
ketika mei melihat papan tulis yang penuh dengan tulisan,ia pun berinisiatif untuk menghapus papan tulis yang ada di depan itu.
plak
pluk
darrrrr
yang jelas itu bukan suara musik,tapi suara timpukan kotak susu yang berkali-kali mengenai tubuh mei dan juga mengenai papan tulis.semua berubah menjadi putih karena susu.pelakunya tak lain adalah sebagian siswa yang berada di kelas itu,semuanya menimpuki mei dengan susu.
sendi yang baru masuk ke kelas dan melihat mei sedang dibully oleh yang lainnya, segera melindungi mei dengan tubuhnya.mei kaget melihat sendi yang berdiri untuk melindunginya.
Sinta yang melihat sendi itu pun sedih karena sendi begitu mati-matian membela mei.
"apa kalian sudah gila?gak punya otak,"teriak sendi.
"pencuri memang pantas di bully.tidak ada kata maaf untuk pencuri itu,"ucap Sasa.
"P E N C U R I. status itu cocok untukmu mei," timpal Miko kemudian.
sendi naik ke atas meja untuk jalan cepat menggapai tubuh Miko yang berada di bangku belakang.
lalu sendi menghajar Miko habis-habisan.wajah sendi memerah karena geram dengan kata-kata Miko barusan.
"breng*ek, sial*an,"umpat sendi masih memukuli wajah Miko hingga babak belur.
Seno datang dan segera menghentikan sendii yang menghajar Miko dengan brutal.sendi memberontak menyuruh seno melepaskannya.seno benar-benar kewalahan dengan sendi yang menjadi brutal itu.sedangkan Miko hanya diam saja tanpa ada perlawanan sedikitpun.
pak Johan datang dan berteriak menyuruh mereka semua untuk berhenti.lalu pak Johan menyuruh mereka untuk ke kantor.
saat di kantor pak Johan menatap menghunus tajam kepada mereka bertiga.
"kalian tau apa yang kalian bertiga lakukan tadi?kalian itu seperti bukan siswa,"ucap pak Johan penuh dengan kemarahan.
"lihat wajah saya babak belur gara-gara si munyuk ini pak,"ucap Miko menoleh ke arah sendi dan di ikuti pak Johan.
"kenapa kau melakukannya?,"ucap pak Johan menatap menghunus tajam.
"karena dia sudah kurang ajar,"ucap sendi tenang.
"apa kau tau kalau apa yang kau perbuat itu juga kurang ajar?,"tanya pak Johan.
"seandainya pak guru adalah sendi,pasti bapak akan menghajarnya,"ucap seno menatap pak Johan tak kalah tajam.
"saya tidak ingin basa-basi,besok kalian bertiga bawa orang tua kalian ke sekolah,mengerti?,"ucap pak Johan tegas.
"mengerti pak,"jawab mereka serempak,kecuali seno.ia hanya diam.
"kembalilah,"ucap pak johan.
saat Seno juga hendak keluar pak Johan pun mencegahnya dengan memegang lengan seno hingga membuat Seno menoleh ke arahnya.
__ADS_1
"aku tidak habis pikir denganmu,ada apa?kenapa kau seperti ini?,"ucap pak Johan lembut.
"kau tak perlu ikut campur dalam urusanku,urus saja dirimu sendiri,"ucap seno dingin.
"kau tau kalau besok kau harus membawa ibumu ke kantor?dan kau tau apa yang terjadi nanti padanya?apa kau tau ibumu nanti akan kecewa?,"ucap pak Johan.
"aku tau,"ucap Seno singkat.
"untuk apa kau melakukan ini?,apa kau bangga ketika kau mulai mengecewakan ibumu karena tingkahmu itu?.baru pertama kali aku melihatmu berkelahi.sebenarnya aku tidak marah kau berkelahi,karena lelaki itu selalu berkelahi.tapi ayah tidak bisa membayangkan perasaan ibumu nantinya yang kaget dengan ulahmu di sekolah itu"ucap pak johan.
"tak perlu di bayangkan.dan tak perlu cemas pada apapun,aku bisa mengatasinya sendiri,"ucap Seno tenang.
"kau benar-benar keras kepala seno,"ucap pak Johan.
"kalau kau sudah tidak tahan dengan sikapku,kau bisa pergi dari kehidupanku.aku akan memberimu jalan lebar untuk pergi,"ucap Seno.
"tapi aku tidak akan semudah itu untuk pergi dari kehidupanmu dan ibumu,"ucap pak Johan tegas.
Seno tak menghiraukan nya dan keluar dari kantor itu.
"kau menguping?,"ucap Seno ketika melihat sendi yang masih ada di depan pintu kantor.
"aku tidak menguping,tapi aku punya telinga untuk mendengar,"ucap sendi santai lalu menghampiri Seno yang tengah berjalan mendahului nya.
"itu ayahmu?,"ucap sendi penasaran.
"menurutmu?,"ucap Seno dingin.
"aku mendengar pak Johan bilang kalau dia itu ayahmu,"ucap sendi.
"dasar kau munyuk,bicara manis sedikit apa tidak bisa hah?,"ucap sendi kesal.
