CINTA SMA

CINTA SMA
extra part 13


__ADS_3

"entahlah, ibu juga tidak tau ini baju seragam siapa. tadi malam saat ibu hendak menyetrika pakaian, ibu melihat beberapa baju seragam wanita yang tersusun rapi di lemari milik Tyas kakaknya Sendi. dan setau ibu, dulu kakak Sendi sekolah di SMA lain, bukan sekolah di SMA tempat Sendi dan Seno berada. jadi ibu tidak tau seragam ini milik siapa," ucap Bu Susi menjelaskan kebingungan Tara.


"astaga, kenapa aku bisa melupakannya. baju seragam ini kan milik Mei dan Bu Susi juga lainnya tak mengingat Mei. yang mengingat mei pernah ada di sini hanyalah Sendi, Seno, dan juga para malaikat lainnya," gumam Tara dalam hati. ia baru ingat kalau sebelumnya Mei pernah tinggal di sini dan bersekolah di tempat yang sama dengan Sendi dan Seno. wanita yang dulu pernah menghiasi hari-hari Sendi, dan sungguh Mei begitu beruntung bisa di cintai oleh Sendi hingga detik ini. namun sekarang Tara ada di sini untuk menggantikan posisi Mei dan ia tak akan menyia-nyiakan waktunya lagi. Tara akan berjuang lebih keras lagi untuk menggantikan posisi Mei di hati Sendi. karena pada awalnya Tara dulu lah yang pertama kali bertemu dengan Sendi sebelum Mei.


flashback on


anak laki-laki itu sedang asyik berlari-lari sendiri di bibir pantai. kadang kedua kaki mungilnya itu terkena gelombang air yang tidak begitu besar. anak laki-laki itu masih bisa menahan tubuhnya walau terkadang hampir terhuyung jatuh karena terkena gelombang air itu. sesekali anak laki-laki itu menatap ke arah orang laki-laki dewasa yang sedang duduk santai di pinggir pantai yang di alasi dengan karpet gulung yang tidak terlalu tebal. anak laki-laki itu menepiskan senyum manisnya yang di iringi dengan lesung Pipit yang tergambar jelas di kedua pipinya. laki-laki dewasa itu juga membalas senyuman anak laki-laki itu.


"Sendi, jangan terlalu jauh mainnya," teriak laki-laki dewasa itu ketika ia melihat anak kecil yang bernama Sendi itu semakin berlari jauh dan tak terlihat lagi dari pandangannya.


saat laki-laki dewasa itu berdiri hendak menyusul putranya itu, ia urungkan niatnya karena ponselnya tiba-tiba berdering dengan nyaring. lalu ia segera menyaut ponselnya dan melihat layar ponsel yang menampakkan sebuah panggilan dari seseorang, setelah itu dia mulai meletakkan ponsel di daun telingannya setelah ia menekan tombol ikon hijau di layar ponselnya. ia memutar tubuhnya membelakangi pantai.


pria itu nampak sibuk bercengkrama dengan suara di telepon sebrang sampai ia lupa mengawasi anak kecil yang tengah ada di bibir pantai.

__ADS_1


sendi kecil sudah bosan berlari-lari sendirian di bibir sungai, lalu ia menghentikan langkahnya dan menatap ke depan sambil menikmati angin sepoi-sepoi yang tengah menampar wajahnya.


"kenapa ibu dan kak Tyas tidak ikut kemari? kenapa kak Tyas sibuk dengan sekolahnya? seharusnya dia ikut kemari dan menemaniku bermain," gumam Sendi kecil dengan mengerucutkan bibirnya kesal.


