
sendi yang mendengar ucapan Dino tadi benar-benar kesal.ia sedang tidak mood untuk melakukan apapun,apalagi dia masih benar-benar syok tentang insiden tadi kalau ternyata pak Johan itu adalah ayah kandungnya yang selama ini ia cari.
lalu dengan malasnya ia melangkahkan kakinya menuju lapangan melewati koridor sekolah sendirian.
bruk
"aww,"desis wanita itu.
"maafkan aku,"ucap sendi meminta maaf kepada wanita yang ia tabrak barusan dan sendi pun langsung jongkok untuk mengambil buku-buku novel milik wanita itu.
saat sendi menatap judul novel-novel itu ia merasa tertarik sekali.yah, buku-buku novel wanita itu semua tentang malaikat.entahlah mengapa sendi begitu tertarik dengan novel itu.sepertinya buku itu bagus.
"terima kasih,"ucap wanita itu tersenyum saat sendi mengembalikan buku-buku novelnya yang ia pungut tadi
"maaf aku tidak sengaja,"ucap sendi menatap wanita itu.
"iya aku juga yang salah karena terburu-buru.perkenalkan,aku dona kelas 10,"ucap wanita itu yang ternyata bernama Dona sambil menyodorkan tangannya ke arah sendi.
"sendi kelas 12,"ucap sendi singkat.
"kau memiliki buku-buku novel itu pinjam di perpustakaan?,"tanya sendi yang sangat tertarik dengan judul novel yang tertera di buku itu.
"iya,maaf kak saya terburu-buru karena ada urusan,permisi,"ucap Dona yang langsung nyelonong pergi dari hadapan sendi.
lalu sendi pun melanjutkan langkahnya lagi menuju lapangan.
ia melihat mei dan kawan lainnya sudah sampai di lapangan duluan.lalu sendi pun ikut gabung.
mereka pun memunguti puluhan bola voli yang bertebaran dimana-mana.mei pun membantu sendi yang tengah memunguti bola voli dan dimasukkan ke dalam keranjang yang ia pegang.dan yang lainnya sibuk pergi ke gudang untuk merapikan alat-alat olahraga yang terlihat berantakan.
hanya mei dan sendi yang berada di lapangan.
saat mereka tengah asik memunguti bola voli sambil bercanda, tiba-tiba keranjang yang terdapat banyak bola voli itu pun terbalik dan mengakibatkan semua bola voli yang mereka punguti tadi berantakan lagi.mei dan sendi menatap aneh karena tiba-tiba keranjang itu terbalik,padahal tidak ada yang menyenggol ataupun membalikkan keranjang itu.mei yang segera tau pelakunya pun langsung berlari meninggalkan sendi sendiri yang masih terbengong-bengong melihat kepergiannya tiba-tiba.mei berlari ke halaman sekolah yang tampak sepi karena memang saat itu jam istirahat sudah habis.
"kau yang melakukan ini?,"tanya mei kepada Tara yang ada di hadapannya sekarang.
"kenapa kau menyalahkan ku?,"ucap Tara merasa tak berdosa.
"aku tau ini perbuatanmu Tara,kenapa kau melakukan ini?.kau seperti bukan malaikat Tara,"ucap mei dengan suara rendah.
__ADS_1
"kau bukanlah malaikat mei,"ucap Tara marah.
"malaikat tidak akan melakukan hal ini,"ucap mei masih dengan suara rendah nya.
Tara diam tak menjawab perkataan mei.
"aku tau kalau kau yang melakukan ini semua.kau juga kan yang menggerakkan kursi sofa waktu itu?,kau ingin mencelakai sendi kan Tara?,"tanya mei beruntun.
"kau menyadari semuanya?,"tanya Tara menatap mei tajam.
"kamu kenapa Tara?, bukankah tugas malaikat adalah menyelamatkan manusia?,"tanya mei dengan mata berkaca-kaca.
"kau salah,apa kau lupa kalau kau bukan malaikat?,"ucap Tara.
"kau juga tak pantas disebut sebagai malaikat tara.tidak ada malaikat yang mencoba mencelakai manusia,"ucap mei lirih.
Tara benar-benar geram dengan perkataan mei itu.
"sikapmu yang seperti ini sama seperti manusia Tara,"ucap mei.
"jangan samakan aku dengan manusia mei,aku malaikat,bukan manusia rendahan,"ucap Tara geram.
