CINTA SMA

CINTA SMA
Mobil merah


__ADS_3

" Masuklah, " kata Sinta yang menyuruh Dito untuk masuk ke dalam rumahnya.


" Pasha, temani Kak Dito. Kakak mau ganti baju." kata Sinta yang memanggil Pasha.


" Iya, Kak!" jawab Pasha.


" Duduklah di ruang tamu." kata Sinta yang menyuruh Dito untuk duduk di ruang tamu.


Dito hanya tersenyum menjawabnya.


" Kak, disini kau akan lama tidak?" tanya Pasha.


" Besok kakak akan pulang ke Yogyakarta." sahut Dito.


" Yah!" kata Pasha dengan nada kecewa.


" Memang nya ada apa?" tanya Dito.


" Besok aku akan melaksanakan ujian, dan minta di ajarkan bahasa Inggris." kata Pasha seraya mengerutkan alisnya.


" Kan bisa video call kakak." usul Dito.


" Oh, iya. Nanti aku minta tolong untuk hubungi kakak." kata Pasha semangat.


" Kalian lagi pada ngomongin apa?" tanya Sinta yang sudah memakan kemeja berwarna cream dan celana denim biru dongker. Balutan jilbab berwarna peach membuat Sinta kelihatan sangat cantik. Disematkan bros mawar pemberian Dito tempo hari.


" Kak, Kak Dito!" panggil Pasha.


" Eh, iya." sahut Dito yang tersadar dari lamunannya.


" Kak jangan lupa ya, besok!" pesan Pasha.


Dito pun tersenyum ke arah Pasha. Dan pandangan nya beralih ke arah wajah cantik Sinta.

__ADS_1


" Jangan terlalu intens memandang ku." celetuk Sinta." Aku hanya sedikit berdandan. Gak menor kan?' tanya Sinta.


" Cantik." jawab Dito.


" Aku baru aja belajar tutorial makeup di YouTube." kata Sinta yang menjelaskan soal riasannya.


" Ayo jalan." kata Sinta yang menjentikkan jarinya ke arah wajah Dito.


Mata Dito pun langsung berkedip dan menundukkan pandangan nya.


" Ya, kita jalan." kata Dito.


" Pasha, kakak jalan dulu ya!" seru Sinta.


" Iya, " jawab Pasha.


Dito dan Sinta pun berjalan keluar rumahnya, mereka berjalan berdampingan melewati gang yang sempit. Saat melewati rumah Fadli, tak nampak Fadli di depan rumahnya. Kalau saja ada Fadli, Sinta pasti akan di ledek habis-habisan.


" Masuklah." kata Dito yang sudah membukakan pintu untuk Sinta.


" Ini mobilmu?" tanya Sinta sambil melihat body keseluruhan mobil.


" Bukan, mobil ini aku boleh minjem di rent car" canda Dito.


" Mana ada rent car menyewakan mobil sebagus ini?" kata Sinta yang menanggapi candaan Dito.


" Aku ingin mengajak kamu jalan, bukan bahas soal mobil." kata Dito yang membulatkan kedua bola matanya


" He, he, he. Maaf!" tawa Sinta sambil nyengir kuda.


" Oke, aku akan masuk ke dalam." kata Sinta yang langsung memasukkan badannya.


" Apa pintu nya akan ke atas bila terbuka?" tanya Sinta.

__ADS_1


" Iya, ini model dari sananya." jawab Dito. "Pakailah sabuk pengaman."


" Iya," kata Sinta yang masih meraba-raba body di dalam mobil milik Dito.


" Apa kau tidak marah kepadaku?" tanya Dito.


" Marah soal apa?" tanya Sinta.


" Soal, aku pamer mobil ini kepadamu!"


" Tidak." jawab Sinta. " Ini adalah kepunyaan kamu, untuk apa aku marah." lanjutnya.


" Biasanya kalau aku pamer, kau selalu marah." kata Dito sambil memegang setir mobilnya.


" Jadi sekarang aku harus marah?" tanya Sinta.


" Tidak. " kata Dito yang tidak ingin meneruskan pertanyaan nya. Karena Sinta bisa marah kepada nya bila terus-terusan di pancing. Dan itu akan membuatnya gagal mengajak jalan-jalan Sinta


" Bagaimana kabar Kak Sulis?" tanya Sinta.


" Dia lebih pandai dari kamu ya?" ledek Dito.


" Ish, " kata Sinta yang langsung melipat tangannya ke arah dadanya.


" Aku hanya bercanda, gitu aja kok marah!" kata Dito yang mencolek dagu Sinta.


" Ih, genit." ucap Sinta yang langsung mencubit pinggang Dito.


-


-


Dukung terus karya author dengan cara like, vote dan berikan komentarmu.

__ADS_1


__ADS_2