
keesokan harinya mei dan sendi berangkat ke sekolah,sebelumnya mei membuat sarapan untuk mereka berdua.telor bumbu merah dan ikan goreng sudah mei persiapkan di atas meja.saat mei akan naik ke atas untuk memanggil sendi di kamar,ternyata sendi sudah turun duluan dan akhirnya pun mereka berdua duduk berhadapan dan memakan sarapan yang telah mei siapkan tadi.
"semakin kau pandai memasak,semakin membuatku senang makan di rumah,"ucap sendi tersenyum.
"yah,aku akan semakin semangat untuk belajar masak lagi agar kau semakin suka makan masakan ku,"ucap mei tersenyum.
"anak pintar,ayo percepat makanmu,takut telat, teman-teman pasti akan merindukan kita,"ucap sendi.
mei hanya mengangguk mengiyakan.
setelah sampai di kelas,mei pun melihat Seno yang sedang duduk di bangkunya.mei pun melambaikan tangannya ke arah Seno dan Seno membalasnya dengan senyuman tipis.
dan saat sinta melihat sendi yang hendak duduk di bangkunya sebelah Seno,Sinta melambaikan tangannya ke arah sendi tapi sendi hanya melihatnya dan tak menggubris.sinta pun hanya tersenyum kecut saat tidak di respon oleh sendi.mei duduk di sebelah sinta.
saat bel berbunyi tanda masuk,semua siswa duduk di bangku masing-masing dan masuklah pak Johan ke dalam kelas untuk mengajar pelajaran olahraga.
"untuk hari ini kita belajar olahraga di kelas saja,tidak perlu di lapangan karena lapangannya masih digunakan anak kelas 10,"ucap pak Johan tegas.
saat pak Johan menatap sendi yang juga tengah menatapnya,ada rasa bersalah yang muncul di hati pak Johan karena insiden waktu itu.tapi pak Johan tidak ingin mencampurkan masalah pribadi dengan pekerjaannya.ia terus melanjutkan mengajarnya.lalu di tengah pelajaran pak Johan menyuruh semua siswa untuk pindah bangku sesuai yang pak Johan perintahkan.karena memang setiap 1 bulan sekali pak Johan menyuruh anak-anak untuk pindah bangku dengan teman bangku yang berbeda.ia melakukan itu karena bertujuan supaya anak-anak tidak bosan duduk dengan teman sebangkunya yang hanya itu-itu saja.
saat giliran sendi tiba,pak Johan menyuruh sendi untuk duduk sebangku dengan sinta,Seno duduk sebangku dengan mei,dan danu Duduk sebangku dengan Miko.
setelah 2 jam pak Johan mengisi pelajaran di kelas,ia pun menyuruh semua siswa untuk istirahat karena sebentar lagi bel akan berbunyi.sendi pun keluar kelas untuk pergi ke toilet.sementara mei dan Seno tetap setia di bangkunya.
di toilet sendi sedang mencuci wajah dan sedikit membasahi rambutnya dengan air di wastafel.setelah itu sendi pun pergi hendak menuju kelasnya.
di koridor sekolah sendi bertemu dengan pak Johan yang hendak menuju ke ruang guru.saat jarak mereka semakin dekat,pak Johan pun menggenggam erat lengan sendi agar sendi menghentikan langkahnya.
suasana di koridor sekolah itu sepi,hanya beberapa orang saja yang berlalu lalang.
"sendi,"ucap pak Johan sambil menatap mata sendi.
sendi diam tak bergeming,ia hanya menatap pak Johan nanar.
