CINTA SMA

CINTA SMA
extra part 9


__ADS_3

"kau memang menyebalkan, dasar kecebong," tubuh Seno sebagian terlihat basah karena ulah Sendi yang menyipratkan air ke tubuhnya tadi. Seno pun berlari dan menceburkan diri untuk menghampiri Sendi yang tengah asyik menertawainya.


brrrrr


angin yang berhembus kencang pun tambah membuat tubuh kedua pria ini kedinginan setelah menceburkan diri ke sungai yang airnya pun juga dingin.


"astaga dingin sekali airnya," keluh Seno.


"hahahaha... tapi enak bukan?," ledek Sendi dengan menyipratkan air lagi ke tubuh Seno.


"bahkan kita tidak bawa baju ganti, bisa-bisa kita masuk angin nanti," Seno melipat kedua tangannya di depan dada dan terlihat tubuhnya kini yang menggigil kedinginan.

__ADS_1


"sudah, ayo kita naik," Sendi naik ke dasar sungai dan Seno pun mengikuti langkahnya. sebenarnya Sendi masih ingin berenang di sungai itu, apalagi sungainya yang airnya masih terjaga membuat mata tak bosan memandang. tapi ia takut jika lama-lama berendam di sungai nanti akan masuk angin, jadi Sendi dan Seno pun berjalan gontai untuk pulang ke rumah.


"kau ini memang keterlaluan Sen. kalau kau ingin berendam, kau kan bisa melakukannya di kamar mandi. lihatlah kita sekarang malah basah kuyup seperti ini dan di lihat banyak orang," Seno terus meracau karena tindakan Sendi yang menurutnya sangatlah konyol itu. dan sekarang saat mereka berjalan beriringan di pinggir jalan raya, banyak pasang mata yang tengah melihat ke arah mereka dengan tatapan aneh.


Sendi tak menggubris perkataan Seno. ia terus menatap ke depan dengan cuek tak peduli, padahal ia juga mengetahui banyak pasang mata yang tengah menatap mereka berdua dengan tatapan aneh.


tiba-tiba Seno dan Sendi menghentikan langkahnya karena seseorang yang memakai seragam sekolah menghalangi jalannya.


"tapi, kalau kalian habis kehujanan, itu tidak mungkin karena dari tadi pagi tidak hujan Sama sekali," lanjut Danu dengan mengernyitkan keningnya bingung.


"kau itu memang banyak tanya, kau kan tau kalau banyak bertanya itu akan sesat di jalan," ucap Sendi asal. setelah Sendi mengatakan itu, ia pun melangkahkan kedua kakinya lagi untuk pulang. Seno hanya menggeleng-gelengkan kepalanya akan ucapan Sendi yang konyol tadi.

__ADS_1


"dasar gila, semakin banyak bertanya itu akan semakin pintar. dasar sinting," umpat Danu yang matanya masih menatap punggung Sendi yang semakin lama semakin menghilang.


"tapi jika orang sepertimu itu kalau banyak bertanya tidak akan ada habis-habisnya juga," imbuh Seno yang sedari tadi hanya diam. lalu Seno pun juga melangkahkan kakinya meninggalkan Danu yang masih setia berdiri dengan menatap Seno sebal.


"kalian berdua itu memang benar-benar menjengkelkan, tunggu aku," Danu berlari ke arah Seno dan mulai mensejajarkan dirinya untuk mengimbangi langkah Seno.


*****


Sendi sampai di kafe terlebih dahulu, ia langsung naik ke tangga untuk menuju ke kamar mandi membersihkan tubuhnya sekaligus menghangatkan tubuhnya yang mulai menggigil kedinginan dengan air hangat. tadi saat ia masuk ke dalam kafe, ia tak melihat pak Johan di sana. Sendi hanya melihat seorang wanita yang sedang sibuk membersihkan salah satu meja. tapi Sendi tak melihat wajah wanita itu karena wanita itu memunggungi dirinya. Sendi menyangka pasti wanita itu adalah orang yang kemarin melamar pekerjaan di cafe ini.


setelah sudah cukup lama Sendi berendam di bathtub dengan menggunakan air hangat, ia pun keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk kecil yang melekat di punggungnya, selebihnya ia telanjang dada.

__ADS_1


Sendi berjalan menuju lemarinya dan mengambil baju seragam sekolahnya lalu memakainya.


__ADS_2