
" Gimana? Uda sukses mendekati Sinta?" tanya Mira yang sedang berkunjung ke apartemen Rio.
" Dia masih belum bisa maafin aku." kata Rio yang duduk di sofa seraya menikmati kopi panas.
" Kan dulu pernah aku bilang, jangan gegabah. Salah sendiri, kamu uda nyatain cinta aja sama Sinta. Uda gitu pake nyulik segala." kata Mira yang menyalahkan Rio karena telah menggagalkan aksinya.
" Aku hanya takut kehilangan dia." ujar Rio.
" Coba kamu ikuti caraku, pasti gak akan gagal begini." ungkap Mira.
" Memangnya selama ini rencana kamu selalu berhasil?" sindir Rio.
" Ish..." Mira dengan senyum kecutnya.
" Apa rencana kamu selanjutnya?" tanya Mira.
" Nanti sore aku akan menunggu nya di toko kue. " kata Rio.
" Usahakan dia harus mau di jemput olehmu." kata Mira.
" Iya, " jawab Rio," Sebaiknya kamu pulang. Aku ingin tidur dulu." kata Rio.
" Ish, selalu aja ngusir." gumam Mira yang langsung mengambil tasnya lalu pergi meninggalkan apartemen Rio.
Rio langsung menuju tempat tidur nya, lalu tiba-tiba dia mempunyai ide.
Dia langsung mengambil ponselnya, dan langsung menghubungi Sinta.
Rio mengirimkan pesan via wa ke Sinta.
" Toko kue Sinar Cahaya?."
Pesannya belum di jawab, mungkin Sinta sedang sibuk melayani pembeli. Rio dengan pikiran positif terus berharap agar Sinta membalas pesannya.
Sepuluh menit berlalu, " Criiing..."
Terdengar bunyi pesan yang masuk.
__ADS_1
" Maaf dengan siapa?" tanya Sinta.
" Bisakah saya memesan lima box brownies dan diantar ke alamat Jl Cakrawala X, Gedung Utama lantai 5."
"Maaf dengan siapa?" tanya Sinta kembali.
" Dengan Satrio, nanti kalau sudah sampai silakan telepon ke nomor ini." kata Rio dengan memalsukan identitas nya.
" Baik, Pak!" jawab Sinta.
" Uangnya langsung di transfer, bisa minta rekening nya?"
" Bank ABC 321087653 An Sinta Cahaya Total 150rb+ ongkir 30rb\= 180rb."
" OKE."
" Transfer BERHASIL. Transfer dari rekening 709xxxxxx ke rek. 321087653 Rp. 250.000,00. Tgl 12-04-21 Jam 17:50:20, No. Ref: 1098765432. "
" Maaf Pak, kelebihan. " kata Sinta.
" Buat tambahan ongkos." pesan Rio.
" Oke." jawab Rio.
Rio langsung merapikan apartemen nya, dia berharap Sinta tidak akan marah.
SINTA
Sinta langsung membungkus brownies yang telah di buatnya tadi siang. Dia bersiap-siap untuk menutup toko kuenya. Kemudian dia langsung memesan ojek online, dan menulis alamat yang di berikan oleh pemesan barusan.
" Sesuai titik ya, Pak!" kata Sinta yang sudah mendapatkan driver ojek online.
Sinta langsung naik ojek online pesanan nya.
" Mbak, mau pulang ke apartemen?" tanya driver ojek online.
" Enggak Pak, saya mau anter pesenan." jawab Sinta.
__ADS_1
" Oh, kenapa gak lewat O-Send aja!" kata driver ojek online.
" Oh iya, kenapa gak kepikiran oleh saya ya Pak!" kata Sinta yang menyadari kalau seharusnya dia mengirim paket lewat O-Send.
" Ya udah terlanjur, Pak." kata Sinta.
Driver ojek online pun melajukan motornya menuju apartemen.
" Neng, udah sampe!" kata driver ojek online.
" Yang mana gedung nya ya?" gumam Sinta.
" Coba di telpon ke nomor yang mesen tadi, Neng!" saran driver ojek online.
" Oh iya, sebentar ya Pak!" kata Sinta yang langsung menelpon pemesan yang tadi menghubungi nya.
" Berdering..." tulisan di layar ponsel Sinta.
" Halo, " jawab suara seorang pria.
" Maaf Pak, gedungnya yang mana ya? Ada tiga gedung di hadapan saya." kata Sinta mengabari kalau dia sudah sampai.
Kebetulan gedung apartemen yang ditinggalin Rio ada tiga. Dan bentuknya sama , karena memang satu pengembang.
" Yang di tengah, kamu naik saja."
" Oh, aku bayar ojek dulu ya!" kata Sinta yang langsung menutup sambungan telepon seluler nya.
Sinta langsung membayar ojek pesanannya.
" Terima kasih ya Pak!" kata Sinta.
Dan dia langsung menuju apartemen yang posisinya di tengah. Dan langsung naik ke lantai lima.
-
-
__ADS_1
Silakan like dan komen ya guys!