"mungkin ini bukanlah hal yang mudah untukmu,maafkan aku sendi atas insiden itu,"ucap pak Johan lirih.
sendi masih diam tak merespon ucapan pak johan.ia masih sangat kecewa karena pak Johan lah yang membuat kak Tyas pergi meninggalkan nya.meskipun pak Johan sudah bertanggung jawab atas segala perbuatannya dengan membayar semua biaya rumah sakit dan biaya pemakaman kak Tyas,itu tak menjamin sendi dengan mudah memaafkan kesalahan orang yang sekarang ini ada di depannya.
saat pak Johan menatap cincin yang melingkar di jari sendi,ia sangat terkejut karena sendi masih memakai cincin pemberian darinya itu.
"kau masih menyimpan cincin ini?,"ucap pak Johan kemudian.ya,dulu sewaktu sendi masih kecil,pak Johan memberikan cincin ini kepada sendi.pak Johan menjadikan cincin itu sebagai bandul di kalung karena cincin itu untuk sebenarnya untuk orang dewasa,lalu ia pun memakaikan kalung berbandul cincin itu di leher sendi.
"aku senang kau masih menyimpan kenangan dari ayahmu itu,"ucap pak Johan tersenyum kecut.
"ke-kenapa anda bisa tau cincin ini dari ayah saya,"ucap sendi akhirnya.
"yah,karena akulah ayahmu,"ucap pak Johan.
"apa maksud anda?,"tanya sendi yang masih tak percaya dengan apa yang pak johan katakan.
"aku adalah ayahmu,orang yang tak pernah kau lihat,"ucap pak Johan lirih.
"kenapa kau.....,"sendi diam tak melanjutkan kata-katanya,karena ia begitu bingung.
"yah,aku adalah ayahmu.aku tau kalau kau adalah anakku ketika aku melihat wajah kakakmu saat aku menabraknya waktu itu.yang kui ingat hanyalah wajah tyas saja karena aku meninggalkannya saat dia masih SMP.maaf karena aku tak mengenali anakku sendiri,"ucap pak Johan.
"kenapa baru sekarang kau bicara seperti ini?,dimana kau dulu-dulu?,"ucap sendi pelan tapi penuh dengan penekanan karena ia setengah menahan amarahnya.
"aku sudah mencari ibumu,kakakmu,dan dirimu.tapi aku benar-benar kehilangan jejak kalian,"ucap pak Johan.
__ADS_1
sendi langsung meninggalkan pak Johan yang tengah menatapnya sedih.ia benar-benar masih belum percaya akan semua ini.karena itulah ia pergi dan menuju ke kelasnya.
Dino sedang ada di kantin untuk mengambil minuman di kulkas kantin dan sudah mengambil minuman yang ingin dibelinya, tapi Miko dan kawan-kawannya datang dan mengambil minuman dino.
"kenapa kau hanya diam?,cepat kau ambil lagi
2 minuman untuk aku dan Pungky,"ucap dika menjitak kepala Dino.
"kau ini ketua kelas tapi lembek seperti bekicot,"ucap Pungky meledek hingga mereka bertiga tertawa.
suasana di kantin itu masih sepi,maka dari itu mereka berani melakukan pembulian di kantin.
Walau dengan wajah takut-takut, Dino memberanikan diri untuk menatap mereka satu persatu.
"seharusnya kalian belilah minuman sendiri di kantin,"ucap Dino tapi masih dengan takut takut.
"apa aku salah dengar?,"ucap Miko dengan nada kesalnya.
“Jika ga punya uang, ya jangan minum” Ucap dino penuh keberanian.
dino pun langsung pergi. miko yang kesal langsung memukul kepala kedua anak buahnya itu yang ga becus mengurus Dino si bekicot itu sampai dino berani melakukan perlawanan.
"kalian itu sama seperti dirinya,bodoh,"ucap Miko kesal kepada Pungky dan dika.lalu Miko pun meninggalkan mereka berdua.
di kelas saat jam istirahat seno melihat mei yang tengah tertidur pulas menghadapnya.seno melihat setiap inci wajah mei yang terlihat makin manis ketika dia sedang tertidur.seno pun bergantian melihat ke arah sendi yang tengah sibuk memainkan ponselnya.
