CINTA SMA

CINTA SMA
bab 35


__ADS_3

dirumah, sendi sedang duduk menyendiri di lantai dan menyandar ranjangnya memegang foto kak tyas. sendi masih saja terus bersedih. mei masuk ke dalam kamar, Ia melihat sendi dengan pandangan sedih.lalu mei pun menghampirinya dan duduk di samping sendi.


"kau tau?aku akan tetap disini untuk menunggumu sen,"ucap mei lirih.


sendi tak menjawab kata mei,ia hanya diam tak menghiraukan ucapan mei.sendi benar-benar terpukul karena kehilangan kak tyas.mei memegang lengan sendi lembut, hendak mengalirkan ketenangan,tapi dengan cepat sendi menepisnya dan menatap mei tajam.


mei seperti tau kalau saat ini sedang tidak ingin di ganggu, lalu mei berdiri dan pergi meninggalkan sendi sendirian dan turun ke kafe.mei sedang membersihkan meja di kafe kak tyas. seno datang dan melihat mei dari luar. ketika Ia akan pergi, mei keluar dari kafe dan menatap seno.


Seno akhirnya membantu mei membersihkan meja. seno melihat mei yang hanya membersihkan di satu tempat,


"kenapa kau mengelap tempat yang sama terus-terusan mei?",tanya Seno heran.


"Katanya kalau dibuat kerja pikiran sedih akan hilang."ucap mei lirih


"sendi bagaimana keadaannya?"tanya Seno.


"Dia masih tidur. Atau entah pura-pura tidur.aku tidak tau."ucap mei.


"Yang kutahu tidur juga salah satu cara tetap sehat."ucap Seno.


"kapan kau akan pergi mei?,"tanya Seno tiba-tiba.


"sebetulnya aku tidak mau pergi. jadi aku putuskan untuk tidak pergi sen,"ucap mei lalu duduk di kursi,dan Seno mengikutinya dan duduk di hadapan mei.


"Baguslah. Kau sudah bilang pada orang tuamu?"tanya Seno.


"Aku tidak punya siapa-siapa."ucap mei lirih.


"aku juga sama sepertimu mei,"batin Seno.


"sedang apa kau disini? kenapa tadi kau tidak masuk sekolah,"tanya mei.


"aku tidak mau ke sekolah,"ucap Seno tenang.


mei terus menatap Seno yang juga menatapnya balik.


"apa aku terlihat aneh sampai kau terus menatapku seperti itu?,"tanya Seno heran.

__ADS_1


"tidak,kau itu sempurna sen,kau baik,pintar,cerdas,berbakat,sekaligus tampan,"ucap mei jujur lalu mengembangkan senyumnya.


"Apa ada yang salah?"tanya mei


"Hari ini aku hanya tidak ingin pergi ke sekolah."ucap Seno.


"apa kau serius?,"tanya mei yang masih tidak yakin.


"he em,"ucap Seno sambil menganggukkan kepalanya.


"baiklah jika memang tidak ada apa-apa.besok kau harus pergi ke sekolah,kalau tidak aku akan memarahimu,"ancam mei memelototkan matanya di depan Seno.


Seno geli melihat tatapan konyol mei lalu ia pun tertawa.


Seno berjalan pulang kerumahnya, Ia sedikit terkejut ketika melihat pak johan berdiri di depan rumah sedang menunggunya. pak johan tanya hari ini seno tidak pergi ke sekolah, dia kemana.tapi Seno tak menghiraukan nya dan malah berlalu pergi.tapi pak johan mencegah Seno dengan menahan lengan Seno.


"Setidaknya kau menelepon. Aku khawatir. jika kau tidak mau pergi ke sekolah, istirahatlah beberapa hari. Aku akan bicara pada ibumu."ucap pak Johan lembut.


dengan dingin seno bilang kalau dia tidak melakukan apa-apa dan tidak kenapa-napa. kemudian Ia pergi.


lalu pak Johan pun masuk ke rumah dan menuju ke kamarnya.di sana ia menemukan Bu susi yang sedang sibuk membaca tabloid di atas ranjang.


