CINTA SMA

CINTA SMA
Petualangan Rio part 2


__ADS_3

" Permisi, maaf apa masih buka?" Tanya Rio dengan suara yang sopan.


Tidak biasanya dia harus ketoko kue yang kecil. Padahal dia selalu membeli kue di toko Mayorstik. Atau membeli kue di mall besar dengan logo SredTalk. Tapi semuanya demi cinta kepada Sinta.


" Mau cari apa, Mas?" Tanya wanita separuh baya yang masih terlihat cantik seperti Sinta dengan suara yang lembut.


" Mau cari brownies coklat, Bu!" sahut Rio seraya melirik ke dalam etalase.


" Oh brownies coklat sudah habis, Mas. Soalnya anak saya bikin nya cuma sepuluh box hari ini." Tutur mama Sinta.


" Oh, jadi yang bikin brownies itu Sinta!" guman Rio dalam hatinya.


" Iya, Mas. Mau pesan yang lain?" Tanya mama Sinta sambil menunjukkan kue yang masih tertata di etalase.


" Kira-kira besok bisa gak saya ambil?" Tanya Rio yang berbasa-basi.


" Oh bisa, Mas. Kebetulan anak saya yang jaga, mau berapa box, biar besok langsung di buatin." kata mama Sinta dengan antusias.


" Mmmm...." Rio sedang berpikir, Sebenarnya dia sedang melakukan hal konyol. Dia akan memesan kue untuk siapa. Rio masih terus berpikir.


" Sepuluh box bisa besok?" tanya Rio.


" Bisa, Mas. Mau diambil jam berapa?" Tanya mama Sinta.


" Jam sepuluh." jawab Rio.

__ADS_1


" Oh baik, Mas. Besok akan saya suruh anak saya buatin pagi-pagi." Kata mama Sinta, " Atas nama siapa Mas?" tanya mama Sinta sambil mengeluarkan catatan memo dan mengambil pulpen.


" Atas nama.. " Dia masih berpikir lagi, kalau seandainya dia menyebutkan nama Rio, pasti Sinta tidak akan membuatkannya.


" Dewa, jam sepuluh saya ambil." Ucap Rio yang asal menyebut, " Ini saya bayar sekarang ya, Bu!" kata Rio yang menyerahkan beberapa lembar uang pecahan seratus ribu.


" Wah, Mas ini kebanyakan." kata mama Sinta.


" Sisanya buat ibu, buat nambahin beli telor." kata Rio sambil tersenyum, " Saya permisi dulu ya, Bu. Besok saya kesini jam sepuluh." Ucap Rio.


" Terima kasih ya, Mas!" sahut mama Sinta.


Dan Rio berjalan menuju mobilnya, dia terlihat bahagia dengan ide nya barusan. Salah satu ide yang membuat dia akan bertemu lagi dengan Sinta.


Rio pun melajukan mobilnya meninggalkan toko kue milik Sinta.


" Ih, ayah. Salah orang kali, pemuda yang kayak gitu mah banyak. Ganteng dan macho. " puji mama Sinta yang langsung duduk di sebelah suaminya.


" Oh, jadi ayah gak ganteng sama gak macho?" Ledek ayah Sinta dengan wajah yang cemberut


" Ih ayah, udah tua masih aja ambekan!" canda mama Sinta yang langsung memeluk lengan suaminya, " Yah, anter mama belanja pesenan, biar besok Sinta langsung bikin kuenya." Kata mama Sinta yang langsung berdiri dan masuk ke dalam toko nya.


Mama Sinta pun merapikan tokonya dengan memasukan kue yang ada di etalase dipindahkan ke dalam lemari.


Setelah merapikan toko, mereka langsung menuju pasar terdekat.

__ADS_1


Mama Sinta pun menghubungi Sinta melalui handphone nya.


" Halo, assalamu'alaikum Sinta." kata mama Sinta.


" Iya, Ma. Wa'alaikum salam ada apa?" tanya Sinta.


" Besok kamu gak kemana-mana kan?" tanya mama Sinta.


" Enggak, Ma!" jawab Sinta.


" Oh syukur lah." kata mama Sinta seraya tersenyum


" Memang ada apa, Ma?" tanya Sinta


" Besok mama ada pesenan brownies sepuluh box, dan jam sepuluh diambil. Sekarang mama lagi belanja sama ayah." ucap mama Sinta memberi kabar.


" Oh iya, Ma. Besok Sinta akan bangun pagi." jawabnya.


" Assalamualaikum." ucap mama mengakhiri pembicaraan.


" Wa'alaikumsalam." jawab Sinta.


Lalu mama menutup sambungan telepon seluler nya.


-

__ADS_1


-


Jangan lupa like dan vote ya!


__ADS_2