CINTA SMA

CINTA SMA
Pernyataan cinta Rio


__ADS_3

" Mereka sedang berbicara apa, Teh?" Tanya Rendi kepada Wahyuningsih.


" Kau tanya saja mereka" ketus Wahyuningsih.


Sekarang Wahyuningsih sudah tidak lagi kagum dengan Rendi. Karena dia sudah mempunyai tambatan hati yaitu Fadli. Perasaan suka terhadap Rendi pun lenyap begitu saja.


Wahyuningsih sedang asik chating dengan Fadli. Makanya dia tidak menghiraukan pertanyaan dari Rendi.


" Fad, kamu sudah sampai rumah " ketikan pesan Wahyuningsih yang langsung terkirim ke ponsel Fadli.


Kemudian terlihat di layar ponsel Wahyuningsih tulisan " Sedang mengetik...."


" Cring " suara pesan masuk di ponsel milik Wahyuningsih.


" Sudah, kamu lagi dimana?" tanya Fadli melalui pesan wa.


" Aku sedang naik busway, menuju arah pulang" jawaban Wahyuningsih.


" Kau harus tahu soal drama tadi di kantor, akan aku ceritakan saat sampai rumah. Tunggu telpon dariku" pesan Wahyuningsih dan terlihat dia terus tersenyum.


" Kamu kenapa, Teh?" tanya Rendi yang sedari tadi melihat Wahyuningsih tersenyum sendiri sambil melihat layar ponselnya.


Wahyuningsih melirik ke arah Rendi.


" Aku sedang berbalas pesan dengan pacar ku" jawab Wahyuningsih yang kemudian dia langsung mengenakan headset agar pembicaraan dengan Fadli tidak terganggu.


Rendi yang sudah terlambat untuk mendekati Wahyuningsih pun hanya terdiam.

__ADS_1


" Teh, duluan ya!" seru Rendi.


Halte pemberhentian untuk Rendi, dan dia langsung berdiri lalu menuju pintu. Disusul oleh Puput yang juga turun di halte yang sama.


Halte berikut nya adalah Wahyuningsih, dan terakhir adalah Sinta.


Sinta pun turun di halte busway terakhir, dia berjalan untuk naik angkutan umum berikut nya.


Wajahnya sangat lelah sekali, dia merasa lega karena sudah mengetahui tentang rencana Mira.


Dan bersama teman-temannya sudah menjebak Mira dalam rencananya sendiri.


Saat sedang menunggu angkutan umum tiba-tiba ada mobil sedan putih berhenti di depannya.


" Sinta " panggil seorang pria yang memakai kacamata hitam dari arah sedan putih.


Sinta pun melihat sambil menunduk, dia perhatikan siapa yang memanggil dari dalam mobil sedan yang berhenti di depan nya.


" Masuklah" kata Rio yang menyuruh Sinta masuk ke dalam mobilnya.


" Tidak Tuan, saya naik angkutan umum saja" ucap Sinta menolak.


Rio langsung membuka seat belt nya dan keluar dari mobil.


Rio pun menghampiri Sinta yang sedang berdiri di halte. Kemudian dia memegang tangan Sinta dan langsung membuka pintu mobil, lalu menyuruh Sinta untuk masuk.


" Tidak, Tuan" kata Sinta menolak.

__ADS_1


" Masuklah, aku akan mengantarmu pulang " kata Rio memaksa Sinta masuk dan sudah menutup pintu mobilnya.


Kemudian Rio langsung masuk ke dalam mobilnya. Dipasangkan nya seat belt ke badan Sinta.


" Tuan, saya naik angkutan umum saja" kata Sinta yang memegang tangan Rio.


" Pakailah Sinta, ku mohon" kata Rio.


" Baiklah, Tuan " ucap Sinta.


Lalu Rio mulai menyalakan mesin mobilnya dan melaju menuju rumah Sinta.


" Rumah mu arah mana?" tanya Rio.


" Lurus aja, nanti di depan ada lampu merah langsung belok kiri." kata Sinta yang menjelaskan dengan menunjukkan tangannya ke arah depan.


Kemudian Rio menjalankan mobilnya dengan perlahan, agar dia bisa berbincang lama dengan Sinta.


" Sin, jujur aku memang sudah sangat menyukaimu " kata Rio menjelaskan. " Apa yang dikatakan Mira, kau lupakan saja "


" Maaf Tuan, kalau hanya ingin membicarakan hal tadi sebaiknya saya turun disini " kata Sinta sambil menundukkan kepalanya.


" Apa kau tidak ingin menerima cintaku, Sin?" tanya Rio sambil melirik ke arah Sinta.


" Saya belum memikirkan hal itu untuk saat ini, Tuan " kata Sinta.


-

__ADS_1


-


Dukung terus karya author dengan cara like, vote dan berikan komentar.


__ADS_2