
Sheila memeluk Dirga yang baru saja melompat masuk ke pondok
" Helemnya sedikit basah tapi masih bisa dipakai kok " ucap Dirga
" Yah gpp kok kalau basah aku tinggal mutupin kepalaku pake helm kamu " ucap Sheila meletakkan jaket Dirga di kepala nya
Dalam beberaa saat mereka tertawa begitu keras, Dirga pun langsung memeluk Sheila
" Biar gak dingin " ucap Dirga sambil mencium kepala Sheila
Sheila menaikan kedua sudut mulutnya " Aku bahagia! " ucap Sheila dalam hati
SKIP~
SEHARI SEBELUM PERNIKAHAN DIRGA DAN SHEILA
Dinda berdiri sambil memegang undangan pernikahan yang nama pengantinnya bertuliskan nama lengkap Dirga dan Sheila yang akan dilaksanakan besok siang di gedung ternama
Dinda tanpak berdiri membelakangi seseorang pria paruh baya yang berkacamata
Dinda menggelengkan kepalanya " Ini tidak mungkin..." ucap Dinda dengan nada bergemetar
" Sudahlah kamu harus sadar akan kenyataan, jangan lupa dengan apa yang sudah kamu perbuat dulu jangan sampai itu terulang lagi kamu hanya bisa memalukan keluarga "
" AKU BILANG INI TIDAK MUNGKIN!!! " teriak Dinda sambil mengepal undangan pernikahan tersebut
" TIDAK MUNGKIN DIA MENINGGALKAN AKU BEGITU AJA! " teriak Dinda semakin keras
" Sudahlah Dinda jangan terlalu bermimpi lagi mimpi mu yang besar itu hanya bisa menyebabkan malapetaka " ucap pria paruh baya tersebut
" Tidak mungkin...padahal dia mencintai aku....padahal aku yang tulus mencintai dia "
" Dia tidak mencintai mu " ucap pria paruh baya dengan santai
" KAMU TAU APA! ORANG YANG SELALU GONTA-GANTI WANITA TIDAK AKAN PERNAH TAU APA ITU CINTA! " teriak Dinda kepada pria paruh baya tersebut yang merupakan ayahnya
" DINDA! JANGAN TIDAK SOPAN KAMU! "
Dinda terlihat sedikit terkejut kemudian berjalan ke lemari yang terletak di samping nya tersebut
BRANG BRAKK Dinda mulai melempar barang barang yang ada disana
" INI TIDAK BENAR! YANG DIA CINTA ITU AKU! BAGAIMANA BISA!!! " teriak Dinda menjadi jadi
Dinda memegang wajahnya " Yang dia cinta itu aku yang DIA CINTA ITU AKU! "
Pria paruh baya tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya dan duduk di kursi hitam yang terletak disamping
" Aku akan memperlihatkan kepada dia apa itu cinta yang sebenarnya! , dia harus tau hanya aku yang mencintai dia dengan tulus HANYA AKU! " teriak Dinda melempar barang barang yang ada di sekitar nya
__ADS_1
" Cukup Dinda aku tidak mau kamu membuat keributan yang akan menyebabkan kerugian di perusahaan kamu tidak tau berapa uang yang sudah aku keluarkan untuk mengeluarkan kamu dari penjara!? " Ucap ayah Dinda dengan tegas
" DIAM KAMU PAK TUA SI*LAN! " teriak Dinda
Ayah Dinda langsung menatap Dinda dengan kesal " APAKAH SUDAH CUKUP KAMU BERTINGKAH!!!! "
" Aku tidak perduli kamu harus membantuku untuk terakhir kalinya jika tidak kamu yang akan menerima akibatnya! " teriak Dinda berjalan keluar
Dinda berjalan keluar membanting pintu dan bergegas ke kamarnya melewati para pelayan yang menatap nya
Sontak langkah Dinda terhenti ia membalikan badannya dan melihat salah satu pelayanan yang menundukan kepalanya Dinda pun berjalan ke arah pelayan tersebut dan
Prak! Dinda melemparkan satu tamparan di wajah pelayan tersebut " Liat apa kamu pelayan murahan! " ucap Dinda memegang wajah pelayan tersebut dengan keras
Semua orang disana tidak berani berbicara sepatah katapun hanya dapat menahan amarah melihat teman se pekerjanya mendapatkan perlakuan yang buruk
Dinda kemudian masuk ke dalam kamarnya isi kamarnya yang begitu penuh dengan foto foto Dirga dari sudut kanan sampai ke sudut kiri bahkan bantalnya pun di cetak menggunakan foto Dirga
