CINTA SMA

CINTA SMA
Rekaman Suara Dito


__ADS_3

" Oh iya Sin, kamu mau ikut kita-kita gak besok ke rumah Terry?" tanya Puput yang duduk di bangku belakang bersama Malik.


" Enggak kayaknya Put!" jawab Sinta sambil melamun ke arah jendela mobil.


" Tapi kamu gak apa-apa kan kita tinggal?" tanya Puput.


" Enggak, Put. Aku ingin membantu mama di toko kue." kata Sinta.


Lalu Sinta mengusap layar ponselnya, dan melihat list lagu yang dikirim oleh Dito.


Dia mulai mendengar alunan musik dan yang menyanyikan lagunya.


" Udah Put jangan di paksain. " ujar Fadli yang berada dibangku depan.


" Lihat deh, dia jadi kayak waktu kecil dulu. Pasti kalo mainannya lagi diambil sama anak lain dia cuma diam, gak berani minta." tutur Fadli yang meledek Sinta, " Terus cuma hidungnya aja yang kelihatan merah karena habis nangis." ungkap Fadli menceritakan masa lalunya.


Sinta tak mendengar ocehan Fadli yang menyindirnya saat masih kecil.


" Sin, kamu harus semangat." Rayu Wahyuningsih yang berada di sebelah Sinta.


" Jangan muram gitu dong wajahnya. Kan kita jadi ikut sedih." Kata Wahyuningsih yang mengusap pundak Sinta.


Sinta tak mendengar ocehan dari teman-temannya. Karena sedari tadi di telinga nya di pasang headset. Dia mendengarkan alunan musik dengan suara Dito yang bernyanyi.


Maka disaat lagu sedih dia terbawa perasaan dan jadi mengeluarkan air mata. Dito selain cerdas dan tampan, suara nya sangat lah merdu.

__ADS_1


Mereka berempat bingung melihat Sinta yang diam sedari tadi. Lalu Wahyuningsih mencoba menggoyangkan tubuh Sinta. Takut terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kesurupan, stres ataupun berhalusinasi.


" Coba kamu goyang-goyang badannya Ning." perintah Malik yang juga khawatir melihat keadaan Sinta yang membisu.


" Sin, Sinta..." ucap Wahyuningsih sambil menggoyang tubuh Sinta.


" Ada apa sih, Ning?" Tanya Sinta keheranan, lalu mematikan alunan musik yang sedari tadi dia dengan lewat ponselnya.


" Kamu kok dari tadi kita ajak ngomong diem aja! Kan kita cuma takut kalo nanti kamu ke sambet." rajuk Wahyuningsih sambil memeluk Sinta.


" Apa? Kesambet?" tanya Sinta sambil menggelengkan kepalanya.


" Iya, abis kamu diajak ngomong diem aja. Malah ngeliatin jalanan terus." ucap Wahyuningsih.


" Nih, kamu mau denger juga?' tanya Sinta.


" Ish.. Kirain kamu lagi kesambet, Sin!" Ucap Puput sambil menyandarkan badannya ke sandaran kursi mobil.


" Kalian apa-apaan sih! Ya enggak-enggak aja pikiran nya." Tutur Sinta sambil memutar kedua bola matanya.


" Terus kok hidung kamu merah gitu kayak abis nangis?" Tanya lagi Wahyuningsih yang penasaran.


" Oh, aku lagi terbawa suasana aja. Abis Dito nyanyinya dalem banget sih!" ujar Sinta sambil tersenyum.


" What?" kata Puput yang mengangkat kedua bahunya dan menengadah kan kedua tangannya.

__ADS_1


" Udah, udah Neng. Nih bapak setelin lagu, dari tadi pada berisik aja ganggu temennya." kata supir taksi online.


" Iya, Pak! Setelin lagu aja, biar pada tidur." kata Sinta sambil tertawa meringis.


Perjalanan masih panjang, mereka akan terpisah di halte bus arah sekolah.


Sinta dan Fadli pun masuk ke halte busway bersama. Sedangkan Wahyuningsih naik angkot yang menuju ke rumahnya.


Puput dan Malik punya rencana sendiri, mereka langsung naik busway arah kota. Katanya mereka akan keliling mall, ngabisin malam mingguan.


Wahyuningsih sebenarnya ingin ikut bersama Fadli. Hanya saja, Fadli sudah di berikan amanat oleh Dito untuk mengantar Sinta sampai rumah nya.


Jalan-jalan malam minggu bersama Fadli pun di urungkan oleh Wahyuningsih.


" Fad, seperti nya Ning pengen jalan sama kamu tuh!" ucap Sinta sambil mengangkat dagunya menunjuk ke arah Wahyuningsih yang sudah melambaikan tangan ke arah Sinta.


" Jangan bikin repot aku, urusan Wahyuningsih gak usah kamu pikirin. Yang penting kamu harus sampai dirumah. " Kata Fadli dengan nada suara yang tegas.


" Iya, bos!" Ucap Sinta dengan nada suara yang malas.


-


-


Silahkan like, vote dan berikan komentar mu guys!❤️😘

__ADS_1


__ADS_2