CINTA SMA

CINTA SMA
bab 43


__ADS_3

malamnya sendi dan Seno pun masuk ke kamar sendi.mereka berdua hendak tidur berbagi ranjang.


"apa kau sudah menghubungi orang tuamu?,"tanya sendi yang tengah berbaring di samping Seno.


"orang tua yang mana? ibu kandung apa ibu tiri? ayah tiri atau ayah kandung?,"ucap Seno malas.


"kau beruntung punya ibu lebih dari satu, sementara aku,aku tak punya satupun,"ucap sendi datar.


"kau bukannya tidak punya orang tua,tapi kau saja yang tidak mau bertemu dengan ayahmu,"ucap Seno melirik ke arah sendi yang tengah menatap langit-langit kamar.


"kembalilah ke ayahmu,kau lebih membutuhkan nya daripada aku,"lanjut Seno datar.


"aku tidak akan hidup bersama dengan orang yang sudah membunuh kakak ku,"ucap sendi dengan mengepalkan tangannya geram.


"dia tidak sengaja melakukan itu,"ucap Seno.


"tapi tetap saja dia yang sudah menabrak orang yang paling aku sayangi,"jawab sendi.


sendi pun melempar ponselnya ke arah Seno.


"hubungi orang tuamu sekarang kalau kau menginap di rumahku malam ini, jika tidak lebih baik kau pulang sana,"ucap sendi datar.


“Aku ingin membuat mereka menunggu sekali saja, karena selama ini aku yang selalu menunggu mereka.”ucap Seno menahan sedihnya.


"hari ini adalah hari bahagia ayah kandungku.karena mereka sudah melangsungkan pernikahan nya. Jadi hari ini merupakan hari yang membuat aku menjadi kacau,"ucap Seno lirih.


"tidurlah,karena dengan tidur akan membuatmu sedikit membaik,"ucap sendi lalu ia memejamkan matanya.


"mau kemana?,"ucap sendi ketika melihat Seno beranjak dari tidurnya.


"kamar mandi,"ucap Seno singkat sembari melempar bantalnya tepat di wajah sendi.


"sialan,"ucap sendi kepada Seno yang usil itu.


setelah itu,sendi pun mengambil ponselnya dan tampak menghubungi seseorang.


"halo pak,maaf malam-malam seperti ini mengganggu.tapi saya hanya memberi tau saja kalau anak bapak si Seno sedang menginap di rumah saya malam ini,"ucap sendi.


setelah pak Johan mengiyakannya,sendi pun menutup teleponnya kasar.


ia mulai memejamkan matanya agar tertidur.

__ADS_1


saat Seno keluar dari kamar mandi,Seno melirik ke arah sendi yang berada hadapan nya itu.ia melihat sendi yang sudah tertidur pulas.seno tidak bisa tidur saat ini,jadi ia pun turun ke bawah untuk mengambil air putih di dapur kafe.


"kau lapar?,"tanya mei ketika ia mendapati Seno yang berada di dapur.


"sedikit,"ucap Seno singkat.


"baiklah,kau duduklah di meja.aku akan membuatkan kau dan sendi nasi goreng spesial,"ucap mei tersenyum.


"sendi sudah tidur,"ucap Seno.


"ya sudah kau duduklah di sana,aku akan memasakkan nasi goreng untuk kita berdua saja,"ucap mei.dan Seno pun hanya mengiyakan kata-kata mei dan langsung duduk di kursi kafe sembari menunggu mei yang tengah memasak.


beberapa menit kemudian mei pun menuju ke tempat Seno berada sambil membawa nampan berisi 2 piring nasi goreng dan 2 gelas es jeruk manis.


setelah meletakkan makanan di meja,mei pun duduk berhadapan dengan Seno.


"ayo cobalah,"ucap mei tersenyum dan Seno mengiyakannya.


lalu mereka berdua pun memakan nasi goreng itu.


saat Seno menyantap nasi goreng itu satu sendok,ia merasakan aneh pada makannya itu.tapi ia masih tetap memakannya sampai habis.


"bagaimana?, kau menyukainya?," tanya mei tersenyum ke arah seno.


