CINTA SMA

CINTA SMA
Ulah Rio


__ADS_3

" Sin, " panggil Dito yang sudah berada di depan pintu.


" Kak Dito." ucap Pasha yang memeluk Dito, " Kapan datangnya?" tanya Pasha yang memang merindukan sosok Dito. Karena Dito yang dulu selalu mengajarkan nya belajar.


" Tadi pagi. " jawab Dito.


" Sekarang mau kemana?" tanya Pasha.


" Mau ngajak Kak Sinta jalan." jawab Dito


" Oh Kak Sinta lagi pakai jilbabnya." tutur Pasha, " Sebentar aku panggil kan Kak Sinta."


Pasha langsung menuju kamar Sinta, " Tok,tok,tok.."


" Iya, ada apa?" tanya Sinta.


" Ada kak Dito." jawab Pasha.


" Iya suruh masuk." kata Sinta.


" Udah dari tadi, " jawab Pasha.


" Iya bawel, " jawab Sinta yang sudah membuka pintu kamarnya.


Pasha tertawa geli, karena berhasil meledek Sinta.


" Bawain tas kakak yang di atas kasur." perintah Sinta.


" Apa?" jawab Pasha kaget, karena Sinta balik lagi menggoda nya.


" Udah, jangan banyak omong. Nanti kakak beliin oleh-oleh." ucap Sinta.


Pasha pun masuk ke dalam kamar Sinta, " Huft, berat banget. Mang kakak mau pindah rumah?" gumam Pasha.


" Kakak mau ke Yogyakarta." jawab Sinta yang langsung menuju ruang tamu sambil membawa bantal dengan foto Sinta dan Dito.

__ADS_1


" Widih enak, ajak aku dong kak Dito!" rajuk Pasha.


" Iya, nanti kalau kakak ada waktu lagi." jawab Dito.


" Udah ayo jalan, " kata Sinta.


Dito dan Sinta berjalan melalui gang sempit menuju jalan raya. Karena di depan gang sudah terparkir mobil milik Dito.


" Dit, aku harus ijin pada kedua orang tuaku." kata Sinta.


" Aku sudah ijin tadi, dan bilang kalau aku langsung mengajak mu ke bandara." kata Dito yang membawa koper Sinta.


" Apakah mereka mengijinkan ku?" tanya Sinta.


" Kalau gak di ijinin, ngapain aku jemput kamu?" jawab Dito.


Sepanjang perjalanan menuju jalan raya, Sinta selalu di tegur oleh ibu-ibu yang sedang berkumpul di depan rumah mereka.


" Sin, siapa tuh? Ganteng banget.." puji Bu Fiona yang sedang menyiram tanaman.


"Wah, ibu-ibu aja bilang aku ganteng". gumam Dito dalam hatinya, "Bilang aku pacarmu, Sin..!!


Selangkah lagi dia berjalan, bu Devi pun menegurnya, " Eh Sinta, cakep banget tuh brondong." canda bu Devi.


" Brondong, jadi aku manis." kata Dito terkekeh geli dalam hatinya.


Sinta hanya tersenyum, membalas candaan Bu Devi.


" Kamu berasa jadi artis ya, di puji-puji." ledek Sinta.


" Masa?" tanya Dito yang mengacuhkan sapaan ibu-ibu tetangganya.


" Kamu gak suka ya?" tanya Sinta yang merasa tidak enak dengan Dito.


" Aku suka, di puji oleh ibu-ibu." celoteh Dito dalam hatinya.

__ADS_1


Dito hanya terdiam, dan sesekali tersenyum meringis.


" Naiklah, " kata Dito yang sudah membukakan pintu mobilnya.


" Eh, tunggu..! Tadi kamu bilang ke bandara?" tanya Sinta yang menghentikan langkahnya.


" Iya, " jawab Dito.


" Kamu gak bawain aku obat anti mabok?" tanya Sinta.


" Sudah, aku siapkan." jawab Dito yang memang sudah mengetahui kalau Sinta suka mabuk perjalanan.


" Masuklah, " kata Dito.


Sinta pun masuk ke dalam mobil, dan Dito sudah menutup pintunya.


Dari jauh terlihat Rio sedang mengamati mereka berdua yang tengah di mabuk asmara.


" Ish, membuat ku ingin muntah. " gerutu Rio.


Lalu Rio pun mengikuti mereka, saat memasuki jalan tol. Rio mulai mengebut, dan mencoba mendahului Dito. Setelah cukup untuk menghadang nya, Rio langsung memberhentikan mobilnya.


" Ciiit..." terdengar bunyi rem mobil yang tiba-tiba berhenti mendadak lalu berbelok ke arah bahu jalan dan terbalik ke semak-semak.


Sinta dan Dito hampir terpental ke jok mobil depan. Kepala Sinta pun terbentur kaca mobil, dan benturannya sangat keras.


Rio yang sudah berhenti, langsung menghampiri mobil mereka. Rio mengeluarkan tubuh Dito yang pingsan bersama supirnya


Para pengemudi yang lain pun berhenti untuk membantu mereka.


Sedangkan Sinta di bawa ke mobilnya. Setelah di rasa aman, Rio memanggil petugas patroli jalan raya. Menghubungi mereka kalau terjadi kecelakaan di KM 15.


Niat apalagi yang akan di lakukan oleh Rio kepada Sinta?


-

__ADS_1


-


Silakan like dan berikan komentar mu.


__ADS_2