
"aku ke kamar dulu untuk memanggil Seno,"ucap sendi lalu naik ke atas dan menuju ke kamarnya.
"lama sekali kau ada di kamar mandi,apa kau ingin terlambat masuk sekolah?,"ucap sendi kepada Seno yang sedang ada di depan cermin.
"turun dan sarapanlah bersama,"lanjut sendi.
tapi Seno hanya diam membisu dan pergi melewati sendi.
"hei kau mau kemana?,"tanya sendi.tapi Seno tetap tidak menggubrisnya.
"dasar munyuk,di tanya malah nyelonong pergi,"umpat sendi kesal.
mei yang berada di bawah ketika melihat Seno yang langsung keluar dari kafe pun merasa bingung,ada apa dengan dia?, tadi mei menyuruh Seno untuk sarapan,tapi Seno tidak menyahuti nya dan malah berlalu pergi.
"kenapa dia?,"tanya mei ketika sendi turun dari tangga.
"entahlah,aku juga tidak tau.ayo kita sarapan,takut terlambat,"ucap sendi lalu duduk di kursi dan mereka berdua sarapan bersama.
*****
ketika disekolah,
mei heran melihat seno yang tidak seperti biasanya di sekolah. kali ini seno diam saja.
mei pun duduk di bangkunya sebelah Seno.
"seno,apa kau tidak enak badan?," tanya mei.
tapi Seno diam tak menghiraukan ucapan mei.
"Seno,Ada apa? Kau marah padaku?"lanjut mei.
seno masih diam. kali ini dia memakai headset nya. sendi yang melihat itu berguman pelan, 'ada apa dengan munyuk itu'
mei teringat sesuatu,lalu ia pun menarik lengan seno pelan,Seno sontak kaget karena mei menarik lengannya.
"syukurlah kalau kau sudah membaik,"ucap mei tersenyum.
Seno masih setia dalam diamnya,ia sedang malas merespon perkataan mei.
ketika jam pelajaran olahraga di mulai,pak Johan pun menyuruh anak-anak untuk mengganti baju seragamnya dengan baju olahraga.setelah semua anak-anak memakai baju olahraga,pak Johan pun menggiring mereka menuju lapangan.
ketika pelajaran olah raga, Pak johan mengatakan dalam pelajaran Olahraga bisa mengubah musuh jadi teman.
Pak johan menyuruh semua murid untuk menaruh kebencian mereka pada bola kemudian lempar atau tangkap.
saat miko berpasangan dengan pungky. miko melempar bola sangat keras sehingga tangan pungky kesakitan. pungky yang kesal ingin sekali membalas, tapi tidak dilakukannya karena mengingat Miko adalah ketuanya.
jadi saat giliran pungky,ia hanya melempar bola ke arah Miko dengan pelan.
__ADS_1
sedangkan seno berpasangan dengan sendi. sama seperti miko, seno yang kesal dengan sendi karena telah mencium mei, ia melempar bola begitu keras hingga sendi kesakitan.
pada awalnya sendi bisa menerima, tapi selanjutnya sendi menjadi kesal.
"Hei..kau mau mengajakku berkelahi hah?,"ucap sendi marah dan menatap Seno tajam.
Seno diam saja, Ia masih melempar bola dengan keras.
"Kalau kau ingin bertengkar, silahkan. Jauh-jauh dari mei kalau kau bertingkah seperti itu."ucap sendi masih marah.
"Aku tidak pernah memintamu bertengkar."ucap Seno dingin.
seno semakin kesal. Ia melempar bola pada sendi tapi kali ini malah mengenai lengan sendi. sendi pun memegangi lengannya yang kesakitan hingga terduduk. mei yang melihat itu langsung berlari menghampiri sendi. danu juga ikut menghampiri sendi.
"apa kau baik-baik saja?,"tanya mei dan Danu bersamaan. mei heran melihat Seno yang menyakiti sendi.
"kenapa pertanyaan kalian sebodoh itu?."tanya sendi masih memegang lengannya yang sakit.
lalu mei dan Danu pun memapah sendi menuju ke UKS. dan seno mengikuti mereka dari belakang.
"apa yang terjadi?,"tanya pak Johan ketika melihat mei dan Danu memapah tubuh sendi.
"Seno melempar bola sangat keras sampai mengenai lengan sendi,"ucap Danu kepada pak Johan.