"itu khusus untukmu karena itu adalah nasi goreng.....,"ucap mei terputus ketika melihat kulit tangan Seno yang memerah karena Seno garuk.


"astaga,kenapa gatal sekali,"ucap Seno merintih menahan kulit kedua tangannya yang gatal dan perih.


mei yang panik itu pun mengambil salep yang ada di kamarnya,lalu mengoleskan salep itu di kulit tangan seno.


"apa nasi goreng ini ada udangnya mei,"ucap Seno yang masih merintih.


"iya, apa kau alergi udang sen?,"tanya mei panik.


dan Seno hanya menganggukkan kepalanya.


"Astaga maafkan aku sen,aku benar-benar tidak tahu,"ucap mei lalu melanjutkan mengoles krim itu.


"tidak apa-apa,ini juga salahku karena aku tidak memberitahu mu,"ucap Seno tersenyum.


"maaf aku sudah membuatmu seperti ini,kau jadi sakit gara-gara aku.mudah-mudahan sakitmu ini segera membaik,"ucap mei tersenyum.

__ADS_1


"aku ingin sakit lebih lama mei,karena dengan aku sakit,kau jadi lebih memperhatikan ku,"ucap Seno menatap mei dalam.


mei yang mendengar ucapan Seno barusan itu benar-benar membuatnya terkejut.


“mei..aku sudah cukup lama menunggu ayahku bahkan hingga hari ini. Itu artinya aku cukup bagus untuk perkara tunggu menunggu.”ucap Seno masih menatap mei.


mei memilih tak menjawab dan berdiri, tapi Seno dengan cepat memegang tangan mei.


“Aku berusaha tak tersenyum meski saat kau tersenyum padaku, aku juga berusaha tak menjawab saat kau mengajakku bicara. Aku selalu mengatakan pada diriku untuk melakukan itu, tapi aku tak pernah bisa melakukannya meski hanya sekali saja. Jadi aku akan menunggumu mei.”ucap Seno lirih.


“Menunggu seseorang yang tak pernah kembali itu adalah hal yang sulit. Namun menunggu seseorang yang akan datang padamu, itu sangat menyenangkan” Jawab mei menatap kedua mata Seno bergantian.


"dan aku memintamu untuk tidak menungguku sen.sekarang tidurlah ini sudah malam,"lanjut mei lirih lalu ia langsung masuk ke dalam kamar meninggalkan Seno sendirian.


tak menunggu lama Seno pun pergi ke kamar sendi untuk tidur.


keesokan harinya mei bangun pagi-pagi sekali untuk menyiapkan sarapan untuk sendi,Seno dan dirinya sendiri.


saat mei akan menghidangkan makanan di meja makan,ia melihat sendi yang tengah turun dari tangga dan menghampiri mei dengan tersenyum.


"pagi,"ucap sendi lalu duduk di meja makan dan di susul oleh mei duduk di samping sendi.


"juga,mana Seno?,"tanya mei celingukan mencari sosok Seno yang belum muncul.


"dia sedang mandi,"ucap sendi singkat.


“sen ada yang belum aku katakan padamu. Kamu akan selalu percaya pada apa yang ku katakan dan kulakukan-kan? Kamu tahu...aku sebenarnya... ”ucap mei terputus saat sendi memotong pembicaraan mei.


“Jangan bilang apa-apa. Aku tak peduli, siapa dirimu dan darimana kamu. Jadi tetaplah disisiku.”ucap sendi menatap kedua mata mei dalam.


mei menganggukkan kepalanya mengerti lalu ia tersenyum ke arah sendi.


dan seketika itu sendi mendekatkan dirinya


lalu mencium bibir mei cukup lama.mei kaget dengan apa yang sendi lakukan,tapi ia tidak menolaknya.dan saat mereka berdua berciuman itu Seno hendak turun,dan ia melihat mereka yang sedang berciuman.


"bahkan dia tidak menolaknya,"batin Seno.


Seno yang melihat pemandangan tidak bermutu itu langsung kembali ke atas dan masuk ke kamar sendi lagi.


sendi yang sudah cukup lama mencium mei itu pun langsung menjauhkan tubuhnya dari mei,mereka merasa canggung dan terlihat salah tingkah.

__ADS_1


love


maulani safitri


__ADS_2