CINTA SMA

CINTA SMA
Telepon dari luar negeri


__ADS_3

" Terima kasih, Sin." kata Rio yang sudah duduk di bangku dekat etalase.


" Aku masih punya hati." kata Sinta yang lalu mengacuhkan Rio.


"Sial, aku tidak pernah di cuekin sama wanita" ungkap Rio dalam hati.


Suasana terlihat canggung, Sinta terlihat sibuk dengan ponselnya.


Rio masih menebak-nebak dengan siapa Sinta sedang chatting.


" Ehem..." terdengar suara Rio berdehem.


" Ada apa?" tanya Sinta.


" Apa kau ada air, tenggorokan ku terasa kering." kata Rio sambil memegang lehernya.


" Bukannya di depan sedang hujan. Kau minum aja air hujan!" ucap Sinta.


" Sin, bisa kau memberikan ku segelas air." kata Rio.


Sinta langsung menuju dispenser dan mengambil gelas.


" Mau air panas atau dingin?" tanya Sinta.


" Air teh boleh?" kata Rio sambil tersenyum.


" Merepotkan aja." gerutu Sinta.


Sinta pun membuatkan teh manis untuk Rio.


" Seharusnya kalau ada tamu gak usah pake di minta." sindir Rio.


" Maaf, tamu?" ketus Sinta, " Aku kan gak minta kamu datang kesini."


Lalu Sinta menaruh teh manis di atas meja.


Kemudian Rio pun mengambil gelas yang sudah terisi teh yang dibuat oleh Sinta.


" Terima kasih, rasanya tidak manis. Tapi saat ngeliat kamu kok berubah jadi manis." kata Rio yang meminum teh buatan Sinta tanpa gula.

__ADS_1


" Jangan gombal." kata Sinta seraya menatap tajam pandangan nya ke arah Rio.


" Aku serius, tehnya gak manis." kata Rio, " Tapi cukup liat kamu, uda jadi manis." tutur Rio.


" Ish, kalo uda reda sebaiknya kamu cepat pergi." kata Sinta yang mengusir Rio


" Oh kalo ada tamu, sikapmu seperti ini?" ledek Rio.


" Iya, kalau kamu tamunya." kata Sinta.


" Kalau Dito gimana?" celetuk Rio.


Sinta langsung mengalihkan pandangannya, " Jangan samakan dengan Dito." tuturnya.


" Kan sama-sama tamu." kata Rio yang masih menikmati teh pahit buatan Sinta.


Sinta pun terdiam, tiba-tiba ada panggilan masuk di handphone nya.


Panggilan masuk...


" Nomornya siapa ya?" kata Sinta yang bingung dengan nomor asal luar negeri.


" Halo.." sapa Sinta membuka pembicaraan.


" Assalamualaikum.." jawab panggilan masuk dari suara seorang pria.


" Wa'alaikumsalam." jawab Sinta.


" Kan kamu yang ngajarin kalau harus mengucapkan salam saat menelepon." kata Suara laki-laki yang terdengar tidak asing.


" Dito..." sahut Sinta yang langsung melirik ke arah Rio.


Rio terlihat salah tingkah saat di lirik oleh Sinta.


" Ada apa?" tanya Sinta.


" Kamu lagi dimana?" tanya Dito.


" Aku lagi di toko kue." jawab Sinta.

__ADS_1


" Sendiri?" tanya Dito.


" Sama nyamuk dan kecoa." kata Sinta sambil melirik ke arah Rio lagi.


Rio hanya mendengus kesal melihat Sinta menyebut nyamuk dan kecoa ke arahnya.


" Nyamuk, kecoa?" kata Dito, " Sebaiknya kamu beli pembasmi serangga." kata Dito yang cemas.


"Bukannya kamu takut sama kecoa?" tanya Dito.


" Iya, aku takut sama kecoa. Tapi uda aku pukul pake sapu lidi. Dia uda jungkir balik terus mati." sindiran Sinta seraya menggerakkan dua jarinya ke arah leher seperti orang ingin membunuh.


Rio hanya menelan ludahnya saat Sinta mempraktekkan perkataan nya membunuh kecoa pada Dito.


" Ayah gak ada?" tanya Dito.


" Dapat orderan tadi, pas aku baru sampai." ucap Sinta.


" Kamu udah gak di ganggu sama Rio?" tanya Dito.


Sinta pun terdiam, kali ini dia harus berbohong agar tidak membuat cemas Dito.


" Enggak, aku uda gak pernah ketemu dia lagi." kata Sinta sambil melotot ke arah Rio.


Melihat Sinta melotot ke arahnya, Rio hanya tersenyum simpul.


" Oh ,ya udah. Kamu jaga kesehatan ya!. Besok aku telpon lagi, hari ini aku ada ujian masuk kuliah di universitas." kata Dito.


" Aku doakan biar kamu masuk dan cepat pulang ya!" kata Sinta.


" Assalamualaikum." ucap Dito memberikan salam mengakhiri pembicaraan.


" Wa'alaikum salam." jawab Sinta.


Lalu Sinta menutup sambungan telepon nya, dan menaruh ponselnya ke dalam saku.


-


-

__ADS_1


Silakan like dan berikan komentar mu❤️😘


__ADS_2