinta pun langsung membuka pintu mobil dan keluar.
Rio langsung pergi meninggalkan Sinta dengan wajah muram.
" Kring, kring..."
terdengar bunyi ponsel milik Sinta.
Sinta langsung mengambil ponselnya yang berada di saku bajunya.
" Dito." gumam Sinta yang langsung mengusap layar ponsel dan menjawab panggilan dari Dito
" Halo, Dit." sapa Sinta.
" Assalamu'alaikum," suara Dito.
" Oh iya, assalamu'alaikum." jawab Sinta dengan tersenyum.
Sinta berjalan ke arah menuju gang rumahnya, jaraknya hanya beberapa meter dari tempat Rio menurunkan nya.
" Sin, kamu lagi dimana?"
" Aku----"
" Memang ada apa?"
" Aku sudah di depan gang rumah mu."
Langkah kaki Sinta pun terhenti, sesaat pandangannya melihat ke arah gang rumahnya. Dan terlihat Dito sudah berdiri di sana dengan motor yang terparkir di sebelah gang.
Sinta pun menghampiri Dito dengan wajah antara terkejut dan bahagia.
Dari arah sebaliknya, melintas mobil Rio. Dan Rio melihat Sinta, yang sedang bersama Dito di depan gang rumahnya.
-
__ADS_1
-
Dukung terus karya author dengan cara like, vote dan berikan komentarmu.