CINTA SMA

CINTA SMA
extra part 14


__ADS_3

"terima kasih Bu," setelah Tara mengucapkan itu dan Bu Susi mengiyakannya, Tara segera menuju ke arah loker yang ada di dapur dan mulai meraih tas nya lalu memasukkan baju seragamnya itu ke dalam tas. setelah itu Tara kembali untuk bekerja lagi.


Tara dan Bu Susi sedang sibuk di dapur membuatkan makanan dan minuman pesanan para pembeli yang tengah berkunjung di kafe. dari tadi memang Bu Susi sudah membuka kafe nya.


"Bu, kemana pak Johan? kenapa tadi ibu terlihat pulang sendiri?," tanya Tara dengan tangannya yang masih sibuk memotong cabe.


"pak Johan tadi mengantar ibu ke tempat perbelanjaan, setelah itu dia pamit langsung berangkat ke sekolah untuk mengajar," tutur Bu Susi.


"Tara," panggil Bu Susi bermaksud agar tara menoleh ke arahnya.


"iya Bu ada apa?," tanya Tara dengan memutar badannya menghadap ke arah Bu Susi.


"mulai besok kau berangkat ke sini siang setelah pulang sekolah saja ya," ucap Bu Susi.

__ADS_1


"eumm baiklah Bu, terima kasih," ucap Tara, setelah itu ia melanjutkan pekerjaannya lagi.


*****


Sendi, Danu dan Seno baru saja masuk ke dalam kelas. lalu mereka bertiga duduk di bangku masing-masing. nampak Sendi yang langsung meletakkan kepalanya di atas meja dengan memejamkan kedua matanya tanpa melepas tasnya yang masih menggantung di punggungnya. ketika Danu duduk, ia langsung membuka tasnya dan mengeluarkan ponsel. setelah itu dia bermain game online yang ada di dalam ponsel nya itu. sedangkan Seno, ia terlihat sibuk melipat kedua tangannya di depan dada dan menyandarkan punggungnya di kursi dengan mata yang terpejam. lalu ia memasang headset di kedua telinganya untuk mendengarkan musik yang ada dalam ponselnya.


"sepi sekali tanpa dia di sini. hemm....," gumam sendi dalam hati. dan tanpa sadar bulir air mata perlahan jatuh di sudut matanya. lalu Sendi mengusap air mata nya itu dengan tangannya agar orang lain tak melihatnya.


"cengeng sekali diriku ini," umpat Sendi dalam hati. lalu tak butuh beberapa waktu yang lama Sendi akhirnya tertidur dengan menelungkup kan kedua tangannya menutup kepalanya.


"jika kalian berdua tidak ingin mengikuti pelajaran saya, lebih baik kalian berdua keluar meninggalkan kelas ini," ucap Bu Ninda tegas tanpa menatap orang yang di perintahnya. karena setelah Bu Ninda mengatakan itu pandangannya menjurus ke semua siswa. semua siswa seketika mengarahkan pandangannya ke arah sendi dan Seno yang masih berada di posisi yang sebelumnya. sedangkan Sendi dan Seno masih tak mau mengubah posisinya karena hari ini mereka sedang malas sekali untuk mengikuti pelajaran.


Bu Ninda sungguh memiliki power, gaya, dan ketegasan untuk menunjukkan kewibawaannya hingga bisa membuat para muridnya akan patuh tanpa sadar. dan di balik itu juga ia adalah seorang guru yang sabar. namun entahlah hari ini Sendi dan Seno terlihat tak peduli dengan ketegasan Bu Ninda, mereka berdua seolah tak peduli dengan kehadiran Bu Ninda.

__ADS_1


"senang sekali mereka berdua menantang guru killer itu. masih pagi sudah membuat ulah," gumam Danu dalam hati. kedua matanya tertuju ke arah Sendi dan Seno yang ada di barisan sebelah paling belakang. tak hanya Danu yang menatap mereka berdua, namun seluruh siswa yang ada di dalam kelas juga turut memandang ke arah Sendi dan Seno. meskipun Bu Ninda adalah orang yang sabar, namun itu tak akan menjamin Sendi dan Seno luput dari hukuman.


lalu Bu Ninda berjalan dengan tenang menuju ke arah meja Sendi dan Seno yang terletak paling belakang.


-


-


-


28-05-20


bertambahnya usia, dan bertambah tua. hari ini adalah hari ke 19 thn nona😘...

__ADS_1


happy reading gaes, jangan lupa like, coment, poin and koinnya :Â¥


__ADS_2