
~dan nampaknya ku mulai takut kehilangan sosok dirimu~
Seno menatap mereka dengan tatapan sedih.ia melihat mei yang begitu bahagia ketika berada di samping sendi. sedari tadi Seno mengikuti mereka berdua dari arah belakang.
"kau tau sekarang aku semakin terluka?,"batin Seno.
ia benar-benar tidak tahu bagaimana cara untuk melupakan mei.sedangkan tidak bertegur sapa dengannya saja sudah menyakitkan hatinya.secara tak sengaja mei melihat Seno yang berdiri tidak jauh dari tempatnya saat ini.sendi yang melihat mei itu pun mengarahkan pandangannya ke arah yang mei lihat.
Seno yang mengetahui itu pun langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
"aku bahkan tidak bisa marah padamu atau membencimu.kenapa Sangat sakit melihatmu seperti ini?," batin sendi ketika melihat Seno pergi. sendi merasakan apa yang Seno rasakan.ia tau kalau Seno benar-benar mencintai mei,tapi sendi tidak bisa melepaskan mei untuk Seno karena ia hanya punya mei.
"maafkan aku,aku tidak ingin melihatmu mengalami waktu yang sulit,"gumam sendi.
"meskipun kalian sering bertengkar, kalian harus tetap menjadi sahabat,"ucap mei memegang bahu sendi.ia tau pasti sendi sedang memikirkan Seno.
sendi tersenyum ke arah mei.
lalu mei pun menatap pergelangan tangannya dengan tatapan sendu.mei melihat simbol itu berkilau sambil tersenyum kecut.
"senyummu menyakitkan," ucap sendi lirih ketika ia melihat mei menatap pergelangan tangannya.
"rasanya sakit, benar-benar sakit,"ucap mei lalu ia mulai meneteskan air mata tanpa suara dan masih tersenyum kecut.
sendi mulai memegang pergelangan tangan mei yang terdapat simbol itu, lalu menutup simbol itu dengan lengan panjang mei itu.
"aku juga akan membantumu untuk melindunginya," ucap sendi tersenyum dan mulai menghapus air mata yang membasahi pipi mei.
tiba-tiba mei berdiri ketika melihat Tara yang ada tidak jauh dari tempatnya. lalu mei pun berlari mendekati Tara dan tak menghiraukan sendi yang terus memanggil nya.
"jangan menyakiti siapa pun dan kembalilah ke tempatmu. aku memohon padamu Tara," ucap mei menatap Tara sayu.
"aku tidak tau kenapa aku melakukan ini. Bagaimana Aku bisa kembali? aku tidak dapat kembali lagi kerena mu. Malaikat mungkin pekerjaan ku.tapi aku bukan malaikat lagi," ucap Tara menatap mei lekat
"maafkan aku, tapi aku memintamu untuk kembali ke tempatmu Tara,"ucap mei.melihat mei yang sedang berbicara sendirian dan terlihat panik, sendi pun berlari menghampiri mei.
"apa yang kau lakukan?," tanya sendi pada mei.
__ADS_1
melihat sendi berada di belakangnya, mei langsung merentangkan tangannya untuk melindungi sendi dari tara.
sendi merasa aneh melihat sikap mei yang seolah sedang melindunginya dari sesuatu. karena sendi tidak melihat siapapun di situ selain mei.sendi memberanikan dirinya,ia menarik mei ke belakangnya.
"siapa itu," tanya sendi waspada.
mei langsung berteriak, "jangan!"
Tara menurunkan tangannya. ia menatap mei dan sendi tajam.
"siapa kau? tunjukkan dirimu," ucap sendi marah.
Tara diam tak melakukan apapun matanya terlihat berkaca-kaca.
*****
keesokan harinya mereka semua sarapan di meja makan bersama.
"setelah ini kalian pergilah ke sekolah.biar ibu yang akan membuka kafe ini,"ucap Bu susi kepada mei,sendi dan Seno.
mereka hanya menganggukkan kepalanya.
di dalam kelas Miko dan kedua anak buahnya sedang bermain game di ponsel mereka masing-masing. tiba-tiba miko menatap Dika dan pungky bergantian lalu meminta anak buahnya mencari tau tentang mei karena dia rasa mei memang aneh.
dika mulai kesal karena miko terus saja mendikte mereka.