" Bola akan tetap bisa masuk ke dalam gawang walaupun ada penjaganya kan? " ucap Dinda tersenyum memegang foto wajah Dirga yang tempel di dinding
KEESOKAN HARINYA
Sheila duduk di depan cermin dengan cantiknya dengan gaun pernikahan yang begitu indah
" Capeekkkk " rengek Sheila
Bu Elsa yang duduk di sofa sembari membaca majalah menatap putri kecilnya dengan tersenyum bahagia " Tahan dikit lagi ya bentar lagi selesai kok "
Tok tok tok suara ketukan pintu yang berasal dari luar bu Elsa menyuruh salah satu penata rias membuka pintunya yang dikunci dari dalam ketika pintu tersebut telah dibuka
Terlihat Dirga yang sudah memakai sepatu kulit berwarna hitam serta jas dan celana yang berwarna hitam dengan rambut nya yang sudah tertata dengan rapi
" Tante " panggil Dirga
" Kok panggil tante pangill mama dong "
" Ahaha maaf ma.. " ucap Dirga tersenyum malu
" Ada apa? " tanya bu Elsa
Dirga menyodorkan plastik hitam yang berisikan sekantong makanan " Ini tadi pagi Sheila sama mama belum makan kan, Dirga bawain sarapan " ucap Dirga dengan penuh perhatian
Sheila membalikan badannya ketika sudah selesai dirias dan berlari pelan ke arah Dirga
" Dirgaaaaa " ucap Sheila dengan manja melompat ke arah Dirga
" Ugh berat " ejek Dirga
" Heh gak sopan ya ngejek cewek berat! " oceh Sheila tidak terima dibilang berat alias gendut oleh Dirga
__ADS_1
Dirga tertawa kecil
" Kalau gitu mama sama yang lain keluar dulu ya " ucap bu Elsa mereka berdua langsung mengiyakan perkataan bu Elsa
Ketika bu Elsa keluar Dirga menatap Sheila dengan lembut " Kamu cantik " ucap Dirga
Sheila sontak menatap Dirga dengan malu malu " Apasih? "
" Ngomong ngomong mahkotanya mana? " tanya Dirga
" Ada di sana nanti pas acaranya uda mau mulai baru dipakai " ucap Sheila
" Ouhh yaudah kamu makan aja dulu tapi jangan kena lipstik kan cewek cewek suka heboh kalau lipstiknya luntur "
" Cowo gak tau penderitaan cewe diam aja deh yah gak usah banyak bacot " ucap Sheila kesal sambil membuka bungkusan makanan yang Dirga bawakan
Mendegar ocehan Sheila Dirga tertawa terbahak bahak tiba-tiba saja HandPhone Dirga berbunyi menandakan ada pesan yang masuk, ketika Dirga mengecek siapa yang mengirimkan pesan tertera nama Dinda dilayar
Dengan perasaan enggan Dirga membuka isi pesan tersebut ternyata room chat tersebut berisi sebuah video, Dirga pun membuka video tersebut dan melihat isinya bertapa terkejutnya Dirga ketika ia melihat isi video tersebut
Dirga sejenak menatap Sheila yang sibuk melahap makanan " Sheila aku tinggal dulu ya, gak bakal lama kok " ucap Dirga berdiri dari duduknya
Sheila mengangguk anggukan kepalanya " Iya gak usah lama ya "
" Gak lama kok sini cium pipi dulu " ucap Dirga kemudian mencium pipi Sheila
Tak kemudian Dirga terlihat bergegas mengambil kunci mobil dan berjalan ke arah parkiran gedung
" Si*l! dia gila kali ya " umpat Dirga dengan kesal Dirga kemudian dengan cepat menancapkan gas agar tidak ada kesalahan kecil di pesta pernikahannya
Beberapa belokan dan perhentian lampu lalu lintas dilewati oleh Dirga sampai ketika ia tiba di sebuah pantai sepi yang terletak tidak begitu jauh di lokasi pernikahannya itu
Itu contoh style nya Dirga gimana bagus ga? aplagi ada Oppa Lee Min Ho yang jadi contoh nya jadi jantungan kan author :)
Terus itu styel fashion gaun nya Sheila gimana? uda kayak princess belumm? sengaja author cariin yang sama sama lagi megang bunga biar keliatan serasi :)
.
.
.
BERSAMBUNG 🌻
JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN FAV NOVEL AUTHOR🌻
__ADS_1
JAGA KESEHATANYA YA💜