CINTA SMA

CINTA SMA
Emosi Puput


__ADS_3

" Permisi, " ucap Puput sambil mengetuk pintu ruangan CEO.


" Masuklah, " jawab Rio dari dalam ruangan.


" Maaf Pak, kami mau ambil laporan." kata Puput.


" Iya, ini laporan kalian." kata Rio yang memberikan berkas laporan kepada Puput.


" Terima kasih, Pak!" jawab Wahyuningsih.


" Hmm.." jawab Rio.


" Maaf, Tuan!" kata Puput sambil menatap tajam ke arah Rio.


" Iya, " jawab Rio.


" Saya hanya ingin memberitahu kalau sebaiknya anda jangan pernah mengganggu hubungan Sinta dan Dito." ujar Puput.


Rio memandangi Puput dengan sinis, " Apa urusannya dengan mu?" tanya Rio.


Puput langsung mendekati Rio yang sedang duduk di bangku nya.


Kedua tangannya sambil memukul meja kerja Rio.


" Brak!!!"


Sontak Rio pun kaget, " Hey, apa kau tidak punya sopan santun?"


" Bukan kah kau yang tidak punya sopan santun, Tuan CEO tengil." kata Puput sambil mendekatkan wajahnya ke arah Rio dan menatap nya dengan intens.


" Membawa orang tanpa ijin. Apa itu yang diajarkan Mira selama ini." cerca Puput yang tersulut emosi.

__ADS_1


" Uda Teh Puput, gak usah di bahas disini!" ujara Rendi seraya menahan Puput yang ingin menampar Rio.


" Aku gak terima dia perlakukan Sinta kayak gitu " kata Puput yang geram dengan kejadian kemarin yang di ceritakan oleh Terry.


" Memangnya Sinta kenapa Put, " ucap Wahyuningsih yang berdiri memperhatikan Puput sedang emosi.


" Kakinya terluka karena kabur dari CEO tengil ini." ujar Puput sambil menunjuk jari telunjuk ke arah Rio.


" Apa kaki Sinta terluka?" ucap Rio yang langsung bangun dari kursinya.


" Sudah Put, lagian Sinta gak akan balik lagi ke sini." jata Wahyuningsih yang menarik lengan Puput.


" Tenangkan hatimu, yang penting Sinta selamat dan sekarang sudah di rumah." ucap Wahyuningsih meredakan amarah Puput.


Lalu Wahyuningsih menuntun tangan Puput untuk keluar dari ruangan Rio.


Kemudian mereka berpapasan dengan Mira.


" Apa ini semua rencana mu?" kata Puput yang menatap tajam mata Mira.


" Eh maksudnya apa nih?" kata Mira yang badannya sudah bersandar di dinding.


" Gak usah pura-pura deh! Kamu kan yang mengatur semuanya, sayangnya cinta Dito dan Sinta sangat kuat. Jadi kamu gak ada harapan." ejek Puput sambil menampar ringan pipi Mira.


Kemudian Puput langsung pergi meninggalkan Mira.


Mira pun memasuki ruangan Rio, " Rio, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Mira yang kaget Puput memperlakukan nya kasar.


" Kemarin bukannya kau sudah tahu kejadiannya?" ungkap Rio.


" Tetapi kenapa aku yang di salahkan ?" bingung Mira.

__ADS_1


" Karena aku bagian dari rencana mu. Jadi mereka semua menyalahkan mu." ujar Rio.


" Tetapi kejadian kemarin aku gak tahu sama sekali." gertak Mira.


" Sekarang keluar lah, jangan ganggu aku." kata Rio.


Lalu Mira keluar dari ruangan Rio dengan muka masam.


" Put, kita jadikan mau ke rumah Sinta?" tanya Wahyuningsih yang berjalan bergandengan dengan Puput.


" Jadi."


" Kamu Ren?" Tanya Wahyuningsih kepada Rendi yang duduk di sebelahnya.


" Maaf, Teh. Saya mau pulang aja, oleh-oleh kemarin belum dibagiin ke tetangga.


" Oh ya udah, aku sama Puput tidak turun bareng ya!" kaya Wahyuningsih pamit.


" Iya, Teh. Salam untuk teh Sinta." ucap Rendi.


Rendi turun di halte busway, sedangkan Wahyuningsih dan Puput menuju rumah Sinta.


" Aku tahu kamu ngotot banget mau ke rumah Sinta." kata Puput sambil tertawa dan menunjukkan jari telunjuk ke arah wajah Wahyuningsih.


" Ih, apaan Sih! " kata Wahyuningsih yang mukanya sudah memerah.


-


-


Silahkan like, dan komentar yang banyak dah!

__ADS_1


__ADS_2