
" Malik, kau ajak Puput dan Wahyuningsih ke tempat ku hari ini. Bilang Fadli pakai mobil di rumahku "
Dito mengirimkan pesan wa ke Malik, setelah itu dia men-share location tempat nya saat ini bersama Sinta.
" Asyik, ada liburan gratis." ucap Malik senang bukan kepalang. Kemudian dia langsung menghubungi Puput dan Wahyuningsih. Serta menelpon Fadli untuk mengambil mobil di rumah Dito.
Puput dan Wahyuningsih belum di beritahu, soal Sinta yang di bawa kabur oleh Rio.
Tugas mereka disana adalah menghibur Sinta yang kini sedang trauma.
Setelah semua siap, mereka berempat pun menuju pantai ujung genteng.
" Fad, memang Sinta sudah sampai sana?" tanya Wahyuningsih.
" Sudah, kita di suruh nyusul sama Dito." jawab Fadli.
" Lho kok di suruh nyusul, bukannya nanti malah mengganggu mereka?" tanya Puput.
" Kalau aja insiden yang Rio tidak lakukan, mungkin kita gak akan jalan-jalan menyusul mereka. Justru mereka saat ini sedang bersenang-senang di Yogyakarta." ucap Fadli dalam hatinya dan matanya fokus pada jalanan.
" Udah gak usah mikirin itu, yang jelas semua biaya liburan kita hari ini di tanggung oleh tuan raja Dito." ucap Malik sambil mengunyah cemilan. Karena mereka memang belum sampai rumah saat Dito menghubungi Malik.
Baru sampai jalan menuju rumah, tiba-tiba Dito langsung mengirimkan pesan untuk nya. Alhasil dia buru-buru menelpon Fadli, dan langsung menjemput pacar-pacarnya.
Setelah tiga jam menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai di titik lokasi.
" Sinta..." panggil Puput yang melihat Sinta di belakang teras villa.
" Puput, " sahut Sinta yang langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Puput.
__ADS_1
" Sin, kamu dadakan sih ngajak ke pantai nya." rajuk Wahyuningsih.
" Oh iya,, " jawab Sinta seraya melihat ke arah Fadli yang mengedipkan matanya.
" Vila kamu dimana?" tanya Puput.
" Tuh di situ." kata Sinta yang menunjukkan villa yang berada persis di pinggir pantai dan jaraknya hanya 50 meter dari bibir pantai.
" Ih enak banget, " kata Wahyuningsih yang berjalan menuju vila.
Mereka pun membawa perlengkapan dan di masukkan ke dalam villa.
Villa yang di sewa Dito lumayan besar, 1 vila ada 3 bed. Jadi Dito menyewa dua villa untuk mereka berenam.
Malam pun tiba, mereka menyiapkan acara barbeque. Malik di tugaskan untuk membeli ikan laut. Serta para wanita bertugas memasak nasi.
Semua peralatan masak sudah tersedia di dapur, sedangkan alat panggang menyewa pada salah satu toko.
" Mungkin dia lagi mikirin Dito, kan sekarang mereka long distance." ujar Wahyuningsih sambil menata alat panggang.
" Iya juga ya." jawab Puput, " Eh kita telpon Terry yuk..!" kata Puput yang langsung mengeluarkan ponselnya.
" Berdering..."
Terlihat di layar Puput, belum ada jawaban karena jam menunjukkan pukul delapan malam.
Dua kali Puput menghubungi Terry, dan yang ketiga kali baru di jawab.
"*Halo, Put."
__ADS_1
" Halo, Ter. Kamu lagi ngapain*?" tanya Puput dan Wahyuningsih pun tak luput dari kamera ponsel milik Puput
" Hey Ning, kalian lagi dimana?" tanya Terry.
" Kita lagi di pantai ujung genteng." jawab Puput.
" Oh sama dong, kamu di vila apa?" tanya Terry yang memang juga di lokasi yang sama namun beda villa.
" Kita di penginapan..." lalu Puput bertanya pada Malik.
" Lik, kita lagi di penginapan apa namanya?" tanya Puput.
" Green house." jawab Fadli yang memang Malik tidak tahu.
" Eh, Ter kita ada di penginapan Green House." jawab Puput.
" Sebentar aku cari di map, apa dekat sama villa yang aku tempati." kata Terry yang langsung membuka mapnya.
" Put, lima belas menit aku akan kesitu ya." kata Terry, " Sinta ada gak?" tanya Terry
" Ada."
" Jangan kasih tahu Sinta kalau aku datang ya " pesan Terry.
" Oke ." kata Puput dan Wahyuningsih
Dan Puput langsung menutup layar ponselnya, mereka akan membuat kejutan untuk Sinta
-
__ADS_1
-
Silakan like dan berikan komentar mu.