CINTA SMA

CINTA SMA
extra part 34


__ADS_3

"Kuharap Tuhan mempertemukan kita lagi untuk mempersatukan, bukan untuk memisahkan kembali."


Ucapan sendi barusan cukup membuat Mei kembali terdiam. sedalam inikah cinta pria itu untuknya?


Mei kembali mengerutkan keningnya saat pria itu menengadahkan sebelah tangannya di depannya. "Mana ponselmu?" Seperti terhipnotis, Mei menurut dan merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel dan memberikannya pada pria itu.


Dirinya melihat pria itu tengah mengetikkan sesuatu pada ponselnya, dan setelah pria itu mengembalikan ponselnya, dirinya langsung menyadari bahwa pria itu sudah membubuhkan nomor ponsel di HP-nya.


"Kalau ada apa-apa, kau bisa menghubungiku." Setelah Sendi mengatakan itu, ia melangkahkan kakinya pergi dari hadapan Mei dan kembali masuk ke dalam kafenya.


*****


Lamunan Mei seketika membuyar saat dirinya menyadari ponselnya yang ada di atas tempat tidur bergetar. segera dirinya meraih ponselnya dan mendapati seseorang tengah menghubunginya.


"Roy," gumamnya saat ia membaca nama yang tertera di layar ponselnya. dengan malas dirinya menekan ikon berwarna hijau dan mendekatkan benda pipih itu di daun telinganya.


"Ada apa?"


"Cepat datanglah kemari! kau ini darimana saja? aku sudah menelpon mu berkali-kali, tapi kau tidak mengangkatnya sama sekali,"


"Kemarin kan aku sudah bilang padamu, aku tidak menerima bookingan lagi. lagipula sekarang ini aku sudah dapat pekerjaan baru. jadi mulai sekarang jangan menghubungi ku lagi."


"Aku tidak bisa membiarkanmu karena aku masih membutuhkan mu Mei. ini adalah kesempatan emas buatmu. kali ini klien kita tidak hanya ingin kamu temani minum saja, tapi juga ingin kamu menemaninya satu malam, Mei. dia akan membayar mu mahal,"


"Maaf, Roy. tapi aku bukanlah wanita murahan yang memberikan kesucian ku pada orang asing. kau tau bukan, jika aku bekerja di tempatmu itu hanya sekedar menemani klien untuk minum saja, dan tidak lebih." Mei menegaskan Ucapnya dengan nada yang sedikit tinggi dari sebelumnya. kemudian, ia memutuskan sambungan telepon itu secara sepihak. mei tau jika apa yang di kerjakannya selama ini adalah salah, tapi sama sekali dirinya tidak pernah menjual harga dirinya hanya demi uang.

__ADS_1


Mei kembali meletakkan ponselnya di atas tempat tidur, membiarkan ponsel itu tergeletak di sana. cukup lama ponsel Mei bergetar tanda ada panggilan masuk, namun sama sekali Mei tak mengambilnya untuk mengangkat panggilan itu.


Entahlah, kenapa kali ini dirinya begitu gelisah. sejak pertemuannya beberapa jam yang lalu dengan Sendi membuat sekelebat kepingan masa lalu semakin menghantuinya. kepalanya benar-benar pusing.


Hingga dirinya memutuskan untuk beranjak berdiri meninggalkan kamarnya, lalu ia berjalan keluar rumah dan melangkahkan kakinya tak tentu arah. entahlah, kakinya seperti ingin melangkah ke suatu tempat, namun dirinya tak tau ke tempat apa.


Cukup lama ia berjalan menyusuri jalanan yang nampak sepi, hanya beberapa kendaraan saja yang kadang lewat. hingga kini langkahnya terhenti tepat di danau kota. entahlah kenapa tiba-tiba ia menghentikan langkahnya di tempat ini.


"Sendi," gumamnya pelan. ia tak tau kenapa ia menyebut nama itu. bibirnya bergetar, isakan tangis mulai terdengar walau lirih. semakin lama kepingan masa lalu itu Mei ingat.


