CINTA SMA

CINTA SMA
Paket dari Rio


__ADS_3

RUMAH MIRA


Kabar Dito akan pergi ke Inggris sudah terdengar ke telinga Mira. Hal ini merupakan angin segar untuk nya. Dia akan langsung memberitahu Rio.


" Pasti Rio akan senang sekali mendengar kabar berita ini." gumam Mira.


Dia langsung mengambil ponselnya dan menekan nomor Rio.


" Berdering... "


" Halo.." suara Mira.


" Halo, Mira. Ada apa menelpon ku?" tanya Rio.


" Ada kabar baik." kata Mira dengan semangat.


" Kabar apa? "


" Dito akan pergi ke Inggris. Kamu dapat dengan mudah mendekati Sinta." kata Mira.


" Aku rasa Sinta sangat mencintai Dito." jawab Rio dengan nada tidak yakin.


" Kau harus berusaha Rio, jangan menyerah. Ini kesempatan emas buatmu. Dekati Sinta segencar mungkin." kata Mira dengan bujuk rayunya.


" Baiklah akan aku pikirkan." kata Rio.


" Jangan lama-lama, ingat ada Rendi yang bisa mengambil alih posisimu." kata Mira.


Rio berpikir dan terus berpikir, dia merasa kalah saat di kebun durian.


" Sudah jangan kamu berpikir lama-lama. Cepat bertindak." kata Mira mendesak.


Lalu Mira menutup sambungan telepon seluler nya.


" Rio kamu cemen banget sih jadi cowok." gumam Mira yang sedang luluran di rumahnya.


" Mbak, sekalian rambut aku di creambath ya." kata Mira yang menyuruh pegawai salon langganan nya.

__ADS_1


Dia sengaja memanggil salon langganan nya ke rumah. Karena hari ini dia sedang malas keluar rumah.


" Sinta, Kak Melly ada di pihakku. Kemanapun Dito pergi aku selalu tahu lebih dulu." kata Mira menyombongkan diri.


RUMAH SINTA


" Kak, ada paket." kata Pasha.


" Paket dari mana?" tanya Sinta yang baru saja pulang.


" Gak tau kak, aku gak baca!" Kata Pasha.


" Mana paketnya?" tanya Sinta.


" Tuh di atas meja." kata Pasha.


Lalu Sinta mengambil paket yang berada di atas meja.


" Dari siapa ya?" gumamnya.


Paket berbentuk kotak, lalu Sinta membuka perlahan.


" Surat dari Rio."


Kemudian Sinta membuka isi suratnya.


" Maafkan aku Sin, atas perbuatan ku kemarin. Aku khilaf dan cemburu melihat mu berjalan bersama Dito. Aku tahu kau juga sangat mencintai Dito. Seharusnya aku tidak menculik mu, dan membuat luka di kakimu. Semoga kau suka dengan hadiah dari ku. "


Isi pesan dari Rio telah Sinta baca.


Rio sengaja memesan sandal dengan brand namanya. Selain mempunyai usaha garmen, dia juga mempunyai usaha pembuatan sepatu dan sendal.


Nama Rio masih di bawah nama Dito, perihal ke tenaran di bidang bisnis dan saham. Tapi bukan masalah itu Sinta menyukai Dito. Karena memang sejak awal Sinta dan Dito bertemu saat di angkot. Dan Sinta pun tidak tahu kalau Dito adalah anak seorang pengusaha kaya. Hati Sinta telah terpaut dengan senyuman ciri khas Dito.


Dan Sinta pun tipe gadis yang sulit untuk jatuh hati kepada seorang pria. Saat itu Dito lah yang membuat Sinta penasaran. Jadi Sinta tidak bisa melupakan sikap Dito yang namanya telah terukir di hatinya.


" Berdering.." tulisan di layar ponsel Sinta.

__ADS_1


" Dari siapa ini, nomor tidak di kenal?" ucap Sinta yang melihat layar ponselnya.


Lalu Sinta mengusap layarnya dan menjawab panggilan masuk.


" Assalamu'alaikum, halo.." kata Sinta menyapa seseorang yang menelpon nya.


" Wa'alaikum salam." terdengar suara laki-laki.


" Apa kamu sudah membuka paket dariku?"


" Maaf anda siapa ya?" Tanya Sinta keheranan.


" Aku Rio." jawab Rio.


" Untuk apa kau menghubungi ku?" Tanya Sinta.


" Aku hanya ingin memastikan kau telah menerima hadiah dariku." imbuhnya.


" Maaf, aku sudah banyak sendal. Sebaiknya kau berikan saja pada orang yang tidak mampu." kata Sinta.


" Aku ingin berteman denganmu." ungkapnya.


" Maaf aku tidak bisa." kata Sinta.


" Apa kau masih takut padaku?" tanya Rio.


" Jangan pernah memaksa ku. Kalau tidak ada lagi yang ingin dibicarakan aku ingin menutup teleponnya." kata Sinta mengancam.


" Baiklah, aku hanya ingin berteman dan tidak akan memaksamu lagi." kata Rio.


" Ya sudah, assalamu'alaikum." kata Sinta yang langsung menutup sambungan telepon seluler nya.


-


Jangan lupa like, vote dan komentar mu guys.


Maaf upnya agak lama, karena author sedang kejat target untuk beberapa cerita.

__ADS_1


Jangan pernah bosen ya!


__ADS_2