
ini sebagai pertanda setelah seminggu,mei akan menjadi malaikat lagi.
mei akan menggunakan waktu seminggu untuk membereskan semua masalahnya sebelum ia benar-benar menghilang.
"mungkin ini adalah hal yang tepat agar kau bahagia sendi,"ucap mei lirih.
entahlah,ia berjanji di Buku hitam ini karena mei merasa dia sudah menyebabkan banyak masalah di kehidupan sendi dan kak Tyas.mei tidak ingin melihat orang-orang tersayangnya terluka,apalagi dialah penyebab sendi dan kak Tyas tak bahagia.
tapi di sisi lain mei seperti tidak ingin meninggalkan sendi.
mei memejamkan matanya lama.lalu mei membuka matanya kembali dan beranjak berdiri menuju kamarnya untuk istirahat.
mei datang ke sekolah dengan wajah murung, sendi sendi menyuruhnya tersenyum tapi dia tetap tak bisa tersenyum. Ingatan akan menghilang sebagai manusia dan kembali menjadi malaikat membuatnya risau.
"kau tau?,kau tampak mengenaskan dengan wajah seperti itu.lihatlah dirimu,wajah di tekuk,mulut mengerucut seperti bebek,dan...lihatlah bawah matamu itu,
H I T A M...,"ucap sendi menekankan kata hitam.sendi benar-benar khawatir dengan keadaan mei seperti ini.
"aku baik-baik saja,"ucap mei lirih tapi masih murung.
mei terus melamun sepanjang pelajaran Bu Ninda,entahlah,seperti banyak sekali beban yang mei pikul sendiri.
sedangkan sendi,ia masih menjalani hukumannya di taman.pak Kim menyuruhnya untuk membersihkan taman yang masih banyak sampah yang berserak itu.
bel istirahat berbunyi,semua siswa yang ada di kelas berhamburan keluar.seperti biasa,Miko,pungky,dan Dika menyuruh Dino mengikuti mereka.
"ah,apalagi yang akan mereka perbuat padaku,"batin Dino ketakutan.meskipun Dino adalah ketua kelas,tapi Miko and the Genk nya itu tidak takut dengan tikus itu.
Miko pun menyuruh anak buahnya untuk menghajar kampret itu dan mengambil uang jajannya.habislah dino di pukuli.
"apa kalian sudah tidak punya otak?,apa kalian tidak takut di hukum?,apa kalian ingin aku pukuli satu persatu?,"ucap mei berentetan.
Miko mendekati gadis manis itu dan ingin membelai rambut mei yang tengah tergerai.hampir saja tangan Miko mendarat ke rambut mei,sendi menghempaskan tangan Miko kasar.
"jangan pernah kau sentuh meiku dengan tangan sial*nmu itu,"ucap sendi terengah-engah karena menahan emosinya yang ia tahan.
"aku hanya ingin membelai rambut indahnya ini,"ucap Miko yang memancing emosi sendi.
tapi kali ini sendi tidak ingin memukul kunyuk itu,karena akan sia-sia juga.
miko memberitahu sendi kalau tadi mei sudah mengaku di depan kelas. Sudah meminta maaf lebih tepatnya. sendi terkejut mendengar itu.
miko tak lupa mengejek sendi yang ga bisa melihat pengakuan sungguh-sungguh mei tadi karena sedang dihukum.
sendi terpancing emosi, dia mencengkram seragam miko dengan erat.
__ADS_1
tapi mei menarik lengan sendi yang memegang kerah Miko kuat agar sendi melepaskan cengkraman nya itu.
"ahhh,kau membelaku mei?, terima kasih,"goda Miko lalu hendak mencoba membelai rambutnya.
aww w www....
"bangs*t, sial*n,"ucap Miko meringis kesakitan karena mei menggigit jari Miko ketika dia hendak mencoba membelai rambutnya lagi.
"aku tidak akan diam dengan kelakuan konyol mu itu,"ucap mei ganas.
mei benar-benar membuat Miko and the Genk nya marah.lalu Pungky dan dika pun maju.
"jika kalian maju selangkah lagi,akan ku hajar kalian,"ucap Seno dari kejauhan.iya,Seno melihat mereka dari jauh.
"sejak kapan Seno prajasa begitu peduli?,"seru Miko.
"ahhh,apa sejak Seno menyukai mei?,'tebak Dika.
"pria dingin ini berubah perduli ketika sudah jatuh cinta dengan wanita,"ucap Miko menyeringai.
