CINTA SMA

CINTA SMA
bab 36


__ADS_3

telepon di kafe terus berdering,sendi yang mendengarnya langsung menutup telinga nya.ia benar-benar tidak suka ada kebisingan. mei yang berada di dekat ponsel itu pun langsung menyaut telepon itu.


"maaf sebelumnya pak, tapi untuk sementara ini kafe sedang tutup. maaf atas ketidaknyamanan nya," ucap mei kepada orang di seberang.


"iya sekali lagi saya minta maaf," lanjut mei lalu menutup sambungan telepon.


mei pun pergi ke kamar sendi dan membawakannya makanan.


"sendi bangunlah, ayo. setidaknya kau harus makan sen." ucap mei lalu mei duduk di sisi ranjang.


tiba-tiba sendi bangun dan menghempas Piring makanan yang di pegang mei sehingga isinya terjatuh dan berserakan di lantai. setelah itu Ia kembali berbaring. dengan menahan kesedihannya, mei membersihkan makanan yang tumpah ke lantai itu.


"Aku tahu sedih itu seperti apa. Sedih bagiku kalau aku tidak bisa melakukan apa-apa untukmu. Aku juga ingin melihat kak tyas. Aku ingin kak tyas tahu apa yang ingin kau katakan padanya. Jadi bangunlah, sendi." ucap mei sedih.


sendi mendengar apa yang mei katakan, terlihat jelas di matanya ia sangat sedih.


*****


setelah Seno mendengar semua apa yang Bu susi dan pak Johan katakan, jujur hati Seno benar-benar hancur. ternyata sendi itu adalah saudara tirinya, anak dari pak johan. orang yang sangat Seno benci, benar-benar ia benci.


lalu Seno pun memutuskan untuk kembali ke kafe kak tyas. tapi ketika sampai di depan kafe kak Tyas, ia melihat mei berlari keluar dan terlihat terburu-buru.


di pertengahan jalan, mei berhenti. ia sedang mencari tara. setelah mencari kesana-kemari, mei tidak bisa menemukan Tara. mei menjadi putus asa karena mengira dia sudah tidak bisa melihat Tara lagi. mei pun terduduk di jalan dan menatap jalanan itu sendu.


'tara,apa aku tidak akan bisa melihatmu lagi? ra.....Kalaupun aku harus kehilangan semuanya, selama sendi bahagia, kurasa aku akan baik-baik saja." gumam mei sedih.


"mei.....kau sedang mencari siapa?," ucap Seno yang tiba-tiba muncul lalu jongkok di samping mei untuk mensejajarkan posisinya dengan mei yang tengah duduk di jalan.


"a-aku ha-hanya sedang mencari kak Tyas," ucap mei, setelah mengatakan itu mei pun berdiri dan di bantu Seno.


"ayo aku akan mengantarmu pulang," ucap Seno dan mei pun mengiyakan.


"Seno, Saat sedih apa yang dilakukan manusia?" tanya mei saat mereka jalan beriringan.


"Saat sedih?, kau tetaplah di sisinya dan menghibur seseorang itu tidak sulit, jadi tetaplah bersamanya," ucap Seno.


entahlah mengapa ia tadi mengatakan begitu, tapi setelah Seno mengatakan hal itu hatinya mencelos sakit.


mei masih mencerna ucapan seno tadi padanya.


"Bersamanya.. Tetap bersamanya?"gumam mei.


"kenapa kau kesini lagi sen?," tanya mei.


"aku sedang tidak ingin pulang," ucap Seno santai, padahal hatinya masih terluka.

__ADS_1


"ini sudah malam, kau pun belum mengganti baju seragam mu? ibu dan ayahmu pasti akan khawatir padamu sen," ucap mei khawatir.


"mereka tidak akan peduli," ucap Seno.


"kau bertengkar dengan ibu ayahmu sen?," tanya mei menyelidik.


"setiap hari," ucap Seno tetap menatap jalan yang ada di depan.


"sekarang kau pasti sedang sedih, ayo ikutlah denganku," ucap mei lalu menarik lengan Seno untuk masuk ke kafe kak tyas.


mei dan Seno pun pergi ke dapur untuk membuat kue bolu dengan melihat buku resep dari kak tyas. seno berdiri di sampingnya dan memperhatikannya. seno memanggil mei dan tiba-tiba memakaikan apron(celemek) pada mei.


mei sadar dari lamunannya, Ia langsung mejauh dan bilang pada seno dia akan melakukannya sendiri (mengikat tali apron)


"apa kau canggung?," tanya Seno.


