
" Sinta!" panggil Terry yang sedang menghampiri Sinta di teras rumahnya.
" Terry..." sahut Sinta menjawab panggilan Terry.
Mereka berdua pun berpelukan dan saling mengeluarkan air mata bahagia.
" Aku kangen banget," kata Sinta
" Aku juga,"
" Oh iya, Ter. Ini aku bawakan sedikit cemilan." kata Dito yang menyerahkan dua kantong plastik besar.
" Apa ini?" tanya Terry.
" Menu di restoran Dito." jawab Sinta.
" Oh jadi kamu sekalian promosi!" tebak Terry.
" Ih kok kamu tau banget sih!" ujar Sinta.
" Ya aku tahulah, logonya baru banget kemarin iklan di televisi." kata Terry.
" Oh iya?" sahut Sinta.
" Udah, gak usah bahas iklan. Ayo masuk!" ajak Terry kepada Sinta dan Dito.
Sekilas Terry melihat mobil yang terparkir di halaman rumah nya.
" Widih, keren banget mobilnya." puji Terry.
" Jangan naik mobil itu, bangkunya cuma muat buat dua orang." bisik Sinta sambil melirik ke arah Dito.
" Oh jadi, gak bisa bawa keluarga ama tetangga ya?" sahut Terry sambil meledek.
" Udah jangan ngeledek Dito aja." kata Sinta yang melirik Dito.
__ADS_1
" Ayo masuk dulu, kita makan-makan." kata Terry.
" Aku mau main ke kebun mu." pinta Sinta.
" Oh, aku ganti baju dulu ya!" kata Terry.
Terry pun menuju kamarnya untuk mengganti baju.
" Nak, kalian yang kemarin ya?" tanya nenek Terry yang baru saja keluar dari kamarnya.
Seketika Sinta pun menghampiri untuk bersalaman.
" Iya, Nek." jawab Sinta.
" Sini Nek, aku bantu." kata Dito yang langsung menghampiri nenek Terry dan menuntun nya ke kursi.
Dito jadi teringat dengan neneknya yang telah tiada. Dito sangat menyayangi neneknya.
" Ayo, Sin." ajak Terry.
" Dit, kamu mau ikut gak?" tanya Sinta.
" Oh, aku jalan dulu ya!" kata Sinta yang langsung menggandeng Terry.
Sinta dan Terry pun berjalan bergandengan menuju kebun milik keluarga Terry.
Sepanjang jalan mereka berswafoto, setiap pemandangan yang indah merupakan objek untuk mereka berwefie.
" Ter, kali ini yang panen di kebun mu buah apa?" tanya Sinta.
" Strawberry, " jawab Terry." Tapi kita harus menanjak beberapa meter untuk sampai ke sana."
" Oh, oke. Aku siap!" seru Sinta.
Mereka berjalan menyusuri kaki gunung, dengan pemandangan yang indah dan udara yang dingin.
__ADS_1
Tidak lupa Sinta selalu mengirimkan fotonya ke akun medsos miliknya.
Beberapa menit kemudian, Wahyuningsih dan Puput pun menghubungi mereka.Mereka pun melakukan video call.
Tiba-tiba Rendi melihat status wa Sinta yang bersama Terry menuju arah kebun stroberi. Dengan sigap Rendi menyusul Sinta dan Terry.
Rendi mengintip di balik pohon, sebenarnya dia masih menaruh hati pada Sinta. Tetapi dia terpaksa menyerah karena menghormati persahabatan antara Sinta dan Terry.
" Ter, petikin aku yang uda mateng dong!" pinta Sinta.
" Bentar ya, aku ambilin keranjang dulu." kata Terry yang langsung menuju kedai.
" Rendi, " panggil Terry yang tidak sengaja melihat ke arahnya.
" Eh, Teh Terry." kata Rendi yang menjadi salah tingkah.
" Ngapain kamu disitu?" tanya Terry.
" Mau, mau liatin bapak." kata Rendi mencari alasan.
" Kayaknya mang Dadang gak ada disini deh!" ujar Terry.
"Eh, ada Sinta. " kata Terry.
" Oh iya, " jawab Rendi yang pura-pura terkejut.
" Kamu mau gabung gak?" tanya Terry.
" Gak usah Teh, saya mau nyari bapak." kata Rendi yang langsung berbalik.
Kemudian Terry langsung menghampiri Sinta yang sedang selfi di kebun stroberi.
" Hadeh, benar-benar sahabat ku yang satu ini." ujar Terry sambil menggelengkan kepalanya.
-
__ADS_1
-
Silakan like dan vote ya!