kemudian sendi kecil itu melangkahkan kakinya di depan gelombang yang cukup besar hendak menerobos gelombang itu dengan mendekatinya. namun naasnya anak laki-laki itu terseret gelombang hingga cukup jauh dan tak terlihat lagi dengan mata. anak laki-laki itu mengangkat kedua tangannya bertujuan agar orang-orang di sekitar sana dapat melihat dirinya yang tengah tenggelam dan sedang meminta pertolongan. kala itu tak banyak orang yang ada di pantai, namun ada seorang wanita paruh baya yang berteriak meminta tolong agar dapat membantu Sendi kecil yang tengah tenggelam. hingga orang-orang semakin berkerumun namun tak ada respon, kebanyakan orang hanya menonton karena banyak dari mereka tidak bisa berenang. jika sampai mereka ikut menolong, yang ada mereka juga akan ikut tenggelam. ayah Sendi kecil itu masih sibuk berbicara dengan orang yang ada di via telepon dan ia tak menyadari kalau anaknya saat ini sedang ada di antara hidup dan mati. namun tiba-tiba ponsel pria itu terjatuh ke pasir, dan saat itulah ayah Sendi kecil mendengar beberapa orang yang tengah meminta tolong, dan pria itu begitu terkesiap ketika tak sengaja melihat laut dan ia melihat putranya sedang tenggelam di laut. segera tanpa aba-aba ia langsung berlari ke arah bibir pantai dan mulai menceburkan dirinya ke laut lalu berenang dengan cepat untuk mendekati putranya yang sedang melambai-lambaikan tangannya tanda meminta tolong. setelah pria itu berhasil mendapatkan tubuh Sendi kecil, ia langsung membopong tubuh mungil Sendi kecil itu ke tepi pantai. setelah berhasil membawa Sendi kecil di tepi pantai, pria itu langsung menelentangkan tubuh Sendi kecil, lalu ia menekan-nekan dada Sendi kecil yang bertujuan agar Sendi kecil memuntahkan air yang telah masuk ke dalam tubuh Sendi. dan janganlah kalian bertanya, pria dewasa itu beserta Sendi kecil tengah di kerubungi para orang-orang yang sedari tadi menonton sendi kecil yang tadi tenggelam.


"sayang bertahanlah," gumam pria itu dengan raut wajah yang begitu cemas, ia masih menekan-nekan dada Sendi kecil agar ia cepat sadar dari pingsannya.


"aku tidak apa-apa ayah, aku ini baik-baik saja. percayalah," kata-kata itu lolos dari mulut Sendi kecil walaupun terdengar lirih karena tubuh Sendi kecil yang tampak begitu lemah. meskipun kata-kata yang terlontar dari mulut Sendi kecil tidak terlalu jelas, namun pria dewasa itu masih bisa mengartikannya.


tadi saat pria itu sedang sibuk menelpon, Tara dengan sengaja menjatuhkan ponsel pria itu hingga terjatuh di pasir dengan menggunakan kekuatan magic nya. sebelumnya Tara mendapat notifikasi dari buku hitamnya akan ada anak laki-laki kecil yang akan mati. namun notifikasi itu belum pasti karena foto anak kecil yang terpampang di buku hitamnya terus bergerak-gerak. saat Tara menemui anak laki-laki itu di tempat lokasi, entah kenapa hatinya tergerak untuk membantu, dengan menjatuhkan ponsel pria itu agar pria itu dapat menolong anaknya yang tengah tenggelam di laut.


pertemuan pertama Tara hingga dia jatuh cinta dan takut untuk kehilangan.

__ADS_1


flashback off


"terima kasih Bu," setelah Tara mengucapkan itu dan Bu Susi mengiyakannya, Tara segera menuju ke arah loker yang ada di dapur dan mulai meraih tas nya lalu memasukkan baju seragamnya itu ke dalam tas. setelah itu Tara kembali untuk bekerja lagi.


Tara dan Bu Susi sedang sibuk di dapur membuatkan makanan dan minuman pesanan para pembeli yang tengah berkunjung di kafe. dari tadi memang Bu Susi sudah membuka kafe nya.


-


-


-


jangan lupa berikan jejak dengan memberi like, coment, poin and koin readers. see you

__ADS_1


__ADS_2