
"tidak,aku tidak akan memukulmu sekarang. nanti saja kalau kau membuat ulah, baru akan aku pukul," ucap Mei menyeringai.
"hey, kau mengancamku?," ucap Sendi menatap Mei sinis.
Mei tak menjawabnya, ia hanya tersenyum lebar karena ia senang melihat Sendi yang tidak bersedih lagi.
"kita berdua akan menjalankan kafe ini bersama-sama," ucap Mei tersenyum.
"kalau dikerjakan berdua pasti akan lebih mudah," lanjut Mei.
"kau terus saja menyela dan mengambil kesempatanku," ucap Sendi bersungut kesal.
"kesempatan apa?," tanya Mei tak mengerti.
"kesempatan untuk melindungi mu," ucap Sendi tersenyum.
"terserah mu saja lah. lebih baik lagi kalau kita berdua saling melindungi," ucap Mei.
"hemm, aku benar-benar merindukan lesung Pipit mu ini," ucap Mei gemas lalu mencubit kedua pipi Sendi.
"sudahhh, ini sakit," ucap Sendi meringis karena Mei terlalu kuat mencubit pipi nya.
"hehehehe," mei tertawa tanpa dosa sampai Sendi menekuk wajahnya kesal.
lalu mereka berdua pun membuat telor dadar dan sambal bawang untuk sarapan mereka.
setelah selesai memasak, mereka pun membawa makanan yang sudah di sajikan menuju meja makan untuk mereka santap.
"kau tidak sekolah?," tanya Sendi ketika melihat Mei yang tidak memakai baju seragamnya.
"untuk hari ini tidak, karena hari ini aku berencana untuk membuka kafe agar menghasilkan uang buat keperluan kita sehari-hari," ucap Mei masih melanjutkan makannya tanpa menoleh ke arah Sendi.
"baiklah, tapi mulai besok kita buka kafe sehabis pulang sekolah saja. agar paginya kita bisa masuk ke sekolah," ucap Sendi.
"hem, baiklah," ucap Mei lalu kembali memakan sarapannya.
setelah sarapan mereka pun lanjut bersih-bersih kafe. dan Mei pun berjalan ke arah pintu kaca kafe, lalu memutar nama
close menjadi open.
tidak beberapa lama, ada 2 laki-laki paruh baya masuk ke dalam kafe dan memesan 2 burger, 1 kentang goreng, dan 2 kaleng minuman soda. Mei dan Sendi pun melayani mereka dengan gembira karena ini adalah pembeli pertama mereka.
__ADS_1
lalu setelah pesanannya jadi, Mei pun memberikannya kepada 2 laki-laki paruh baya itu.
"selamat menikmati," ucap mei tersenyum manis.
"terima kasih," ucap laki-laki itu bersamaan.
semakin lama pengunjung pun semakin berdatangan. Sendi dan Mei pun sampai kewalahan karena banyaknya pengunjung yang datang. Sendi pun melihat jam tangan yang melingkar di tangannya.
"jam 13.00," gumam sendi.
lalu ia pun merogoh sakunya untuk mengambil ponsel dan menelpon Danu.
"kau sudah pulang sekolah?," tanya Sendi kepada Danu yang ada di seberang telepon.
"okok, kemarilah bantu aku dan Mei di kafe. banyak pengunjung yang datang ke kafe. aku dan Mei sampai kewalahan," ucap Sendi. setelah Danu mengiyakannya, Sendi pun menutup teleponnya.
tak beberapa lama kemudian Danu pun datang dan tanpa basa-basi langsung membantu Mei dan Sendi di dapur.
"sekarang kau merasa lebih baik sobat?," ucap Danu ketika sudah berada di dapur.
"seperti yang kau lihat sekarang," ucap Sendi yang masih sibuk memasak nasi goreng pesanan.
"okok baguslah," ucap Danu singkat lalu membantu mei mengupas bawang.
Mei mengerutkan keningnya bingung, "bergulat? aku tidak bergulat, tapi aku sedang memasak Danu," ucap Mei polos.
"Hem m m....kau ini cantik-cantik tapi oon nya itu Lo gak ketulungan. ya maksudku itu sekarang kau semakin pandai memasak," ucap Danu gondok.
"ohhh, yah itu berkat buku resep dari kak Tyas, jadi aku semakin bisa untuk memasak," ucap meyi tersenyum.
"ya ya ya ya ya ya ya ya," ucap Danu malas.
"kenapa kau tak menjengukku?," tanya sendi yang masih menggoreng nasi goreng itu.
"hei kecebong, sudah dua kali aku datang kesini. tapi aku hanya bertemu dengan Mei saja waktu itu. dan saat aku ke kamarmu, kau masih tetap saja tidur. tanya saja pada Mei," ucap Danu kesal dengan teman satunya ini.
"yah, sudah dua kali Danu kemari dan membawakan makanan untuk kita. dan kau sen, kau harus berterima kasih pada sahabat mu ini," ucap mtei yang masih sibuk mengupas bawang dan tak menoleh Sendi.
"yah, kau memang sahabat terbaikku. tapi sayangnya kau B O D O H,"ucap sendi yang mengeja kata bodoh sambil tertawa mengejek.
"menyebalkan sekali kau bocah tengil," ucap Danu kesal lalu melingkarkan tangannya ke leher Sendi hendak bergulat. tapi dengan cepat Sendi menepisnya.
__ADS_1
"hei berhentilah, pesanan kita masih banyak," ucap Mei kesal.
kedatangan Danu benar-benar membuat pekerjaan Mei dan Sendi semakin ringan. tidak sia-sia Sendi menyuruh Danu untuk membantunya mengurus kafe kak tyas. memang terkadang otaknya rada eror, tapi dia adalah teman yang setia kawan. selalu ada saat sahabatnya susah sekalipun....karena itulah sendi senang bertemu dan berteman dengan bocah tengil itu......
-
-
-
-
note author
tengkyu buat kalian yang sudah nyumbangin poin kalian buat novelku ini.kalo ada koin bisa juga di sumbangkan di novelku ini,hehehehe.
kalian baca novelku aja aku dah seneng kok,apalagi kalau di kasih like, coment, poin and koin pasti aku akan lebih senang lagi, he he he he....
kalo kalian masih bingung cara kasih poin and koin,kalian bisa lihat di chapter aku yang judulnya "cara memberi koin and poin" guys.
beri dukungan novelku ini ya readers agar dapat berkembang biak wkwk wkkwk wkwk....
tengkyu atas dukungan dari kalian semua,tanpa dukungan kalian aku ini bukan apa-apa tau.
oh iya,kalo bisa kalian juga beri coment di bawah ini tentang asal usul kalian ya.aku penasaran banget dari mana aja sih readers ku..hehehehe.....sekedar kenalan aja kok,aku gak bakal ngapa-ngapain wkwk wkwk wkwk...
dan satu lagi yang harus selalu aku ingetin.
30-03-2020....
pesan dari negara,
"di rumah aja, jangan kemana-mana.karena penyakit covid-19 atau virus Corona sedang merajalela di dunia.
biasakan cuci tangan, mandi 2× sehari, dan jaga kebersihan diri dan lingkungan untuk menghindari virus.
sampaikan kepada ayah,ibu,kakak,adik dan dan keluarga terdekat.karena ini bukanlah lelucon, tapi.... benar-benar virus yang sangat mematikan...wabah dunia....
semoga penyakit yang menebar di seluruh dunia ini bisa hilang......aminnn n n n n n n n n
lovee e e e e e e e e e e e e e e e e e e e e e e e
__ADS_1
M A U L A N I. S A F I T R I