"seperti itulah manusia,mereka mudah marah,dan suka mencelakai orang.sama persis dengan apa yang kau lakukan saat ini tara,"ucap mei.
lalu Tara pun menghilang dari hadapan mei.dan tanpa mei tau,sendi mendengar semuanya.sendi terkejut mengetahui identitas asli mei yang ternyata seorang malaikat.
sebelum mei mengetahui keberadaan sendi,ia pun langsung pergi dan kembali menuju lapangan.
sendi tiba-tiba teringat semua kejanggalan yang terjadi.
"sendi,"panggil dona lirih.
sendi yang pikirannya masih bergulat tentang mei itu pun sontak kaget saat Dona memanggilnya.yah,sendi melihat Dona yang tiba-tiba ada di sampingnya.
lalu Dona pun menunjukkan salah satu halaman buku novel yang sedari tadi dia pegang ke arah sendi.
dan sendi pun melihat isi bacaan novel itu, "malaikat akan pergi jika identitasnya ketahuan oleh manusia,".
sendi pun panik dan bergumam apa dia harus pura-pura tidak tahu saja, agar mei tidak meninggalkannya.
__ADS_1
lalu Dona pun menaruh telunjuknya di bibir sebagai tanda bahwa sendi harus diam dan menyembunyikan apa yang sendi ketahui saat ini.
“Diammu, akan melindungi kekasihmu.”ucap Dona lirih.
sendi mengerti dengan apa yang Dona katakan lalu mengangguk-nganggukkan kepalanya.
*****
pak Guru datang dan meminta semua murid kembali ke bangku masing-masing. Dia akan membagikan hasil ranking kelas ini. Guru menuju bangku dino dan menyerahkan peringkat dino sambil berkata kalau peringkat
dino turun jadi peringkat ketiga.yah,meskipun tidak bisa mengalahkan Seno,Dino masih bersyukur karena ia di berikan peringkat 3 besar.
Setelah memberikan hasil ranking dino, pak guru menuju meja Seno.
"kau ada di posisi ke dua sen,"ucap pak guru itu dan menepuk-nepuk bahu Seno agar Seno lebih keras lagi dalam mempertahankan peringkat pertama yang selalu dia peroleh. Kelas pun heboh karena mulai menebak siapa yang ada di peringkat pertama. Bagaimana bisa sendi bisa dikalahkan? pak Guru mengingatkan agar semua tak ribut dengan ranking orang lain, tapi harusnya memikirkan ranking sendiri.
Kemudian pak guru memberitahu mei bahwa mei lah yang menjadi peringkat pertama. Semua pun tercengang. mei tak percaya tapi kemudian tersenyum senang dan mei jelas tak menolak. Sementara sendi menatap mei dengan tatapan aneh. Mungkinkah itu karena mei adalah malaikat makanya mei bisa mengerjakan semua soal dengan mudah?,ahh entahlah sendi benar-benar bingung.
sekolah pun berakhir,tapi di sudut sekolah masih tampak Sinta dan Sasa yang sedang bercakap-cakap.
"kenapa kau melakukan ini padaku?,"ucap Sinta menatap Sasa nanar.
"karena kau menyebalkan,dan kau selalu saja memanfaatkan aku,"ucap Sasa menatap Sinta dengan tidak ramah.
"dan sekali saja dalam hidupmu,cobalah untuk tidak menghitung tindakanmu,"imbuhnya sambil menunjuk wajah cantik Sinta.
Sinta terluka mendengar perkataan Sasa itu.
"apa kau tidak tahu seberapa banyak yang sudah aku lakukan untuk mu sa? Apa kau tidak tahu seberapa banyak uang yang sudah aku habiskan untuk dirimu? Bahkan dengan apa yang akan kau makan sekarang ini jika tanpa aku?,"ucap Sinta menatap tajam wajah sahabatnya itu.
"jangan pernah kau bicara seperti ini lagi di hadapanku,karena aku tidak akan segan menghabisi nyawamu itu.dan mulai sekarang kau bukan temanku ,"ucap Sasa geram sambil menggertakkan giginya.
Sasa pun pergi meninggalkan Sinta sendiri.
"kenapa kau melakukan ini padaku?,"ucap Sinta lirih lalu ia duduk di lantai dan menangis di sana dengan menautkan kedua lututnya.
"benar-benar tidak ada yang tulus mencintaiku,bahkan cinta ayahku pun tak pernah ku dapat.aku benar-benar merasa sendirian.semua membenciku dan meninggalkan ku,"gumam Sinta di sela-sela tangisannya.
sedangkan sendi dan mei pulang bersama ke rumah.saat sudah sampai di kedai sendi dan mei pun mengganti baju seragamnya.setelah ganti baju,sendi dan mei membuka kafe itu sembari menyiapkan semuanya.
__ADS_1
love
maulani safitri