
" Kak sebenarnya ini kenapa bisa ada??!!! " tanya Sheila panik
" Kakak gak takut nanti ada berita buruk image suami dan perusahaan nya jatuh!? "
" Satu persatu dong " ucap Rio di balik telepon
" Kalian lupa kalau kalian menaruh kalung kamera di poppy? karna aku sudah melihatnya beberapa hari setelah Dirga dioperasi aku menyimpan video ini siapa tau suatu hari akan berguna dan tentu aja berjalan dengan lancar kan? tidak sia dia aku melihat sesuatu yang menjijikan seperti itu "
" Terus image Dirga gimana?! " tanya sheila
" Tenang soal itu tidak akan kerugian yang Dirga tanggung, kalian begitu berisk menganggu waktuku akan aku matikan telepon nya " ucap Rio kemudian yang benar saja ia langsung mematikan telepon secara sepihak
" KAK RIO ****! " teriak Sheila
Ketika sudah berada di bandara internasional dengan pinggang dan punggung yang sakit tidak! SAKIT DISEMUA BAGIAN!
Sheila berjalan dengan tumpuan tangannya yang dipegang oleh Dirga membawanya berjalan dengan pelan
Sontak mereka merasakan banyak mata yang melihat mereka, dan yang benar saja banyak sekali reporter yang melihat mereka seolah-olah melihat binatang buas
Mata para reporter menuju ke arah mereka dengan cepat mereka berlari menuju ke arah mereka berdua yang berdiri di pintu masuk airport
Tidak selang beberapa waktu mereka semua sudah berada melingkari ditengah tengah Sheila dan Dirga
" Pak Dirga tolong berikan pendapat anda tentang kejadian yang terjadi akhir akhir ini "
" Pak Dirga lalu bagaimana dengan kelanjutan hubungan anda dengan bu Sheila apakah akan berjalan dengan lancar? "
" Lalu bagaimana dengan hubungan kalian dengan Dinda sekarang? "
" Bu Sheila bagaimana pendapat mu sekarang mengenai masalah ini? "
Mereka semua sontak mendekati mendesak desakan, Sheila yang sedang tidak enak badan merasa sangat sesak, hingga satu kaki Sheila tidak sengaja tertendang oleh reporter yang membuatnya jatuh di dekapan Dirga
Dirga yang melihatnya merasa tidak senang
" Hei! tolong hati hati! anda melukai istri saya!" ucap Dirga dengan tegas melotot ke arah reporter yang tidak sengaja menendang kaki Sheila
Dirga menaikan dan menjentikkan jarinya tak selang 10 detik para lelaki bertubuh besar, kacamata dan baju hitam keluar dari entah mana, mereka pun mulai membukakan jalan untuk Dirga dan Sheila
Dirga yang melihat Sheila kesakitan sontak men-jongkokkan kakinya dan mengangkat Sheila dengan gaya mengangkat tuan putri
Tindakan Dirga membuat para reporter kaget dan dengan cepat suara kamera dan flash putih memenuhi pintu masuk.
Tidak kalah terkejutnya dengan para reporter Sheila yang diangkat dengan gaya mengangkat tuan putri pun ikut terkejut
__ADS_1
" Dirga! " teriak Sheila terkejut
Dirga tidak mendengarkan ocehan Sheila ia menggendong Sheila membawanya ke Apron bandara tentu saja mereka tidak menaiki pesawat umum, di apron sana sudah ada satu jet pribadi yang sudah menunggu mereka
*Apron\= dikenal juga dengan ramp, apron dapat disebut sebagai tempat parkir pesawat. Di tempat inilah armada maskapai berhenti untuk menaik turunkan penumpang, barang-barang bagasi ataupun kargo, dan mengisi bahan bakar.
