CINTA SMA

CINTA SMA
kedekatan#2


__ADS_3

Devano :"hallo"


aku:"iya ada apa"


Devano :"kamu sibuk ngak"


aku:"enggak kok,emang kenapa"


Devano :"kamu suka novel?"


aku:"suka itu termasuk hobiku hehehe"


Devano :"beli novel yuk"


aku:"ha?


Devano :"aku otw ya


menanyakan tanpa aku menjawab iya atau tidak itulah sifat Devano.Akhirnya aku siap siap dan bergegas keluar dari kamar tanpa kusadari ternyata adikku sudah lama berdiri didepan pintu kamar ku kuyakin pasti dia munguping pembicaraan aku dengan Devano


Rara :"mau kemana"


aku :"beli buku emang napa tumben tanya"


Rara :"ngak boleh kah nanya!!-_


aku:"ngak boleh Bocil"


Rara :"ikut dong"(sambil memohon)


tiba tiba kakak ku datang


Nisa :"eh jangan ikut nanti kamu cuma jadi obat nyamuk lohh"(sambil tertawa)


Rara:"oh iya nanti aku cuma jadi obat nyamuk ya(sambil tertawa)


aku:"berisik dehhhh"(sambil ngegas)


Rara dan Nisa :"hahahaha"(ketawa sampai terbahak bahak)


aku langsung keluar dan Devano sudah menunggu ku didepan pintu


devano :"hai"(sambil tersenyum)


aku:"hai juga"


*aku :gila* Devano ganteng banget hari ini "(dalam hati sambil tersenyum menatap Devano)


Devano:"apanya yang lucu?"


aku:"oh gapapa kok"


aku menuju ke mobil Devano,lalu Devano membukakan pintu mobil untuk ku


Devano:"silahkan tuan putri"(sambil tersenyum)


aku:"terimakasih tukang gombal*"


aku pun dan Devano tertawa bersama an


diperjalanan


Devano :"kamu lebih suka novel romantis apa horor"


aku:"lebih suka romantis sih, eh tapi tergantung mood sih hehehe"


Devano :"emang ya cewek susah dimengerti"


aku:"enggak kok kata siapa"


Devano:"iya iya"


setelah sampai di toko


aku dan Devano memilih novel aku pun agak tidak percaya jika Devano menyukai novel dan aku melihat salah satu novel yang keren tapi sayang nya uang ku habis untuk membeli skincare.


aku:"huh sedih nya" (sambil menatap


novelnya)


setelah Devano selesai memilih dia menuju kekasir dan aku menunggu nya diluar pintu.Dan Devano mengajak ku kecafe di cafe dia menatapku dan yang aku kaget dia berbicara


Devano:"setiap aku melihat mu,wajah mu itu mengingatkan seseorang yang aku kenal"(dengan ekspresi muka sedih)


sebenarnya aku ingin menanyakan seseorang yang Devano katakan tetapi aku tidak ingin melihat Devano tambah menjadi sedih.


tiba tiba ada notif dari Nisa yaitu kakakku


Nisa :"jangan lama lama!!"

__ADS_1


aku:"iya bawel"


beberapa jam kemudian aku sampai di rumah aku keluar dari mobil tetapi


Devano:"tunggu"


aku:"apa?"


devano:"ini buat kamu"


dan ternyata Devano membeli kan aku novel yang aku ingin kan tadi


aku:"ndak usah"


Devano:"ini sebagai perkenalan kita ambillah(sambil memaksa)


aku:"yaudah aku ambil makasih ya Devano (sambil tersenyum)


Devano :"iya sama sama (sambil mencubit pipiku)


aku:"ih (sambil cemberut)


Devano:"habis pipimu kayak squishy sih"


aku keluar dari mobil


aku:"hati hati dijalan ya"


Devano:"iya bawel"


aku masuk kerumah langsung menuju kamarku setelah sampai dikamar aku berbaring dan aku masih memikirkan siapa seseorang yang Devano bicarakan yang wajah nya seperti aku disitu aku penasaran


dan akhirnya aku memutuskan untuk melupakan tetapi sulit.


aku:"oh ya lebih baik aku membaca novel yang diberikan oleh Devano "


beberapa menit kemudian


gila cerita nya bagus dua gadis kembar yang terpisah sedih bangey ending nya.


esoknya


setelah selesai menata buku seperti biasa,aku keluar dari kamar dan seperti biasa bel rumah berbunyi ku yakin pasti itu Dinda


Dinda :"good morning"


aku dan Dinda berjalan bersama an entah kenapa tumben Dinda mengajak ku berjalan tidak seperti biasanya yang menggunakan angkutan.


sesampainya disekolah


aku langsung menuju kekelas


aku:"Din"


Dinda :"apa"


aku:"tumben tadi kamu minta jalan kaki"


Dinda:"gapapa"


akhirnya aku dan Dinda menonton pertandingan basket,disana Devano melihat ku dengan senyum man yang menatap ku dengan cool.