"sayang,"ucap pak Johan lembut ke Bu susi.


"ada apa yah,"tanya Bu susi.


"aku sudah menemukan putra dan putriku," ucap pak Johan lirih.


"benarkah?,"tanya Bu susi kaget karena penuturan suaminya itu.


"ternyata putraku adalah teman Seno,dan dia sekolah di tempatku mengajar.dia adalah sendi,"ucap pak Johan.


"sendi....bukankah dia adalah muridmu yang baru saja kehilangan kakaknya itu?kakaknya yang pernah kau tabrak itu kan yah?,"tanya Bu susi benar-benar tak percaya sampai menutup mulutnya yang menganga.ia tau semuanya karena setelah insiden itu pak Johan menceritakan kronologi nya kepada Bu susi.


yah,pak Johan mengetahui Tyas itu adalah anaknya karena pak Johan masih mengingat wajah anak sulungnya itu meskipun waktu itu Tyas masih SMP.pak Johan hanya mengingat Tyas,dan dia tak mengenali sendi karena waktu itu sendi masih kecil.


"iya sayang,aku benar-benar merasa bersalah karena telah menabrak anakku sendiri,"ucap pak Johan lirih karena bersalah atas semua ini.

__ADS_1


"besok ayo kita temui sendi,dia pasti merasa terpukul sekali karena kejadian ini.dan kau bisa membawa sendi kemari untuk tinggal bersama kita,"ucap Bu susi menenangkan.


"tapi di sana tidak hanya ada sendi sayang,tapi ada perempuan seusia sendi yang tinggal bersama sendi di sana.dia mei yang pernah datang kemari,"ucap pak Johan.


"mei?.dia siapa?apa anakmu juga?"tanya Bu susi.


"bukan,aku dengar dari Seno kalau mei itu hilang ingatan,tak mengingat keluarganya dan akhirnya dia tinggal bersama Tyas dan sendi di sana,"ucap pak Johan menjelaskan.


"ohh,baiklah besok kita datang kesana untuk mengajak mereka berdua untuk tinggal di sini.tidak bagus kalau perempuan dan laki-laki yang bukan keluarga tinggal di 1 atap,"ucap Bu susi.


"iya sayang,"ucap pak Johan lalu mencium kening Bu susi dengan mesra.saat pak Johan menatap pintu di depannya yang masih sedikit terbuka,ia melihat Seno yang berdiri di sana.


"Seno,"ucap pak Johan kaget,begitu pula Bu susi.


brukk.


Seno menutup pintu kamar yang sedikit terbuka itu cukup keras.


..NOTE AUTHOR..


27-03-2020


hai para readers, maaf ya aku lagi sebel banget dengan komentar pembaca siang ini yang kayak gini.


"lanjutannya mana sih?,"


"niat gak sih nulis novelnya,kalo gak niat ya gak usah nulis novel"


aduh neng maaf ya sebelumnya,kalo neng gak sabaran nunggu update an selanjutnya,ya gak usah di tunggu neng.memang nunggu itu kan gak enak ye kan, bikin sakit. jadi aku gak maksa neng untuk baca,hehehehe...


tapi rutinitas sehari-hari ku itu bukan cuma nulis novel doang neng,tapi aku juga kerja.aku juga sempet-sempetin buat update agar kalian tidak kecewa meskipun hanya mengupdate 1 episode perhari.kan aku sedih kalau di gituin :( .


jadi aku harap kalian mengerti posisi athour ya neng.


sekali lagi terima kasih karena readers mau membaca novel ku.,kalau kalian suka dengan novelku,jangan lupa beri like,coment,poin,and koin ya...


and than semoga virus Korona yang sedang mewabah di seluruh dunia ini bisa cepat hilang ya gaess.aminnn.......

__ADS_1


__ADS_2