" Kenapa kita naik ini?? " tanya Sheila
" Ya karna ini jet pribadi ku "
" Setahu aku kamu ga ada jet sejak kapan kamu beli? " tanya Sheila
Dirga terdiam sedang berfikir " Umm keknya seminggu yang lalu? "
" Buat apa? "
" Ya buat bulan madu lah sama kamu! " oceh Dirga
Sheila menggelengkan kepalanya tak habis pikir betapa boros suaminya ini , tak ingin mengambil pusing ia memilih tidur saja dengan santai melupakan semuanya
SKIP
Sheila dan Dirga akhirnya sampai ditempat tujuan mereka berdua Hawaii atau Hawai'i yang merupakan negara bagian Amerika Serikat dengan keindahan pantai disana
Sesampainya mereka disana Sheila dan Dirga berjalan keluar dengan beberapa pengawal yang mengawali mereka dari belakang sembari membawa koper mereka
" Kita bakal kemana aja? " tanya Sheila dengan wajah yang sudah bersemangat
" Yang sabar ya hari ini kita di hotel dulu buat istirahat, besok baru putusin mau kemana " ucap Dirga yang dijawab oleh anggukan kepala oleh Sheila
Dan yang benar saja besoknya mereka langsung pergi berjalan jalan mengelilingi hawaii
Tempat tujuan pertama mereka berada di taman nasional gunung berapi Hawaii yang terletak di pulau Hawaii setelah puas bermain mereka pergi mengunjungi pantai Oahu yang merupakan pantai terbesar dipulau itu walaupun memerlukan waktu yang lama, itu sama sekali tidak merusak suasana mereka
Hingga tak lama kemudian saat matahari mulai terbenam Sheila dan Dirga memutuskan untuk pergi mengunjungi restoran terdekat mengisi perut mereka
" Huaaaaaaa lapar! " ucap Sheila merengek kelaparan menunggu makanan yang lama datangnya
Dirga tersenyum " Bukan hanya kamu aku juga lapar kok "
" Pengen makan pengen makan pengen makan "
Ocehan Sheila sontak terdiam ia tampak memikirkan sesuatu dengan begitu serius
" Eh! helena's hawaiian food!! kita belum kesana! " teriak Sheila excited
__ADS_1
" Iyaa iya kita kesanaa tapi nanti malam ada yang harus kita kerjaakan ya " ucap Dirga menunjukkan muka yang begitu usil memberi sinyal kepada Sheila mengajaknya melakukan sesuatu yang membara~
Sheila menatap Dirga kesal memutar kedua bola matanya sedangkan Dirga hanya tertawa tertawa hingga makanan mereka datang
****SKIP**(sesampai di hotel**)
Dirga dan Sheila masuk ke dalam kamar hotel merka belum melakukan apapun Dirga sudah menyerang Sheila dengan ******* mulutnya
membuat Sheila memundurkan badannya hingga kepalanya terjedot dinding
" Awuuu! " ringis Sheila
" Kamu gapapa sayang? " tanya Dirga melihat kepala Sheila
" Sakit! "
" Maaf aku bukan bermaksud "
" Huuh! hati hati dong " omel Sheila yang menjadi korban ke agresifan Dirga dalam menyerang :3
Sheila melingkarkan tangannya pada leher Dirga dan menatap Dirga terdiam seolah memberikan kode untuk melanjutkan kegiatan mereka, tentu saja Dirga senang melihat inisiatif Sheila dalam mengajaknya melanjutkan kegiatan mereka hingga akhirnya mereka sudah berada di kasur
Dirga ******* bibir Sheila dengan agresif meraba raba tubuh Sheila hingga akhirnya memasukan miliknya ke dalam milik Sheila memaju mundurkan miliknya sambil mencium cium Sheila di berbagai bagian hingga meninggalkan bitemark dilehernya
" JANGAN LAGI! bekas..ahhhh kemarin masih belum hilang tau! " ucap Sheila
" Ini untuk menandai kalau kamu itu milikku " ucap Dirga
" Kalau kamu gini ahhhh lagi aku gak akan kasih jatah!! sebulan penuh! "
Dirga merasa kesal melihat Sheila yang menolak memberikan bitemark dilehernya ingin sekali ia menolak tetapi bagaimana dengan jatahnya nanti? Sheila selalu menatapi ucapannya
Sontak saja Dirga terkejut dengan Sheila yang mengigit leher nya dengan keras tentu saja Dirga meringis merasa sakit karena gigitan Sheila yang begitu dalam
" Ini pembalasan nya! " ucap Sheila menatap Dirga membuat Dirga tersenyum dan semakin memajukan tempo pergerakan nya
" Aku mencintaimu Sheila " ucap Dirga dengan suara seraknya
" Aku mencintaimu juga " ucap Sheila membalas ucapan cinta Dirga
LIMA TAHUN KEMUDIAN
" Dirgaaaa!!! tolong bantu aku liatin Rekaaa! dia nangis terus! " teriak Sheila di dapur membuat Dirga terbangun dengan jengot nya yang berantakan
" Ucucu anak papa mau susu yaa, sabar ya nak mama kamu lagi masak " Dirga mencium putri manisnya yang baru saja lahir
__ADS_1
Dirga sontak menatap cincin pernikahan yang terpaut di jarinya itu saat sedang menepuk putrinya " Menikah dengan mu adalah suatu kebahagiaan yang pernah aku miliki, dengan adanya dirimu membuat hidupku menjadi lebih berwarna, mau sekarang 10 tahun atau 100 tahun yang akan datang aku akan tetap mencintaimu Sheila Alaina Alvaro "
**CINTA SMA TAMAT**