"ayo pergi, akan memakan waktu cukup lama jika harus meladeni kecebong-kecebong ini,"ucap Seno mengajak mei dan sendi pergi.
"kaulah kecebong itu bod*h,"ucap Miko tak terima.
"kecebong akan selalu menggunakan otot ketimbang otak.kau akan tetap menjadi pecund*ng dan selamanya akan tetap begitu,"sindir Seno.
Miko yang mematung hanya bisa menggeram kesal.seno benar-benar mempermalukan nya di depan teman-teman nya.
shit.................
mei,sendi,dan Seno pun jalan beriringan melewati koridor sekolah.
"kalian benar-benar pria sejati.dan kau sendi,kau mirip sekali dengan miko,"ucap mei nyengir.
"kenapa kau bilang seperti itu?,aishhh si mesum ini mulai lagi.aku lebih manis dari pada miko,"ucap sendi pede.
"kau benar-benar mirip dengan Miko, seperti kecebong,"ucap mei sambil nyengir lebar.
"ehhh dasar lele.ganteng-ganteng gini di bilang kecebong,"ucap sendi kesal karena mei mengatainya kecebong.
"aku hanya ikut apa kata Seno yang selalu mengataimu kecebong"ucap mei mengeluarkan lidahnya tanda mengejek.
"kecebong macam kau ini selalu berpikir tanpa otak,"ucap Seno tersenyum remeh.
"yaakkk,jangan kabur kalian,"ucap sendi lalu mengejar mei dan Seno yang tengah lari menjauhinya.
__ADS_1
mei dan Seno sudah berlalu pergi.sendi diam mematung di koridor.
"sendi,"ucap wanita di belakang sendi itu.
merasa ada yang memanggil di belakang membuatnya menoleh ke arah suara itu.
"ada apa?,"ucap sendi dingin.
"apa menurutmu aku tidak cantik?,atau aku kurang menarik sen?,"tanya Sinta meminta penjelasan.
"apa maksudmu?,"ucap sendi yang malas berbasa-basi.
"apa yang membuatmu tidak menyukaiku sen?,apa aku kurang di matamu?,apa ada hal lain yang membuatmu tidak menyukaiku?.jika di lihat,aku lebih cantik dari mei,aku lebih menarik dari mei,dan aku pun lebih dari mei sen.tapi kenapa kau malah lebih menyukai mei?,"tanya Sinta beruntun.
"apa kau ingin tau sekali dengan jawabanku?,"tanya sendi intens.
"iya,"ucap Sinta mantap.
"jangan terlalu penasaran dengan jawabanku,nanti kau akan sakit.aku tidak mau membuatmu depresi dan berujung ingin mengakhiri hidupmu seperti dulu,"ucap sendi.
"tidak,aku tidak akan melakukan hal konyol itu lagi.aku mencintaimu sendi,tapi kenapa kau menolakku demi orang yang bahkan tidak selevel denganku."ucap Sinta.
"aku menyukai mei karena dia tidak pernah menunjukkan kelebihannya sepertimu.aku mencintainya karena hatiku yang memilihnya,"ucap sendi tenang.
"kenapa kau tidak bisa membuka hatimu
sedikit saja untukku sen, kenapa?"tanya Sinta yang mulai menunduk menyembunyikan tangisnya yang sudah pecah.ya,Sinta menangis di hadapan sendi sekarang.
"jangan mengharapkan ku lagi,aku sudah mencintai orang lain.semakin kamu berharap,kamu akan semakin sakit,"ucap sendi lalu berlalu pergi meninggalkan Sinta sendiri.
di rumah,kak Tyas sedang membuat semur ayam bakso untuk sendi dan mei setelah sepulang sekolah.
"gantilah baju seragam kalian,lalu setelahnya kalian turun ke bawah dan kita makan siang bersama,"perintah kak tyas.
setelah mereka sudah ganti baju seragamnya dengan baju rumah,mereka berdua pun turun ke bawah lalu makan siang bersama.
"semur ayam bakso ini...eummmm.....,"ucap sendi lalu memberikan 2 jempol untuk kak tyas.
kakaknya memang pandai dalam memasak,sendi dan mei pun juga bisa memasak berkat kak Tyas.
*****
Seno mengambil minum di dapur, dia bertemu ayah tirinya yang ternyata juga sedang mengambil air untuk minum. pak Johan kemudian menuangkan juga untuk seno sambil bertanya kenapa Seno terus saja ikut campur urusan sendi?
"karena sendi adalah temanku,"jawab seno singkat.Setelah itu seno kembali ke kamarnya.
__ADS_1
love
maulani safitri......