CINTA SMA

CINTA SMA
extra part 2


__ADS_3

lalu sendi pun berjalan gontai menuju ke rumah.


di kafe, sendi melihat banyak pengunjung yang datang. lalu dengan segera sendi membantu ayah dan ibunya di dapur masih menggunakan seragam sekolah nya. sendi juga melihat Seno tengah sibuk di kasir.


"nak, ganti bajumu itu dulu lalu makan siang. kau pasti lapar," ucap Bu susi pada sendi.


"aku sudah makan siang di sekolah tadi Bu, dan aku nanti saja ganti bajunya," ucap sendi tersenyum.


"hem, baiklah jika seperti itu," ucap Bu susi mengiyakan.


lalu sendi pun membantu mengantar makanan ke meja pemesannya.


setelah Seno tadi sibuk mengasir, saat ada luang Seno pun membantu sendi mengantar makanan itu ke meja pembeli


kebanyakan para pembeli yang datang adalah anak sebaya mereka. jadi begitu para wanita melihat sendi dan Seno, ingin sekali rasanya mereka mencubit pipi sendi dan Seno karena gemas.


"astaga, mimpi apa aku semalam sampai-sampai aku bisa bertemu dengan pria-pria kece badai ini," ucap salah satu pembeli itu.

__ADS_1


lalu saat sendi mendekati meja para wanita-wanita alay itu untuk mengantar makanan, salah satu dari mereka pun bersuara.


"hai," ucap wanita itu dengan suara yang terkesan di buat manis dan manja berharap untuk membuat sendi meliriknya.


tapi sayangnya sendi merasa jijik jika wanita itu berbicara dengan nada yang di buat-buat.


"apa ada yang bisa saya bantu nona?," ucap sendi memasang wajah ramah karena bagaimanapun juga wanita itu adalah seorang pembeli.


"boleh aku meminta nomor telepon mu?," tanya wanita itu dengan gaya genit.


"untuk apa nona?," ucap sendi masih bersikap ramah walaupun sebenarnya sendi muak dengan wanita-wanita yang ada di hadapannya itu.


"ohh, baiklah nona," ucap sendi tersenyum lalu ia menyebutkan digit angka nomor telepon nya.


sedangkan wanita itu segera mengambil ponsel yang ada di tas selempang nya dan mulai memencet-mencet layarnya.


dan teman-teman wanita itu sangking penasaran, mereka menatap ponsel temannya itu.

__ADS_1


"ishhh.... beruntung sekali Mia bisa mendapatkan nomor telepon pria tampan itu," gumam salah satu teman wanita itu yang tak lain bernama Mia. dan temannya yang lain saling berbisik-bisik merencanakan sesuatu.


iya, mereka berencana meminta nomor telepon sendi setelah Mia mendapatkannya.


"oke, terima kasih. aku akan mencoba menghubungi mu sekarang," ucap wanita itu girang lalu ia mencoba menghubungi nomor telepon yang telah sendi sebutkan tadi. dan mia mulai meletakkan ponselnya itu di daun telinganya.


teman-teman di sebelah Mia begitu antusias sekali ketika Mia mencoba menghubungi nomor telepon sendi.


suara dering telepon mulai berbunyi, namun suara dering itu bukan berasal dari saku sendi, melainkan telepon rumah yang berada di meja kasir. semua wanita itu tak terkecuali Mia melongo. setelah itu Mia pun menurunkan ponselnya yang tadi menempel di daun telinganya.


:D


:D


:D


readers, jangan lupa beri like, coment, poin and koin untuk mendukung novel ini ya.

__ADS_1


love


m a u l a n i s a f i t r i


__ADS_2