CINTA SMA

CINTA SMA
bab 33


__ADS_3

' berharap semoga kesedihan akan cepat menjauh.'


setelah jenazah kak Tyas sudah di makamkan, perlahan-lahan orang-orang yang ada di sana pun pulang ke rumahnya masing-masing.tapi sendi dan mei masih setia berada di sana.


mei melihat catatan hitamnya yang ia bawa. Dimana disana jelas terlihat bahwa inilah hari terakhirnya. Kehidupannya sebagai manusia akan berakhir hari ini.


mei sudah menuntaskan semuanya sebelum waktunya berakhir.tadi waktu sebelum acara pemakaman,Dia memberikan gelang untuk Seno.


" seharusnya dari dulu aku memberikan ini padamu sen.aku membeli gelang itu dari gaji pertama bekerja di kafe kak tyas.,"ucap mei tersenyum.


"aku harus pulang sen,aku Harus kembali ke tempat asal ku.dan terima kasih untuk semuanya,kamu selalu ada untukku,dan juga selalu ada untuk sendi,"ucap mei lirih.


"kalau aku tidak menerima pemberianmu ini,apa kau tidak jadi kembali?,"tanya Seno.


mei menjawab, dia hanya mengulurkan tangannya, mengajak sendi berjabat tangan.


"terima kasih sudah mau jadi temanku selama ini. aku pasti akan merindukan mu Seno,"ucap mei tersenyum.


walau enggan akhirnya Seno membalas uluran tangan mei.


Saat berjabat tangan itulah, seno menarik tangan mei membuat mei jatuh dalam pelukan seno. seno memeluk mei erat,sangat erat. Dia berkata kalau dia sungguh ga tahu kenapa, semua orang mengucapkan selamat tinggal padanya.


sendi tiba-tiba datang, dan melihat mei ada dalam pelukan seno. perasaannya yang teluka karena pemandangan itu.


mei menunggu sendi yang ada di toilet. Saat sendi sudah keluar, mei memanggil sendi. sendi cuek saja.


"kenapa belum pergi juga?,"ucap sendi dingin.


mei sedih karena sendi memperlakukannya dengan dingin itu.


*****


“Aku selalu mengajarinya untuk tidak menangis. Buat dia tak gampang menangis.


mei, kutinggalkan sendi bersamamu.” Ucap kak Tyas waktu itu, yang dibalas anggukan oleh mei.


mei benar-benar dilema,hari ini ia akan meninggalkan sendi sendiri,tapi di sisi lain kak Tyas menitipkan sendi pada mei.


mei masih menatap sendi yang tengah menangis memeluk batu nisan kak Tyas.


"ayo mei,"ucap Tara yang tiba-tiba berada di samping mei.


mei pun melangkah mundur agak menjauh dari sendi yang masih jongkok memeluk batu nisan kak Tyas.


"Sekarang ini adalah waktu yang tepat untuk kau kembali mei,"ucap Tara.


"aku bahkan masih belum mengucapkan selamat tinggal ke sendi Tara,"ucap sendi lirih.


"perpisahan yang baik itu kalau dilakukan singkat dan cepat.jika kau mengucapkan selamat tinggal pada sendi,itu akan semakin membuatnya terasa berat untuk melepaskan mu mei.dan kau pun sudah bersumpah untuk kembali "ucap Tara.

__ADS_1


mei benar-benar kalut dibuatnya.


mei pun akhirnya memantapkan hati, walau tidak sepenuhnya. Sebelum dia benar-benar menghilang dia menatap sendi yang ada di kejauhan sambil berkata “Jaga diri baik-baik, sendi Sebastian sagafi.”


mei masih menatap lekat tubuh sendi,ia masih bisa mendengar jelas kata-kata sendi di samping makam kak Tyas.


"kak,sekarang mei juga meninggalkan ku.setelah aku kehilanganmu,aku pun juga akan ditinggalkan mei.apa sekarang aku benar-benar sendiri?.aku benar-benar belum sanggup menghadapi semuanya sendiri kak,"ucap sendi lirih.ia masih mencoba untuk menahan tangisnya.


mei punberjalan mengikuti tara dari belakang untuk kembali menjadi malaikat lagi. sesekali Ia menoleh melihat sendi dengan sedih. kemudian mei menghentikan langkahnya.tara mengetahui itu.


"kenapa denganmu mei?kenapa berhenti?,"ucap Tara menoleh ke arah mei yang berhenti.


"aku tidak bisa. aku tidak ingin mengucapkan selamat tinggal."ucap mei tercekat.


"apa maksudmu? kau sudah bersumpah untuk kembali menjadi malaikat sekarang!"ucap Tara kaget mendengar perkataan mei.


mei menyerahkan catatan hitamnya pada tara dan mengatakan kalau inilah sesungguhnya.


"maaf, bahkan jika aku tidak bahagia atau tidak pernah bisa untuk menjadi malaikat lagi, aku akan tetap bersama sendi."


