
Dirga menatap Sheila malu malu kemudian mengeluarkan dompetnya dan memperlihatkan kepada Sheila sebuah foto yang terselip didalam nya dengan malu malu
Setelah Sheila menatap selembar foto tersebut sontak Sheila berteriak! ( kira kira isi fotonya apa?)
Sementara itu di tempat lain
" Kamu sudah datang? " tanya seorang lelaki
" Bapak cari aku ada urusan apa? " tanya Mia melepaskan maskernya menatap sekretaris Aziel yang duduk dengan santainya di bangku teras supermarket
" Kamu mau mie instant gak? enak loh.. " tanya Aziel yang sedang menunggu mie instant cup bermerek p*p mienya mengembang
Mia menarik bangku yang ada di depan Aziel kemudian mendudukinya " Tidak perlu langsung katakan intinya aja "
" Jangan cuek gitu! ngomong nya juga gak usah formal formal amat umur kita gak beda jauh kok " ucap Aziel tertawa
Mia tersenyum tipis " Kalau gitu aku gak sungkan lagi yaa "
" Jadi ada apa? " tanya Mia
Aziel membuka tutup mie instant nya
" Aku disini ada dua hal yang mau disampaikan "
" Dua hal? "
Aziel menganggukkan kepalanya " Kaomu mao donger yong baik duyo ayao buyuk? " ucap Aziel sambil menyeruput mie instant cup nya
" Hah? "
Aziel sibuk mengunyah nguyah mie instant nya " Bontor "
Ketika semua mie yang penuh dimulutnya sudah ia cerna " Nah udah, ada dua hal yang mau aku sampaikan mau yang buruk dulu atau yang baik dulu? "
" Buruk " ucap Mia tanpa basa basi
" Wuaahh tegass, oke jadi...bentar " Aziel merogoh rogoh koceknya
Aziel mengeluarkan selembar cek yang sudah bertuliskan angkanya " Ini "
Mia mengerutkan kedua alisnya " Apa maksudnya? " tanya Mia
" Ayah Andy sekaligus boss ku pak Adelard memberikan cek sebesar 20 Juta, kamu pasti tau kan apa yang harus kamu lakukan ketika beliau sudah memberikan cek ini? " tanya Andy
Mia menatap cek tersebut dan tersenyum pada aziel " Tentu, lalu gimana kalau aku gak mau mengambilnya? " tanya Mia
" Tentunya pilihan jatuh ditangan kamu, mau diambil? atau menolak? itu kan terserah pada dirimu sendiri " ucap Aziel
" Lalu kabar baiknya? "
" Ibunya Aziel sekaligus nyonya kami nyonya Amelia ingin bertemu dengan mu lusa nanti "
" Untuk apa? memaksa aku untuk putus hubungan dengan anaknya lagi? " tanya Mia
Aziel menggelengkan kepalanya " Nonnn, nyonya kami begitu suka dengan kamu, nyonya dan tuan kami begitu berbeda 360° "
Mendengar ucapan Aziel, Mia sontak menahan tawa " Lalu kenapa mereka bisa bersama kalau berbeda sampaiii 360° "
" Itu yang dinamakan cinta " ucap Aziel bla blakan
" Baik kalau begitu lusa kamu bisa bawa aku kesana? "
__ADS_1
" Bawa kamu kemana? " tanya Aziel
" Tentu saja menemui bu Amelia katakan pada beliau untuk bebas memilih tempat yang diinginkan aku akan pergi jika sudah di beritahu "
" Oke, lalu cek ini? " tanya Aziel
Mia mengambil cek tersebut membuat Aziel terkejut dengan pilihannya " Jika beliau sudah memberikan aku harus ambil dong...katakan padanya untuk memberikan isi yang lebih besar lain kali " ucap Mia
" Kamu yakin mau mengambilnya?sekali kamu sudah menggunakan uang didalamnya mau sedikit pun itu kamu sudah menyatakan kalau kamu akan meninggalkan tuan muda kami " tanya Aziel
" Tentu " ucap Mia kemudian berdiri dari duduknya
Mia memakai maskernya " Kalau begitu aku pergi dulu "
Beberapa hari kemudian....
