
Rio membawa Sinta ke luar kota, entah ada bisikan apa. Yang pasti sekarang Rio benar-benar jatuh cinta pada Sinta.
Sesekali dia melihat ke bangku belakang, melihat keadaan Sinta yang masih tidak sadarkan diri. Dia membawa ke daerah Anyer. Benar-benar di pedalaman, tanpa ada yang mengetahui jejaknya.
Kemudian Rio langsung membawa ke puskesmas Anyer di kabupaten Serang Banten. Sebuah desa kecil terpencil, yang Rio sudah bangun sebuah villa untuk dirinya kalau ingin melepaskan penat.
Sesampainya di puskesmas, Rio menggendong Sinta menuju ruang tindakan.
" Sus, tolong adik saya. Dia baru saja mengalami kecelakaan. " Kata Rio yang mengaku-ngaku sebagai kakak Sinta.
" Baik pak, " kata perawat yang sudah menidurkan Sinta di bed, " Silakan anda tunggu di luar."
Rio dengan gelisah menunggu Sinta di luar, dia tahu keadaannya pasti akan baik-baik saja.
Satu jam kemudian, dokter jaga pun keluar.
" Adik anda mengalami benturan yang sangat keras, seperti nya dia syok atas kecelakaan yang menimpanya. Tidak ada luka serius selain di pelipisnya. Saya hanya sarankan dia untuk beristirahat." kata Dokter jaga menjelaskan.
" Baik, Dok.." ujar Rio yang langsung masuk ke kamar rawat.
" Sin, Sinta..." panggil Rio sambil memegang tangan Sinta. Sinta masih belum sadar kan diri.
Tiga jam Rio menunggu Sinta yang sedang pingsan. Kemudian Sinta mulai membuka matanya perlahan.
" Sin, kamu sudah sadar?" tanya Rio.
Sinta bingung, kenapa dia bisa berada di ruangan seperti rumah sakit.
" Kamu.." kata Sinta seraya mengerutkan keningnya.
" Aku menolong mu dari kecelakaan." kata Rio berbohong padahal dia penyebab kecelakaan.
__ADS_1
" Dito, " panggil Sinta yang langsung bangun dari bed.
" Dito di larikan ke rumah sakit. Lukanya sangat parah dan tidak sadarkan diri." ucap Rio.
" Tidak, tidak mungkin." teriak Sinta yang histeris tak percaya. Seingatnya ada mobil yang menghadang perjalanan nya, lalu supir langsung mengerem mendadak untuk menghindarinya. Serta membelokkannya, ke bahu jalan namun terbalik di semak-semak.
" Sinta, kamu tidak boleh terlalu lelah. Sebaiknya kamu istirahat." kata Rio.
" Aku harus mencari Dito, " kata Sinta yang langsung turun dari bed.
" Dito tidak disini Sin " ujar Rio.
Sinta di hadang oleh petugas yang berjaga.
" Nona, anda masih sakit sebaiknya beristirahat." kata salah satu perawat jaga.
" Aku ada dimana Sus?" tanya Sinta yang melihat sekeliling puskesmas.
" Apa..?" kaget Sinta, dia bingung kenapa Rio membawa nya sampai ke sini.
" Sin, Sinta.." panggil Rio yang langsung memegang lengan Sinta.
" Lepaskan, jangan pegang-pegang." kata Sinta yang menolak di pegang oleh Rio.
" Sin, ayo ikut aku." kata Rio
" Ikut kemana?" tanya Sinta, " Aku mau pulang, " teriak Sinta yang berlari ke arah depan puskesmas. Rio langsung mengejar Sinta.
" Sin, Sinta.." panggil Rio yang langsung memeluk Sinta.
" Lepaskan, kalau tidak aku akan teriak kamu telah menculikku." berontak Sinta.
__ADS_1
" Bilang saja, kamu gak bawa bukti identitas. Tadi aku bilang kau adalah adikku. Jadi sebaiknya menurut." kata Rio dengan senyum liciknya.
" Apa mau mu?" ucap Sinta yang menatap tajam ke arah Rio.
" Aku hanya ingin dekat dengan mu, itu aja." kata Rio yang memandang wajah Sinta seraya memegang kedua bahunya.
" Dengan cara licik seperti ini?" ucap Sinta.
" Licik?Aku sudah mencoba cara halus, tapi kau sulit untuk di taklukkan." ujar Rio, " Terpaksa aku melakukan hal bodoh ini " ucapnya.
" Dengan cara melukai orang lain?" kata Sinta dengan nada suara yang tinggi.
" Terpaksa, karena aku mencintaimu." ungkap Rio.
Sinta pun terdiam, dia mengkhawatirkan Dito.
" Ayolah Sin, ikut aku sebentar saja." ajak Rio, nanti akan aku antar kau pulang."
" Kau sama seperti Mira, licik dan jahat." umpat Sinta.
" Maafkan aku, aku melakukannya karena benar-benar mencintaimu. " kata Rio yang langsung menuntun Sinta ke mobilnya.
" Masuklah, " kata Rio.
Dengan muka masam, Sinta masuk ke dalam mobil Rio.
-
-
Maaf up ya agak lama, semoga kalian tidak bosan ya membaca karyaku.
__ADS_1
Selamat menjalankan ibadah puasa🙏. Dan tetap semangat 👍