CINTA SMA

CINTA SMA
Kangen di angkot


__ADS_3

Selesai makan, Sinta langsung mengenakan sepatu nya. Dia pun pamit kepada mamanya, karena ayahnya sudah terlebih dahulu jalan.


" Ma, aku jalan. Assalamualaikum." pamit Sinta yang mencium tangan mamanya.


" Wa'alaikumsalam." jawab mama.


Sinta pun mulai menyusuri gang rumah nya. Dia sudah sampai depan gang dan akan menyeberang, saat akan menyebrang tiba-tiba mobil sedan putih berhenti di depannya.


" Sin, " panggil Rio.


Sinta hanya terdiam melihat ke arah mobil.


" Ayo cepat naik. Nanti jalan akan macet!" kata Rio yang sudah membuka kaca mobilnya.


" Maaf, aku naik angkot aja." kata Sinta yang tangannya sudah melambai untuk menghentikan mobil yang sedang melaju.


" Sinta, Sin..." panggil Rio.


Sinta tak menoleh sedikitpun, kakinya terus melangkah menuju halte bus di seberang.


" Ish.." kesal Rio seraya memukul stirnya.


Sinta sudah naik angkot jurusan sekolah nya, dan dia mendapatkan duduk paling pojok.


" Huft, tuh orang uda di tolak masih aja." kata hati Sinta yang merasa kesal.


Kemudian kepalanya langsung bersandar di kaca belakang.

__ADS_1


Seketika dia teringat saat-saat pertama kali mengenal Dito di angkot. Sikap dingin dan cuek membuat nya selalu penasaran. Lalu dia mengambil ponselnya, lalu menghubungi Dito melalui pesan via wa.


" Assalamualaikum, kamu lagi ngapain?" tanya Sinta.


" Pasti kamu lagi tidur ya? Tebak aku lagi dimana?" pesan ke dua.


" Pagi ini aku lagi di angkot, dulu aku sering sekali menunggu saat berangkat pagi. Karena ingin satu angkot denganmu." pesan ke tiga.


" Hari ini aku kangen, ingin satu angkot lagi dengan mu. Nanti kalau kamu pulang, temani aku naik angkot ya. Tempat duduknya seperti dulu, saat kita bertemu pertama kali. Yaitu di pojok dekat kaca belakang." pesan ke empat.


" Wassalamu'alaikum."


Kemudian Sinta memasukkan ponselnya ke dalam saku bajunya.


Beberapa menit kemudian Dito pun membaca, pesan yang barusan Sinta kirim.


" Tring.." terdengar bunyi pesan masuk dari Dito.


" Aku senang saat tidur mendengar bunyi pesan dari ponsel ku, dan isinya adalah pesan darimu." pesan ke tiga.


"Memang Fadli tidak mengantarmu?" pesan ke empat.


" Tunggu saja kedatangan ku, nanti kita akan naik angkot sama-sama seperti dulu. Itu janji ku."


" Wa'alaikum salam."


Sinta buru-buru mengambil ponselnya yang berada disaku. Lalu dia membaca pesan yang masuk. Terlihat mukanya senyum-senyum membaca setiap pesan yang masuk.

__ADS_1


Saat melihat angkot nya sudah sampai di halte sekolah nya. Sinta langsung memberhentikan angkot, " Kiri, kiri..." teriak Sinta.


Mobil angkot pun menepikan lajunya menuju halte.


Sinta turun dari angkot, dan berjalan menuju sekolahnya yang berjarak sekitar 300 meter.


" Sin, " panggil Puput dari arah belakang, " Kamu gak di anter Fadli?" tanyanya.


" Fadli lagi ada studi tour." jawab Sinta.


" Kok kemarin dia gak cerita kalau mau studi tour!" kata Puput yang kemarin touring dengan Fadli.


" Iya, kemarin kan kalian sedang senang-senang. Mungkin dia lupa!" sahut Sinta.


" Ya aku kasian aja, kan kemarin dia naik motor dengan perjalanan jauh. Eh, sekarang harus jalan lagi." kata Puput.


" Iya demi pacar tercinta lah." kata Sinta, " Mungkin nanti Malik juga akan begitu." kata Sinta.


" Kayaknya penampilan mu beda hari ini!" kata Puput yang memperhatikan wajah Sinta sedari tadi.


" Beda kenapa?" tanya Sinta yang bingung dan melihat keselamatan pakaian yang dia kenakan.


" Kamu terlihat senyum-senyum terus." kata Puput yang mencolek pipi Sinta.


" Oh, itu. Ada deh!" kata Sinta yang sudah sampai di depan kelasnya, " Aku masuk dulu, ya!" seru Sinta yang sudah sampai di depan kelasnya.


-

__ADS_1


-


Silahkan like dan berikan komentar mu.


__ADS_2