"apa kau baik-baik saja?,"tanya pak Johan panik.
"Harusnya kau berhati-hati! Kenapa keterlaluan begini?"ucap pak Johan memarahi seno.
"itu bukanlah salahnya.saya saja yang tadi tidak sempat menghindar,"ucap sendi datar.
pak Johan yang mendengar penuturan sendi pun meminta maaf kepada Seno karena tadi telah memarahi nya.
"ya,"ucap Seno dingin lalu mereka pun kembali membawa sendi ke UKS.sedangkan pak Johan kembali ke lapangan.
di UKS sendi pun menyuruh mei dan Danu untuk kembali ke lapangan,dan mereka berdua pun menurutinya lalu pergi.sedangkan Seno,ia hanya berdiri mematung di tempatnya hingga membuat sendi keheranan.
"apa kau akan tetap mematung di sana?,"tanya sendi dingin.
"hei,kenapa kau tidur di situ? apa kau juga bolos pelajaran?,"tanya sendi ketika melihat Seno yang tidur di ranjang sebelahnya.
"apa kau pikir hanya kau saja yang ingin bolos sendirian?,"ucap Seno sinis.
"kau memang sangatlah menyebalkan munyuk,"ucap sendi kesal.
*****
ketika pelajaran olahraga sudah selesai,pak Johan pun menyuruh anak-anak untuk ganti baju olahraga dengan seragam.
saat di pertengahan jalan,mei melihat Dona sedang asyik membaca buku.lalu mei pun menghampirinya.suasana di sana tak terlalu banyak orang yang berlalu lalang.
__ADS_1
"hai mei?,"sapa Dona ketika melihat mei menuju ke arahnya.
"buku apa yang sedang kau baca?,"tanya mei menatap buku Dona.
"buku ini tentang malaikat,"ucap Dona tersenyum.
"boleh aku bertanya padamu?,"tanya mei.
"aku tau apa yang mau kau bicarakan mei.kau sekarang ini bukanlah manusia ataupun malaikat,tapi kau masih memiliki kekuatan untuk melindungi cintamu.meskipun kekuatanmu itu tidak sekuat saat kau menjadi malaikat dulu,"ucap Dona.
mei pun mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti.
Dona memberitahu mei kalau mereka memiliki Tanda di pergelangan tangan. itu menunjukkan waktu mereka berada di dunia. dan tanda itu hanya bisa terlihat oleh golongan mereka saja.
"Namun yang kau miliki akan terlihat beda. Manusia akan bisa melihat tandamu." ucap Dona pelan seperti sedang berbisik.
"Aku juga akan punya? Tapi kenapa punyaku beda?"tanya mei tak mengerti.
"Karena kau berubah-ubah. Kau sudah bersumpah. dan juga kau mengembalikan black note-mu. Pasti bikin bingung karena kau terus berubah. Anggap hal ini sebagai hukuman."ucap Dona.
Dona pun memegang tangan mei, setelah itu Ia menutup matanya untuk memberi tanda pada pergelangan tangan mei.
tak lama kemudian mei memiliki tanda yang aneh di pergelangan tangannya.
"Kau harus sembunyi selama satu bulan untuk jadi manusia. Akan terlihat jelas saat manusia mulai curiga. Akan berkliau kalau kau hampir ketahuan. Kau harus menahannya untuk jadi seorang manusia."ucap Dona.
saat mei hendak melontarkan pertanyaan lagi ke Dona,dari arah sana terdengar Danu yang tengah memanggil mei.
"ayo ke kelas,"ucap Danu mengajak mei untuk ke kelas.
"baiklah,oh iy dona aku pergi dulu,"ucap mei tersenyum,dan berlalu meninggalkan dona.
mei berjalan beriringan dengan Danu,tapi mei terus menutupi pergelangan tangan mei yang ada simbol itu dengan seragamnya yang berlengan panjang.saat melewati koridor sekolah,mei menghentikan langkahnya hingga membuat Danu juga ikut berhenti dan mengernyitkan keningnya.
"ada apa?,"tanya Danu menoleh ke arah mei.
"kau masuklah ke kelas dulu,aku mau ke ruang UKS untuk menemui sendi,"ucap mei tersenyum.
"baiklah kalau begitu,"ucap Danu tersenyum lalu meninggalkan mei.
-
-
-
love
....maulani safitri....
__ADS_1