Dia adalah malaikat yang di turunkan ke bumi untuk menjaga cinta pertamanya, Sendi. hingga takdir menumbuhkan cinta di hati keduanya, selalu bersama menyelesaikan masalah dunia. hingga puncaknya, seseorang mengetahui identitasnya sebagai malaikat, membuatnya lupa ingatan dan melupakan cinta pertamanya.


Seharusnya dia menghilang dari bumi ketika seseorang itu mengetahui identitasnya sebagai malaikat. namun ia masih tak mengetahui, bagaimana bisa ia masih berada di bumi ini.


"Darimana kamu tau aku ada di sini?" Tanya Mei dengan kedua alis yang bertaut.


Tara tak menghiraukan pertanyaan dari gadis di sebelahnya. ia melanjutkan kalimat sebelumnya. "Tanpa aku sadari sebelumnya, ternyata aku memiliki rasa terhadapnya, hingga membuatku buta dan mencoba untuk menyingkirkan mu dari kehidupannya." Sekian lama Mei terdiam mencoba untuk mencerna ucapan Tara yang tiba-tiba, kini ia mulai mengerti apa yang sekarang ini sedang gadis itu bahas.


"Segala cara aku lakukan agar kau pergi dari kehidupan pria itu. namun takdir berkata lain, meski sekarang aku berubah menjadi manusia seutuhnya, ternyata pengorbananku selama ini sia-sia. sampai saat ini dia tidak memiliki rasa terhadapku," Tara menatap wajah Mei yang juga tengah menatapnya serius.


"Pemilik hatinya tetaplah kamu, Mei," Kini air matanya yang sempat ia tahan, akhirnya luruh membasahi pipinya. "Maafkan aku karena telah egois. aku membenci diriku yang seperti ini, Mei,"


"Kau tau jika ingatanku telah kembali?" Tanya Mei yang langsung mendapat anggukan pelan dari Tara.


"Aku senang karena kau telah menyadarinya," sambungnya.

__ADS_1


"Aku juga senang karena kau telah mengingatnya." Yang jelas itu bukan suara Tara. asal suara itu tepat di belakang Mei dan tara hingga mereka berdua menoleh bersamaan ke sumber suara.


"Sendi, Seno," pekik Mei saat mengetahui Sendi dan Seno yang berdiri tak jauh dari tempatnya. kemudian sendi dan Seno melangkahkan kakinya mendekat.


Mei menghampiri sendi dan memeluknya erat dengan isakan tangis yang mulai terdengar walau samar.


"Maafkan aku karena terlalu lama membuatmu menunggu," ujarnya di sela-sela tangisnya.


"Tapi sekarang aku sudah merasa bahagia karena kamu telah mengingatnya Mei." Sendi membelai rambut Mei yang tergerai.


Sendi mengusap pipi Mei yang basah, membuat Mei tersenyum penuh rasa syukur. namun perlahan senyuman itu semakin memudar saat dirinya teringat sesuatu.


Mei sedikit memutar lehernya menoleh ke arah Seno yang juga tengah menatapnya. ada rasa bersalah yang tiba-tiba hinggap di hatinya.


"Jangan khawatirkan aku. aku lebih mudah untuk membuka hati pada orang lain. berbahagialah kalian." Mei mencoba untuk mencari kebohongan di sana, namun ia tak menemukannya. pria itu benar-benar tulus mengatakannya.


******


*Selesai atau tidaknya sebuah cerita, semua akan berakhir sama. dibaca dan di lupakan.


maaf jika aku lama Hiatus dan baru melanjutkan "Cinta SMA" hari ini. dan terima kasih atas dukungan yang kalian berikan, membuatku semangat dalam menulis karya di sini.


Namun setelah tamatnya novelku ini, aku tidak akan membuat karya lagi disini. dan aku sudah memutuskan untuk pindah platform di Aplikasi kuning. di sana aku udah punya 1 karya berjudul "Bully" dengan nama pena "Maulani frastya".


Bagi kalian yang berkenan, kalian bisa cek novelku "Bully" di Aplikasi kuning, dan beri dukungannya agar aku tambah semangat lagi. see you, dan terima kasih untuk semua*.

__ADS_1


__ADS_2