CINTA SMA

CINTA SMA
Dito bucin part 2


__ADS_3

" Kring....."


" Iya, Dit." jawab Malik.


" Kau ingin membahas apa?" tanya Dito.


" Soal Sinta, ternyata dia di jebak oleh Rio." kata Malik dengan intonasi suara yang cepat.


" Hey, tidak usah terburu-buru gitu ngomong nya. Aku gak jelas denger nya." protes Dito.


" Sinta di jebak oleh Rio, dia memakai identitas palsu agar Sinta datang ke apartemennya." kata Malik.


" Dan Mira terus mendesaknya agar mau menerima Rio, selama kamu di Inggris." kata Malik meneruskan.


" Dan Sinta merasa risih dengan perlakuan mereka." tutur Malik.


" Dia sepertinya sangat merindukan mu." lanjut Malik.


Dito hanya terdiam mendengar cerita Malik.


" Dit, apa kamu masih mendengarkan ku?" tanya Malik.


" Iya, " jawab Dito.


" Lalu apa rencana mu?" tanya Dito.


" Akan aku pikirkan." kata Dito, " Terima kasih, aku akan mentransfer untuk kau jajan. Ku harap kau lindungi Sinta. " kata Dito.


" Apa? Dito akan mentransfer uang. Huft, bisa gak bebas lagi deh! " gerutu Malik dalam hatinya, " Tapi, itung-itung ada tabungan untuk mengajak Puput jalan lagi " tawa Malik di hati kecil nya.


" Lik, apa kau sedang memikirkan Puput?" tanya Dito.


" Oh, enggak. Kenapa?" tanya Malik


" Kok kamu diam saja seperti sedang melamun." tutur Dito.


" Oh ,aku sedang membantu mu mencarikan jalan keluarnya." elak Malik.

__ADS_1


" Ya sudah, ku mohon jagain Sinta ya! Assalamualaikum." ucap Dito memberi salam.


" Wa'alaikum salam." jawab Malik yang langsung menutup sambungan telepon seluler nya.


" Huft, kerjaan lagi." ujar Malik


SINTA


" Kring...." bunyi telepon Sinta berdering.


" Dari Dito.." ucap Sinta yang sudah mengusap layar ponselnya.


" Assalamu'alaikum." sapa Sinta.


" Wa'alaikum salam." jawab Dito.


" Apakah kamu kangen sama aku?" tanya Dito.


" Enggak, idih kepedean." ledek Sinta.


" Untuk apa aku kangen, kan uda ada selimut sama bantal yang ada gambar kamunya." tutur Sinta.


" Oh uda sampe?" tanya Dito.


" Baru aja..!! " jawab Sinta.


" Sepertinya aku akan terduakan oleh selimut dan bantal itu ya?" kata Dito memelas.


" Iya." tegas Sinta.


" Ya udah, aku jadi gak perlu repot-repot untuk menelpon mu." ledek Dito, " Aku jadi tidak harus boros mengeluarkan pulsa."


" Ih, kamu sekarang perhitungan ya!!" ledek Sinta.


" Enggak, aku akan selalu menelpon mu pagi, siang dan malam." kata Dito yang tidak ingin membuat Sinta merasakan rindu yang dalam.


" Aku gak sakit kok..!!! Kamu gak harus menelpon sebanyak itu, kayak minum obat aja tiga kali sehari." canda Sinta

__ADS_1


" Iya, aku kan ingin mengobati rasa rindu kamu." rayu Dito.


" Idih, kamu bisa gombal juga rupanya?" canda Sinta.


" Demi kamu, aku harus bisa segalanya." ucap Dito.


" Ih, apaan sih!!!" malu Sinta yang langsung menggigit ujung jari jempolnya.


" Sin, bisakan kamu bertahan selama lima tahun?" tanya Dito serius.


" Apa, lima tahun?" kaget Sinta.


" Iya, aku akan mengambil gelar S2 disini." tutur Dito.


Terdengar Sinta menghela nafas nya, terasa berat. Dan Dito pun mendengar nya, " Liburan awal semester, aku akan pulang. Tunggu aku ya!" kata Dito yang mencoba menghibur kebahagiaan Sinta.


" Janji?" tanya Sinta.


Dito merasakan kalau saat ini Sinta sangat membutuhkan nya. Terlebih saat dia mendengar Rio sering mengganggu nya.


" Sin, aku percaya padamu. Bisakan kamu menunggu ku sampai lima tahun?" tanya Dito meyakini.


" Aku akan menjaga hatiku sampai kau pulang menemui ku " tutur Sinta.


Dito terlihat senyum sumringah saat Sinta membalas omongan nya.


" Kalau kau butuh sesuatu, telpon Fadli atau Malik. Aku sudah memberikan nya bonus, untuk menjagamu." kata Dito.


" Dito, kalau kamu bersikap seperti ini. Aku jadi enggak enak hati sama Wahyuningsih dan Puput." kesal Sinta, yang merasa kebebasannya terkekang.


" Lantas aku harus bagaimana untuk melindungi mu?" tanya Dito.


-


-


Silahkan like dan berikan komentarmu.

__ADS_1


__ADS_2