"kau sendiri saja yang mencarinya,aku tidak mau," ucap Dika ketus
"kau mau aku membunuhmu?," tanya Miko marah.
"aku tidak peduli,aku sangat membencimu karena kau selalu memanfaatkan ku dan juga pungky,"ucap dika dan ia langsung berlalu meninggalkan Miko dan Pungky.
"dia kurang asupan,dan nanti aku akan memberikan dia pelajaran," ucap Miko kesal lalu ia mengambil ponsel pungky.
"jangan, jangan kau ambil," ucap Pungky memelas.
"apa kau mau aku hajar juga?," tanya miko menatap Pungky kesal lalu Miko pun pergi.
__ADS_1
sebelum Miko benar-benar pergi, ia mengatakan pada pungky jika Pungky harus membawa sahabatnya itu untuk bertemu dengannya nanti, setelah itu ia akan mengembalikan ponselnya. Pungky hanya bisa pasrahkan semuanya.
Miko menghampiri Seno di loker.
"apakah akan menyenangkan bila jika kau berduaan dengan mei? pasti kau ingin kan berdua dengannya? bagaimana kalau aku membantumu agar kau dan mei dekat? aku tau kau menyukai gadis imut itu kan? dan apakah kau tidak ingin mencari tau tentang mei? agar ia menunjukkan kekuatan super nya lagi ?," ucap Miko panjang lebar.
seno hanya diam tidak menggubris perkataan Miko.
"aku akan membiarkanmu sendirian dengan mei dan aku akan memancing kemarahan sendi agar datang. kau harusnya bersyukur kalau aku mempunyai niat untuk membantumu," lanjut Miko.
seno tetap tidak menggubris miko. ia menutup lokernya dan berencana pergi. ketika Seno menutup pintu loker, ia kaget melihat sendi yang sudah berdiri di sampingnya.
"jadi kalian berdua akan merencanakannya bersama-sama?," tanya sendi kesal. Seno diam tak menjawab.
"kau berfikir kau bisa menyakitiku?, tidakkah itu akan menyakiti dirimu sendiri? menyerahlah, jangan libatkan mei dalam hal ini," ucap sendi kesal lalu ia pergi.
Miko tersenyum senang melihat ketidak akuran sendi dan Seno, ia mengatakan
kalau sesuatu akan terjadi pada mereka berdua dan itu akan tampak menyenangkan.
"anak-anak akan berfikir kalau ini akan jauh lebih menyenangkan jika ini terjadi antara kau dan aku," ucap Seno lalu pergi.
miko menatap Seno kesal.
lalu Miko pun berjalan hendak menuju kantin.saat melewati parkiran yang terlihat sepi, Miko melihat Sinta yang duduk termenung di sana.miko pun menghampiri Sinta dan duduk di sebelahnya.
"hei, matamu sembab apa kau habis menangis?," tanya miko lalu mengusap-usap pipi Sinta yang basah. Sinta hanya diam dan tak menolak tangan Miko yang menyentuh pipinya.
lalu Sinta pun memeluk erat tubuh Miko erat.sinta menangis sejadi-jadinya dan Miko juga memeluk erat balik tubuh Sinta.
"mereka semua meninggalkan aku sendirian, a-aku benar-benar sendiri," ucap Sinta terisak masih memeluk Miko erat.
"maafkan aku, aku melakukan ini semua karena aku takut kehilanganmu, aku takut sendi merebutmu dariku, maaf," ucap miko memejamkan mata menyesali perbuatannya. lalu Miko pun melepas pelukannya dan menatap Sinta lekat.
"jadilah milikku, aku akan melindungi mu dari siapapun termasuk ayahmu," lanjut Miko.
"seharusnya aku tau dari awal kalau dirimu lah orang yang tepat buatku," ucap Sinta menatap Miko dengan mata yang sembab.
__ADS_1
love
maulani safitri