
Tara melihat punggung Sendi, Seno, dan Danu yang mulai menghilang dari jangkauannya. dirinya tampak membuang nafas dengan kasar dan terlihat mata sayunya yang tersirat akan kerinduan.
"aku merindukanmu....," Tara memejamkan kedua matanya berusaha menenangkan dirinya yang terlihat begitu kacau karena pria itu telah membuatnya berantakan seperti ini.
"aku berada di sini karena dirimu," Tara masih tetap di posisinya yang berdiri dengan memejamkan kedua matanya mencoba untuk menahan agar air matanya tidak jatuh.
namun itu tak berlangsung lama saat ada yang memegang lengan Tara lembut, Tara langsung membuka kedua matanya dan terkesiap akan keberadaan Bu Susi yang ada di sampingnya.
"ada apa denganmu Tara?," tanya Bu Susi dengan nada yang bersahabat namun berhasil membuat Tara begitu gugup.
"eummm ti-tidak apa-apa Bu, saya baik-baik saja," Tara mencoba untuk menepiskan senyum manisnya agar Bu Susi tidak berpikiran yang bukan-bukan.
"bibirmu yang mengatakan kalau kau baik-baik saja, namun hatimu berkata hal lain. dari tadi aku melihatmu terus memandangi Sendi, apa kau memiliki perasaan padanya?," ucap Bu Susi dengan masih menatap lekat kedua mata Tara.
"a-apa yang Bu Susi bi...." ucapan Tara terhenti ketika Bu Susi langsung menyela perkataannya.
__ADS_1
"tidak perlu berbohong, aku tau itu. dari matamu saja sudah menjawab semuanya," Bu Susi menepiskan senyumnya mengerti.
"maafkan saya karena telah lancang menyukai anak Bu Susi," Tara menundukkan kepalanya karena begitu malu karena telah lancang memiliki rasa terhadap anaknya.
"apa yang kau katakan itu? cinta itu akan hadir meski tanpa ijin dari tuannya, cinta tumbuh tanpa kita sadari. dan aku tidak mempermasalahkan dirimu jika kau menyukai Sendi, karena kau punya hak untuk mencintai siapapun itu. tapi ingatlah, cintai sewajarnya saja," tutur Bu Susi.
"iya Bu," ucap Tara dengan membalas senyuman Bu Susi.
"kapan kau masuk sekolah Tara?," tanya Bu Susi.
Bu Susi memang sudah bilang ke Tara waktu interview kemarin kalau gaji nya akan di berikan perhari. jadi saat jam kerja part time Tara sudah habis, Bu Susi akan memberikan gajinya secara cash sore itu juga. meskipun gajinya tidak seberapa, namun itu sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhannya.
"astaga, kenapa kau tidak mengatakan hal ini pada ibu Tara. baiklah, kau tunggu di sini dulu, ibu akan kemari lagi," setelah Bu Susi mengatakan itu, ia pun langsung berjalan naik ke tangga untuk menuju ke kamarnya. dan tak beberapa lama ia tampak kembali di hadapan Tara dengan membawa beberapa potong pakaian seragam sekolah. lalu Bu Susi menyodorkan baju seragam itu pada Tara.
"ini adalah baju seragam sekolah wanita yang ada di lemari Tyas, kakak Sendi. pakailah ini di sekolah dan kau tidak perlu membeli seragam lagi. simpan uang gajimu untuk membeli keperluan lain," ucap Bu Susi dengan menepiskan senyumnya.
__ADS_1
mata Tara terus menatap ke arah beberapa potong baju seragam yang ada di tangannya ini.
"memangnya ini baju siapa Bu? kenapa ibu bisa memiliki baju seragam wanita? anak-anak ibu kan laki-laki semua," Tara tampak mengerutkan keningnya bingung karena setau Tara, Bu Susi tidak memiliki anak perempuan. ia hanya memiliki dua anak dan itu pun semuanya pria.
"tidak mungkin kalau salah satu dari anak Bu Susi memakai baju seragam sekolah wanita ini kan? jelas-jelas tadi aku melihat sendiri kalau Sendi dan Seno memakai seragam laki-laki. tapi kenapa Bu Susi punya baju seragam ini?" gumam tara dalam hati. Tara masih tampak serius mengamati beberapa seragam yang tergantung indah di tangannya ini.
-
-
-
Hay reader jangan lupa beri dukungan novelku lewat like, coment, poin and koin.
gampang kok caranya, kalian bisa lihat di pojok bawah kiri ada simbol 👍, lalu kalian tinggal tekan aja. setelah itu kalian bisa beri novelku ini berupa coment kritik yang membangun, coment memberikan saran atau pun sekedar saling mengenal saja juga bisa. lalu kalian bisa beri novelku dengan poin yang jelasnya sangat gratis dan mudah untuk di dapatkan. jangan pelit-pelit readers, karena dengan adanya dukungan kalian aku bisa merubah moodku yang awalnya jelek menjadi baik lagi karena dukungan kalian. thanks karena kalian selalu menyuport nona.....
__ADS_1
thanks you so much.