Dinda :"tu Devano mau istirahat sehabis main basket beliin minum tu"


aku:"kok aku"


Dinda :"cepetan!!!"(sambil memaksa)


Akhirnya aku membelikan minuman dan memberikan nya dan ku tahu susah sekali untuk menemui Devano karena banyak sekali cewek cewek yang ingin memberikan Devano minuman, akhirnya aku ngak jadi memberikan minuman untuk nya tetapi ada yang memanggil dan mendekati ku yaitu Devano


Devano:"Olin"


aku :"eh Devano"(agak gugup)


Devano :"kamu lagi ngapain kok disini"


aku:"emm sebenarnya mau ngasih ini ke kamu tapi ngak jadi"


tiba tiba Devano merebut minuman yang ada ditanganku dan meminum nya


Devano :"makasih ya "


aku:"eh sama sama "


tiba tiba ada Dinda


Dinda :"cieeeee"


aku:"Dinda !!!!

__ADS_1


aku pun dan Dinda ke kelas melanjutkan pelajaran aku selalu memikirkan siapa seseorang yang Devano bicarakan


akhirnya bel pulang berbunyi


aku dan Dinda pulang bersama an tetapi tumben Dinda mengajak ku pulang dengan jalan kaki aku ingin tau alasan Dinda tidak ingin pulang menggunakan angkutan setau aku Dinda tu benci dengan olahraga maupun berjalan kaki


aku:'din!!


Dinda :"apa sih aku lagi main game cacing ni"


aku:"kalok jalan tu jangan sambil main hp dong nanti jatuh Lo"


Dinda :"iya bawel"


aku:"eh ada tukang eskrim tu didepan beli yukk"


Dinda :"enggak ah"


aku:"tumben "


Dinda :"gapapa"


aku :"ayolah aku beliin nih mau ngak"


Dinda :"enggak"


aku pun terbingung tumben Dinda ngak mau eskrim ada apa sama dia, akhirnya kita berpisah untuk kerumah masing masing.


aku pun langsung masuk ke kamar dan tertidur karena kelelahan.


beberapa menit ada notif dari Dinda dan aku pun terbangun karena dia mengespam chat


isi dari chat nya yaitu


Dinda :"Olin (20×)


Dinda :"aku sedih ni "


Dinda :"aku mau curhat tentang pacar ku"


aku:"kamu kenapa kok sedih,curhat apa?


Dinda :"pacar ku tu ngekang aku dia pokok nya ngatur ngatur aku,aku dah ngak kuat sama sikapnya itu"


aku :"mendingan kita telfon aja ya biar enak curhat nya "


akhirnya kita bertelepon berjam jam


ternyata Dinda tadi tu lagi mau diet padahal aku lihat Dinda itu ideal badannya dan apa lagi pacar nya tu beda bedain sama mantan nya kasihan banget ya Dinda dapet pacar yang kayak gitu.


tiba tiba ada notif dari Devano jadi mood booster dehh


Devano :"hai Olin"


aku:"hai juga"


Devano :"lagi ngapain"


aku:"lagi bernafas"


Devano :"bisa aja ngelawak nya"


aku:"ih aku ngak ngelawak tauk aku berbicara jujur"


Devano :"iya iya tuan putri"


aku:"\=_\=


Devano :"ngeselin tauk emoji nya:'("


aku:"bodmat:-D"


Devano:"oyyyyyyyy"


aku:"kenapa,tumben kok on"


Devano :"nunggu in aku on ya :-*"


aku*:"aku bicara serius Devano \=_\=


Devano :"iya iya tadi aku habis nge-game "


dan Devano mengajak ku telefon sampai aku tertidur


Devano :"Olin kamu dah tidur ya "


Devano :"i love you**"


paginya aku baru sadar Devano belum mematikan telefon

__ADS_1


__ADS_2