"kau membuatnya semakin sulit karena tingkahmu yang brutal itu,"ucap Seno.
"kau ingin aku diam saja saat mereka membuli mei?,"ucap sendi.
"kau tidak tau jika Miko membiarkanmu untuk memukulnya?,"
"untuk mengacaukan aku dan juga mei?"ucap sendi mulai mengerti.
"iya, Miko lebih pintar darimu bod*h,"ucap Seno.
menyadari semua yang dikatakan seno benar, sendi mengumpat miko. dia ingin sekali menghajar miko. tapi seno meminta sendi untuk berpikir menggunakan otaknya, jika tidak maka akan lebih mempersulit mei.
sendi mengacak-ngacak rambutnya dan berteriak kesal tidak bisa melakukan apapun.
Pak Kim dan Pak Johan sedang berbicara berdua. Pak Kim marah, mengetahui Pak johan memanggil orang tua sendi,seno dan miko datang kesekolah.karena pak Kim takut ayah Miko memutus dana untuk sekolah karena ulah sendi dan Seno.
"Anda harus selesaikan masalah ini sebaik-baiknya. Dan minimalkan kerugian. Bilang saja, semuanya adalah kesalahan sendi."ucap pak Kim kepada pak Johan.
ternyata mei berada diluar ruangan, tanpa sengaja dia mendengar semua yang dikatakan Pak johan dan Pak Kim.
__ADS_1
sepulang sekolah Seno terus berada di kamarnya.dia sedang tidak ingin kemana-mana.lalu Bu susi pun masuk ke kamar Seno sambil membawa nasi goreng dan teh manis.
"aku memanggilmu dari tadi tapi kau tidak menjawab sama sekali.benar-benar kau,"ucap Bu susi mengelus puncak rambut Seno lembut.
"aku tadi tidur Bu,maaf aku tidak mendengar mu memanggilku,"ucap Seno.
"it's okay,"ucap Bu susi.
lalu tidak ingin basa-basi,Seno pun menceritakan kejadian yang dia alami tadi di sekolah hingga mengharuskan membawa orang tuanya ke sekolah besok pagi.
"ibu harus ke sekolahmu besok?,"tanya Bu susi masih tidak yakin.
"iya,"ucap Seno sambil mengangguk pelan.
"ibu harus ke sekolah karena kau berkelahi? Apa benar kau putraku? ibu harus datang dan melihat siapa yang telah mengubahmu."ucap Bu susi yang tertawa masih tak percaya kalau Seno,anak yang selalu mendapat peringkat pertama dan selalu cuek dengan sekitar tiba-tiba jadi terlibat dalam perkelahian.
*****
di rumah mei sibuk membersihkan meja kafe.mei terus saja membersihkan 1 meja itu saja,entahlah sudah berapa lama mei membersihkan meja itu.ia seperti tidak ingin pindah untuk membersihkan meja lainnya.ia terus menatap meja kaca dan terus memandangi pantulan di meja kaca itu.yang mei lihat hanyalah wajahnya sendiri.
krekkk
pintu kafe terbuka lalu seseorang yang menjumbul masuk.
"kak Tyas,"ucap mei setengah berteriak lalu menghambur memeluk tubuh kak Tyas itu.
"hey,erat sekali kau memelukku?,apa kau merindukanku?,"goda kak Tyas.
"aku benar benar benar dan benar merindukanmu kak,"ucap mei kegirangan.
"aish,di tinggal beberapa hari aja udah rindu,apa lagi di tinggal bertahun-tahun?,"ucap kak Tyas.
sendi yang baru turun dari tangga dan melihat kakaknya datang pun langsung memeluk tubuh kak Tyas.
"apa kau tidak merindukanku kak?kenapa kau tidak mengangkat teleponku?,dan kenapa kau tidak meneleponku sama sekali?,"tanya sendi beruntun.
"aish kau ini,aku kan liburan,jadi selama beberapa hari aku dan teman-temanku tidak memegang ponsel sama sekali,"ucap kak Tyas tersenyum.
"istirahatlah kak,kakak pasti capek,"ucap mei dan langsung di setujui oleh kak tyas.
*****
keesokkan paginya sendi melihat mei sudah berangkat sekolah duluan.sendi belum memberitahu kakaknya tentang pak Johan yang menyuruhnya untuk membawa orang tuanya ke sekolah karena sendi takut kakaknya marah.
lalu saat sendi sudah berada di depan pintu hendak pergi ke sekolah,sendi mengirimi kakaknya pesan.beberapa detik kemudian kak Tyas melihat isi pesan di ponselnya dari adiknya itu.
"kak tyas, tolong ke sekolah ya hari ini jam 12. Aku dapat masalah karena berbuat seenaknya. Pak Guru ingin bertemu kakak."
setelah kak Tyas membacanya,sendi berlari ke luar sambil berteriak, "jangan lupa datang ya kak Tyas,".
"benar-benar kau sendi i i i i......,"ucap kak Tyas sedikit berteriak mengumpat adiknya itu.
__ADS_1
love
maulani safitri