“Dia menyakitimu tiap hari, tapi kenapa kau menyukainya? Apa yang kamu suka darinya? Lalu jika aku yang menyakitimu, apa kau juga akan menyukaiku?” batin Seno kecewa.
entahlah,dia benar-benar kecewa akan dirinya sendiri karena mei tidak menyukainya seperti dia menyukai sendi.
mei pun mengerjapkan kedua matanya dan melihat Seno yang terus menatapnya.
"yah,aku begadang,"ucap mei lalu ia merenggangkan otot-otot nya.
"jika kau masih mengantuk,kau bisa tidur lagi,"ucap Seno.
"tidak,aku sudah tidak mengantuk,"ucap mei tersenyum.
saat itu pula mei dipanggil oleh sekerumunan teman perempuan nya agar berkumpul dengan mereka dan salah satunya ada Sasa di sana.sasa pun menyuruh mei untuk mencoba handbody pemutih yang baru di belinya kemarin.
"kulitmu pasti akan putih jika setiap hari memakai handbody milikku ini,"ucap Sasa sambil memberikan handbody di tangan mei.
mei menengadahkan tangannya dengan senang hati karena sekarang teman-temannya tidak membencinya lagi.
lalu Sinta pun menghampiri kerumunan itu dan bilang ingin mencoba handbody milik Sasa.
"aku akan membelikan kalian handbody persis seperti ini satu-satu besok,"ucap Sinta tersenyum sambil menengadahkan tangannya hendak meminta handbody milik Sasa.
Sasa yang mengerti maksud Sinta pun langsung memberikan handbody nya ke tangan Sinta dengan mengecrutkan sangat banyak hingga handbody di telapak tangan Sinta tak dapat menampung lagi.
"kau harus sering-sering memakai handbody ini agar pikiranmu juga jernih,"ucap Sasa menyindir.
yah,semenjak insiden Sinta memfitnah mei melalui perantara Miko, teman-teman sekelasnya begitu membenci sinta. sampai-sampai mereka tidak ingin berdekatan dengan seorang penebar fitnah.termasuk Sasa,sahabat dekatnya sendiri.
Sasa berkata kalau dia tidak ingin berdekatan dengan orang penebar fitnah.sinta yang mendengar sindiran itu pun merasa sedih sekaligus kecewa karena sahabat dekatnya sendiri yang mengatakan hal itu di depannya.
mei yang melihat raut wajah Sinta yang sedih itu pun merasa kasihan.
"untuk yang piket hari ini,pak Johan menyuruh kalian untuk pergi ke lapangan,"ucap Dino ketua kelas.
__ADS_1
yah,yang piket hari ini adalah sendi,mei,Sinta,dan dino.akhirnya mereka pun pergi ke lapangan sesuai perintah pak Johan.
-
-
-
-
Hay readers jangan lupa beri dukungan untuk novelku ini dengan cara memberi like, coment,poin and koin agar author tambah semangat lagi dalam menulisnya.
dan tak lupa aku ingatkan lagi,
*di rumah aja*....karena lingkungan di luar rumah sedang tidak baik dikarenakan adanya virus Corona.
ada beberapa pantun nih khusus buat kalian.
bubur nasi bubur olahan
di makan bersama ikan bakar
libur ini untuk menjaga kesehatan
jangan sampai engkau tertular.
kunang-kunang berterbangan
bersinar terang berkilauan
tenang dan waspada selama liburan
belajar juga jangan dilupakan
ibu Pergi membeli ikan patin
di masak untuk bekal sekolah nana
cuci tangan secara rutin
agar terhindar dari virus Corona
pergi ke pasar dengan Nana
perginya ke pasar naik scuter
jika menemukan gejala Corona
bisa langsung cek ke dokter
uji nyali ke rumah angker
saat buka pintu malah pada bubar
jika keluar rumah pakailah masker
supaya virus tidak menyebar
love
__ADS_1
maulani safitri....