
pertemukan aku dengannya lagi, kumohon.
semuanya terasa ambyar tanpamu....
(frastya mei)
-
-
-
"Seno, kau mau kemana?," tanya pak Johan ketika melihat Seno berjalan ke dapur dan ia terlihat berpakaian rapi seperti hendak pergi.
"Yah, Bu, aku pamit mau pergi keluar," pamit Seno kepada Bu Susi dan pak Johan.
"Hem baiklah, jangan malam-malam pulangnya. oh iya, dimana Sendi?," tanya Bu Susi.
"dia tidur di kamar Bu, sepertinya dia kelelahan," ucap Seno.
setelah itu Seno pun berjalan menuju ke dalam bagasi untuk mengambil sepeda gunungnya dan mulai melajukan sepedanya.
__ADS_1
Seno mengendarai sepeda gunungnya dengan santai untuk menikmati angin sore.
Seno terus memutari jalan hingga tak di sangka sore telah berganti malam. saat di rasa Seno sudah lelah karena terus mengayuh pedal sepeda, ia pun mulai membelokkan sepedanya untuk memarkirkan sepedanya di toko yang sudah tutup itu. namun saat Seno hendak membelokkan sepedanya di depan toko yang sudah tutup itu, tak sengaja ia menyenggol tubuh wanita yang tengah berjalan dan wanita itu pun tak bisa menyeimbangkan tubuhnya sampai akhirnya terjatuh dan menggelepar di trotoar.
Seno terkejut, lalu cepat-cepat ia menuruni sepedanya dan memarkirnya. setelah itu Seno menghampiri wanita itu dengan mengulurkan tangannya berusaha membantu wanita itu untuk berdiri. dengan senang hati wanita itu menyambut uluran tangan Seno dan mulai berdiri. wanita itu membenarkan baju dress selututnya yang sedikit tersingkap.
"hei, apa yang kau lihat?," ucap wanita itu marah pada Seno.
"apa maksudmu?," tanya Seno balik.
"kenapa kau melihat ku seperti itu?, jangan macam-macam kau denganku," ucap wanita itu tidak suka saat Seno melihat kakinya.
"mau kau bawa kemana aku? jangan macam-macam kau denganku," ucap wanita itu marah. lalu wanita itu mencoba untuk menghempaskan tangan Seno kasar, namun tak berpengaruh apa-apa karena tenaga Seno lebih besar darinya.
wanita itu sungguh jengkel karena Seno masih kekeh memegang lengannya.
plak
wanita itu memukul pipi Seno cukup keras hingga pipi putih Seno memerah.
lalu Seno pun melepaskan tangannya dari lengan wanita itu.
__ADS_1
"tadi kau menabrak ku dan sekarang kau mau membawaku entah kemana, sungguh tidak tau diri sekali. jangan macam-macam kau denganku," ucap wanita itu menggebu.
"untuk apa aku macam-macam denganmu? aku hanya menolongmu, lihatlah lututmu terluka dan mengeluarkan darah," ucap Seno menunjuk lutut wanita itu yang terluka karena bergesekan dengan aspal tadi saat ia terjatuh.
pantas saja lututnya terasa sangat perih, wanita itu masih belum menyadari kalau lututnya itu terluka.
"tunggulah di sini," perintah Seno.
lalu Seno pun berjalan ke arah apotik yang tidak jauh dari tempat wanita itu berdiri.
setelah Seno mendapatkan apa yang di inginkannya, ia pun kembali berjalan menuju ke wanita itu dan menyuruh wanita itu duduk di bangku panjang yang ada di depan toko itu.
dengan telaten Seno membersihkan luka wanita itu dari darah yang terus mengalir. setelah lukanya bersih, Seno memberikan obat merah pada lutut wanita itu kemudian membalut lututnya dengan perban.
wanita itu hanya memperhatikan Seno yang begitu telaten membersihkan lukanya.
"lukamu cukup besar, jadi aku memperban lukanya," ucap Seno ketika ia sudah selesai memperban luka wanita itu.
love
m a u l a n i s a f i t r i
__ADS_1