"meski kau akan hilang selamanya setelah hidup menjadi manusia?"seru Tara.


mei mengangguk membenarkan. dengan menahan kekecewaannya tara bilang kalau mei nanti akan menyesali keputusannya.


mei meraih tangan tara dan berterima kasih untuk segalanya selama ini. mei bilang kalau dia tidak akan melupakan Tara..


"aku... aku akan melupakannmu."ucap tara.


"kau akan benar-benar menyesal dengan keputusanmu ini mei,"gumam tara.


mei menghampiri sendi yang masih bersedih di samping makam kak tyas sambil melamun. mei pun memukul dada sendi.


"menangislah! setidaknya menangis, dasar bodoh!"ucap mei.


sendi menatap mei dan mulai menangis. mei berteriak menyuruh sendi menangis lebih kencang lagi.


lalu mei memeluk sendi mencoba menenangkan sendi.


"aku akan tinggal disampingmu. aku tidak akan pergi kemanapun. menangislah kapanpun kau ingin menangis."ucap mei di sela tangisannya.cukup lama mereka berada di sana,tak terasa senja pun perlahan berubah menjadi malam.


malam harinya, mei pergi kekamar sendi yang tengah tertidur. saat itu sendi sedang mengingau dan berkata


'jangan pergi, kumohon jangan pergi'. bahkan sendi sampai mengangkat tangannya dalam tidurnya.


mei menghampiri sendi, lalu Ia meraih tangan sendi dan menggenggamnya.


"apa baik-baik saja jika aku tetap bersamamu?" ucap mei dengan sedih.


"maafkan aku Tara,aku masih belum mengucapkan selamat tinggal padamu,"gumam mei lirih.

__ADS_1


lalu mei pun menunggu sendi yang ada di sampingnya sampai tertidur.


esoknya di kelas, dino menatapi bangku sendi dan mei yang kosong, Ia merasa bersalah mengenai insiden hilangnya ponsel.


tak hanya bangku mereka saja yang kosong,tapi juga bangku milik seno.entahlah kenapa dia juga tidak masuk.lalu beberapa menit kemudian Dino melihat mei yang muncul dari pintu kelas dan duduk di bangkunya.mei benar-benar terlambat pergi ke sekolah karena ia bangun kesiangan.


saat di kantin,Sasa dan Sinta duduk di bangku yang ada di sana.


"aku benar-benar tak bisa menatap raut wajah sedih sendi,dia pasti benar-benar terluka,"ucap santi.


"iya,dia baru saja kehilangan orang yang di sayanginya,"timpal Sasa.


"aku tidak tega melihat sendi yang terus bersedih meratapi makam kak tyas.kita doakan yang terbaik aja,"ucap Danu yang ada di sebelah meja Santi dan Sasa.


"dari tadi aku kepikiran dengan Seno,Seno kenapa ya tidak masuk?tanpa ada ijin pula,apa dia sakit?,"ucap sasa.


pak Johan yang ada di dekat mereka pun sontak kaget,bukankah tadi pagi Seno sudah berangkat sekolah?,dia juga pakai seragam kan?,pak Johan terus bergumam.


lalu pak Johan sontak berdiri dan meninggalkan makanan yang dia pesan tadi.di benar-benar sedang tidak lagi mood makan.


pak Johan pun mengambil ponselnya dalam saku dan mulai menelpon seseorang.


"kenapa ponselnya tidak aktif?,"gumam pak Johan.


ternyata dia sedang menelepon Seno.


dika dan pungky pergi ke kantin untuk membeli sesuatu karena miko menyuruh mereka. pungky mengomel karena miko menyuruh mereka bukannya orang lain.


"hei,apa Miko tau ya kalau kita berdua datang ke pemakaman kakaknya sendi?"tanya Pungky tiba-tiba ke Dika


" itu tidak akan mungkin,"ucap dika percaya diri.


"Tapi aku merasa kasihan pada sendi. Saat kakak perempuan ku mati, aku menangis. Tapi dia tak menangis."ucap Pungky.


tiba-tiba miko berdiri dibelakang mereka, dan Ia memegang pundak dika sambil berkata Kalau memang begitu, seharusnya Pungky menangis untuk sendi. dika dan pungky kaget melihat kedatangan miko yang tiba-tiba.


"ini sudah ku belikan pesananmu tadi bos,"ucap dika mengalihkan pembicaraan.


lalu mereka bertiga melihat Dino yang tengah berjalan ke arah kantin.


"ikut,"ucap Miko ke Dino agar mengikuti Miko.


"tidak,aku tidak mau.aku ingin mengatakan semuanya kalau mei bukanlah pencuri,"ucap Dino gemetar karena takut.


"sudah bosan kau ya?,"tanya Miko lalu ia menyuruh Dika dan pungky menyeret dino sedikit halus agar orang-orang di sekitarnya tidak curiga.


"kalian mau kemana?,"tanya pak Johan tiba-tiba.pak Johan sudah tau semuanya lalu menyuruh mereka berempat ke ruang kelas.


love

__ADS_1


Maulani safitri


__ADS_2