"ti-tidak," ucap mei gugup.


"oke,apa yang harus aku bantu? apa kau bisa membuatnya?," tanya Seno semangat.


"emmm aku masih belum belajar membuat bolu, hehehehe," ucap mei nyengir.


"Aishh kau ini," ucap Seno lalu ia membaca buku resep kak Tyas, setelah itu Ia mulai membuat adonan. mei kagum melihat seno ternyata pandai memasak. seno bilang kalau dia harus hidup mandiri ketika kedua orang tuanya sibuk.


"Jadi anak-anak bisa hebat kalau orang tuanya sibuk?" tanya mei polos.


setelah beberapa jam bergulat di dapur, mei pun mencicipi kue bolu buatan Seno yang baru keluar dari oven, Ia mengangguk senang.


"baiklah, aku akan menaruh kue bolu ini di meja," ucap mei dan Seno mengangguk mengiyakan.


mei dan seno mulai bersih-bersih. mei mengatakan kalau dia tidak akan bisa menyelesaikan kalau bukan karena seno.


" kenapa kue bolu yang ku buat waktu itu rasanya tidak enak?," Tanya mei.


"Tidak ada yang langsung enak saat membuatnya pertama kali. Tentu saja rasanya beda dengan buatan kak tyas." ucap Seno.


"Tapi mirip! Kau hebat seno!" ucap mei lalu memberikan 2 jempolnya di hadapan Seno.


Seno tertawa dengan tingkah mei yang menggemaskan.


"kafenya akan kau apakan mei?" tanya Seno.


"Di sinilah semua kenangan sendi terukir. Kurasa akan kita melanjutkannya." ucap mei mantap


"sendi dan kau mei?" tanya Seno tak percaya.

__ADS_1


"Untuk sekarang, iya. sendi tidak mau bangun. Aku jadi khawatir." ucap mei, dan wajahnya bersedih lagi.


"Dia akan bangun." ucap Seno menenangkan.


"Mauku juga begitu." ucap mei.


mei membantu Seno mencuci piring. ketika Ia akan mengambil piring, seno juga ikut mengambil sehingga tangan mereka berpegangan. hal itu membuat mereka saling berpandangan. mei yang merasa canggung, langsung melepaskan piring yang dipegangnya itu dan tanpa sengaja Ia menyenggengol piring dan akhirnya piring itu jatuh dan pecah. ketika akan membersihkan pecahannya, seno melarang mei.


"Tanganmu bisa terluka! Biar aku saja!" ucap seno.


"piringnya licin sen," ucap mei beralasan.


"iya aku tau," ucap Seno masih tetap membersihkan serpihan piring yang ada di lantai.


"kau tidak terluka kan?," tanya Seno khawatir.


"tidak," jawab mei tersenyum.


-


-


-


-


-


Hay readers jangan lupa dung beri dukungan novel ini dengan cara beri like, coment,poin and koin.aku benar-benar membutuhkan dukungan dari kalian semua agar novelku ini di minati para readers semua.


28-03-20


ada pesan dari negara untuk kita semua.


"di rumah aja bantu Indonesia lawan covid-19 (Corona)."


"Saudaraku, Corona virus atau Covid 19, rasanya menghantam semua dimensi kehidupan kita. Begitu dahsyat. Bahkan, luar biasa. Bahkan kehidupan sosial tercabik dan tentara aparat keamanan bersenjata, seakan kehilangan kekuatan menjaga negerinya. Politik babak belur. Banyak pemerintah seakan tak berdaya. Ekonomi semua negara anjlok.


Dari fenomena ini, Tuhan tampaknya sengaja mengingatkan. Juga, memberikan peringatan bahwa, duniamu sekarang telah berubah," .


kejadian ini adalah penanda bahwa Tuhan merupakan satu-satunya yang berkuasa di dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan adalah sang pencipta yang mengingatkan manusia akan pentingnya keimanan dan ketaqwaan.


"intinya, isolasi diri dan tetaplah di rumah,"


love

__ADS_1


maulani safitri.


__ADS_2