CINTA SMA

CINTA SMA
Permintaan maaf Rio


__ADS_3

" Pasti Bi Inah akan senang dengan kehadiran mu." ucap Dito yang masih fokus menyetir.


" Iya, kemarin dia bilang padaku kalau dia merasa kesepian. Biasa ada kamu yang becandain." kata Sinta sambil melihat Dito yang sedang fokus menyetir. Sinta masih terus menatap wajah Dito.


" Kamu kok ngeliatin aku terus." kata Dito yang melirik ke arah Sinta.


" Gak tahu, kenapa mata aku terus ngeliatin kamu." ucap Sinta yang memang sudah merasakan kerinduan yang teramat dalam.


" Oh, ya udah. Jangan bosen ya ngeliat wajah aku." kata Dito yang mencolek hidung Sinta.


" Ih kamu genit ah, " kata Sinta yang langsung mengusap hidung nya.


Dito pun tersenyum melihat Sinta bermanja-manja. Selang beberapa menit, tiba-tiba matanya terpejam. Sinta sudah tertidur pulas dan menyandarkan kepalanya di sandaran jok. Dito semakin sayang dengan sikap Sinta, yang tidak kaku seperti dulu.


RIO


" Aku harus menemui Dito sebelum dia pergi keluar negeri." ucap Rio yang terus mondar-mandir di dalam apartemen nya, " Tapi aku harus menemui nya dimana? Dia dimana aja, aku gak tahu." kesal Rio yang terus mengacak-acak rambutnya.


" Sebaiknya aku telpon Sinta, mungkin Dito bersamanya."


" Berdering...." berkali-kali Rio menghubungi ponselnya namun tidak di jawab. Sewaktu kecelakaan, ponsel Sinta terjatuh di dalam mobil Dito, yang terbalik di jalan tol. Dan sekarang sedang di urus oleh pihak pengelola jalan tol. Mobilnya akan di bawa ke bengkel untuk di perbaiki.


" Sial, aku lupa. Saat kecelakaan kemarin, Sinta kan tidak membawa handphone. Bodoh banget sih." Rio terus merutuki dirinya.

__ADS_1


Lalu tanpa berpikir panjang, Rio langsung menuju rumah Dito. Dia harus mencari tahu keberadaan Dito, dari orang terdekatnya.


DITO & SINTA


" Sin, kamu mau makan?" tanya Dito yang sudah berhenti di restoran Padang.


" Oh sudah sampai ya?" tanya Sinta sambil mengucek kedua matanya.


" Belum, hanya saja perutku lapar." kata Dito sambil tersenyum.


" Oh, aku juga." jawab Sinta, " Ya udah kita makan." Lalu Sinta pun keluar dari mobil dan menuju restoran.


" Kamu mau makan apa?" tanya Dito.


" Oh ya, aku pesenin dulu ya. " kata Dito yang langsung memanggil pelayan.


" Uda, nasi rendang dua ya. Sama es teh manis dua juga." kata Dito yang memesan kepada pelayan.


" Oke, " jawab pelayan yang sudah menulis pesanan Dito


Selang beberapa menit, pesanan pun datang. Dan mereka mulai menyantap makanan yang sudah tersaji.


Selesai makan, mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah Dito. Tetapi sebelum nya, mereka singgah di mushola untuk melakukan ibadah solat.

__ADS_1


" Kamu udah selesai,Sin?" tanya Dito


" Udah, " jawab Sinta yang sedang merapikan jilbabnya.


" Ya udah sekarang kita lanjut lagi perjalanan nya. " kata Dito yang langsung menuntun tangan Sinta.


Mereka pun masuk ke dalam mobil, dan Dito sudah melajukan mobilnya.


Beberapa jam sudah berlalu, mereka sampai juga di pintu gerbang berukuran besar berwarna hitam.


Saat ingin memasuki gerbang, tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri mobilnya.


" Dit, Dito buka pintunya. Aku mohon, buka pintunya." terdengar suara Rio yang berteriak sembari mengetuk-ngetuk kaca mobilnya.


" Rio, mau apa dia?" ucap Dito yang langsung menoleh ke arah kaca mobil.


Sinta hanya membuang muka, dan tidak ingin melihat wajah Rio.


" Dit, aku mohon buka pintu nya. " ucapnya mengiba, " Aku ingin meminta maaf padamu dan juga Sinta." ucapan Rio saat melihat Sinta di sebelah Dito.


-


-

__ADS_1


Silakan like dan berikan komentar mu.


__ADS_2