CINTA SMA

CINTA SMA
Trik Rio


__ADS_3

Persis jam sepuluh, Sinta sudah sampai di toko kue.


Dia menaruh kuenya di depan toko, karena dia harus bersih-bersih terlebih dahulu.


" Sin, ayah baru aja dapat order " kata ayah Sinta yang baru saja mendapatkan orderan ojek online.


" Iya, Yah." kata Sinta yang sudah membuka toko.


Dari jauh terlihat Rio yang sedang memperhatikan Sinta.


Jantungnya berdetak," Dag, dig, dug, ser...!"


" Apakah Sinta akan menerimaku?" kata Rio yang takut di tolak kehadirannya oleh Sinta.


Rio menenangkan diri sejenak, hampir setengah jam dia berada di dalam mobil.


Sinta melihat jam di tangan nya, sudah hampir jam sebelas.


" Kok yang pesan kue belum datang, ya!" gumam Sinta yang sudah berada di dalam tokonya.


" Tak, tak, tak..." bunyi sepatu milik Rio sudah terdengar di depan pintu toko.


Sinta dengan sigap pun menuju depan pintu toko. Dia langsung berjalan menuju pintu, untuk menyambut customer yang datang.


" Sin, " sapa Rio yang sudah berada di depan pintu.


" Anda, tuan!" kata Sinta yang terkejut dengan kedatangan Rio.


" Jangan panggil aku, Tuan!" ujar Rio.

__ADS_1


" Ada urusan apa anda datang ke sini?" tanya Sinta dengan memalingkan wajahnya.


" Aku ingin mengambil pesanan ku." sahut Rio.


" Pesanan?" ucap Sinta seraya mengerutkan dahinya.


" Iya, brownies buatan kamu." kata Rio, " Apa kau tidak menyuruh ku masuk?" tanya Rio sambil tersenyum.


" Tunggu aja disitu, biar aku ambilkan." kata Sinta dengan nada ketus.


" Sinta.." panggil Rio dan langsung menarik lengan Sinta.


Sontak Sinta langsung berbalik dan menghadap Rio.


" Kau mau apa Tuan?" tanya Sinta yang melepaskan tangan Rio yang memegang lengannya.


Sinta pun terdiam, " Aku akan ambilkan pesanan anda." kata Sinta.


Sinta langsung mengambil pesanan milik Rio yang dia taruh di atas meja.


" Ini pesanan anda." kata Sinta yang sudah memberikan sepuluh box kue brownies buatan nya.


Rio mengambilnya pesanan nya, dan langsung menuju depan toko.


Rio berdiri di depan toko membagikan kue brownies yang telah di beli. Setiap pengunjung yang melintas di depan toko dia berikan satu box. Sambil mempromosikan jualan kue milik Sinta.


" Maaf, bu. Ini brownies untuk ibu dan anak-anak. Yang buat gadis cantik di dalam toko. Kalau mau pesanan silakan aja datang ke toko ini " kata Rio sambil memberikan sekotak brownies kepada seorang ibu dengan tiga orang anak.


" Terima kasih ya, Mas. Semoga tambah berkah rejeki nya Dan makin awet sama pacarnya." kata Ibu-ibu bersama ketiga anaknya yang ingin berkunjung ke taman wisata satwa.

__ADS_1


" Ish.." pandangan mata Sinta terlihat nyinyir melihat Rio.


" Brak..."


Sinta menutup pintu tokonya. Dia tidak ingin di sebut pacaran dengan Rio oleh orang-orang yang lewat.


Rio terlihat kecewa dengan sikap Sinta, namun dia tetap berusaha. Karena dia yakin wanita mudah sekali terbawa perasaan jika laki-laki terus menggoda nya.


Cuaca terlihat sudah gelap, seperti nya hujan akan turun. Sinta masih asyik chating dengan teman-temannya. Mereka sedang pergi touring ke rumah Terry.


Sinta tidak bilang kalau Rio datang ke tokonya. Bisa-bisa mereka yang sudah setengah perjalanan akan balik lagi.


Box brownies yang berada di tangan Rio sudah hampir habis dia bagikan.


" Mau apa dia sebenarnya, kenapa dia bagi-bagikan brownies ke orang-orang?" gumam Sinta.


Terlihat hujan pun turun setitik demi setitik. Kue di tangannya sudah habis. Rio pun berteduh di depan toko kue Sinta.


Lama-lama hujan turun semakin deras, hati Sinta pun merasa iba melihat Rio yang berada di depan tokonya.


" Masuklah, " kata Sinta yang membukakan pintu tokonya.


" Terima kasih." ucap Rio yang langsung masuk ke dalam toko sambil mengusap-usap lengannya yang terkena air hujan.


-


-


Silakan like dan komen ya!

__ADS_1


__ADS_2