Mia berjalan keluar dari kampus nya terlihat sekretaris Aziel berdiri di luar menunggu Mia
" Hai " sapa Aziel
Mia menatap Aziel dengan tatapan bingung
" Ada apa? "
" Seperti biasa "
" Presdir mu mencari aku lagi? " tanya Mia
Aziel menganggukan kepala dengan mantap " Benar sekali nona Mia ohoho "
" Aku tidak mau, beritau padanya aku sibuk " ucap Mia melangkahi Aziel
" Apa maksudmu? " tanya Mia
Aziel mengangkat kedua tangannya " Aku tidak tau apa yang dia inginkan tapi yang aku tau kamu sudah ditunggu sejak sejam yang lalu "
Mia menghela nafas " Aku kira dengan apa yang aku lakukan kemarin semua telah selesai, ternyata aku salah " ucap Mia dalam hati
Mia menatap Aziel " Antarkan aku ke sana " ucap Mia
Aziel tersenyum dan membuka pintu mobil untuk Mia dan ketika sesampainya di perusahaan pak Adelard
Tok tok tok suara pintu diketuk Mia dan Aziel masuk ketika perintah masuk sudah diberikan oleh pak Adelard
" Hallo Kalyca Mialana " ucap pak Adelard
" Lama tidak berjumpa pak Adelard " ucap Mia tersenyum Mia kemudian menatap Andy yang memberikan tatapan kecewa kepadanya
" Bagaimana? "
" Apa maksud Anda? " tanya Mia
Pak Adelard tertawa " Kamu sudah mengambil uang sebanyak 20 juta apakah kamu menggunakan uangnya dengan baik? "
" Tentu aku menggunakannya dengan baik "
" Apa kamu dengar apa yang dia katakan? dia sudah mengkhianati kamu! bahkan dia memilih uang daripad dirimu sendiri! " teriak pak Adelard
" Mia apa yang dikatakan ayahku itu benar? " tanya Andy menatap Mia dengan tatapan kecewa
" Aku... "
__ADS_1
Brung Brak Bum!! sebelum Mia menyelesaikan perkataannya diluar terdengar suara yang sangat ricuh
" Nyonyaa nyonyaa!! " teriak orang orang dari luar
Branggg! Bu Amelia membuka kedua pintu pak Adelard dengan keras
" ADELARD GAUZAN!!! " teriak bu Amelia memasuki ruangan
" APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN!!! " tanya bu Amelia dengan tatapn yang menyeramkan bu Amelia sontak menatap Mia
Ia berjalan ke arah Mia dan memegang kedua pipinya " Kamu gak papa sayang? paman Adelard ngagetin kamu ya? " tanya bu Amelia
" Saya baik baik saja tante " ucap Mia tersenyum
Bu Amelia sontak memeluk Mia" Mia ku yang malang kamu pasti ketakutan "
" Sebenarnya apa yang terjadi di sini " tanya Andy
Bu Amelia menatap pak Adelard dengan tajam kemudian duduk si sofa " Sebenarnya kemarin aku menyuruh Mia kerumah "
FLASHBACK~
Mia turun dari mobil yang menjemputnya mengikuti pelayan yang membawanya masuk ke dalam ruang tamu ia duduk di sofa yang empuk di depannya
" Tolong tunggu sebentar nyonya kami akan segera datang " ucap pelayan yang meletakkan teh di meja
Tak lama kemudian~~~
Bu Amelia menuruni anak tangga " Selamat datang dirumah sederhana kami sayangku" ucap bu Amelia
" I..ini dibilang sederhana? " tanya Mia dalam hati
Mia kemudian berdiri dan menyalimi bu Amelia " Selamat siang tante "
" Ohohoh begitu sopan duduk duduk " ucap bu Amelia
Mia menuruti perkataan bu Amelia " Apa yang mau tante katakan hari ini? "
" Kamu begitu tidak bisa basa basi ya huff tante manggil kamu cuman mau ajak kamu mengobrol aja kok "
" Ah...saya minta maaf " ucap Mia merasa canggung
" Tapi sebelum itu bolehkah saya memberi tahu sesuatu? " tanya Mia
" Boleh saja sayang apa yang mau kamu katakan akan tante dengarkan dengan baik "
Mia tersenyum kemudian mengeluarkan satu kertas yang ia selipkan di satu buku, Mia menunjukkan kertas yang berisi cek tersebut kepada bu Amelia
" Ini? "
.
.
.
BERSAMBUNG 🌻
JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN FAV NOVEL AUTHOR🌻
JAGA KESEHATANYA YA💜
__ADS_1