CINTA SMA

CINTA SMA
Dilema


__ADS_3

" Semua temanmu juga mengkhawatirkan mu, bukan aku saja." ucap Dito.


Sebenarnya Dito bisa saja menyewa bodyguard untuk Sinta, tapi bagi Sinta mungkin itu terlalu berlebihan. Nyatanya Sinta protes di jaga oleh Fadli dan Malik. Dia merasa tak bebas dalam beraktivitas.


" Sin, apa kamu mendengarkan ku?" tanya Dito.


" Dit, apakah cinta serumit ini?" tanya Sinta.


" Maksudnya?" tanya Dito yang bingung dengan pertanyaan Sinta.


" Sin, bisa kau jelaskan pertanyaan mu?" kata Dito yang penasaran, kenapa Sinta menghentikan pembicaraan nya.


" Aku mau istirahat, Assalamu'alaikum." kata Sinta yang sudah menutup sambungan telepon seluler nya.


" Sin, Sinta..." ucap Dito yang kaget dengan perubahan nada bicara Sinta.


Sinta langsung menuju kamarnya, dia mengistirahatkan tubuhnya dan pikirannya. Seperti nya, hari-hari yang akan dia lalui akan berat untuk kedepannya.


*****


" Teh, jangan melamun!!" sapa Rendi yang menyapa Sinta saat sudah sampai di sekolah.


" Aku gak lagi ngelamun, Ren." jawab Sinta.


" Teh, sebentar lagi kan mau ulangan umum. Bisakan ajarin saya matematika?" tanya Rendi yang sudah duduk di depan kursi di hadapan Sinta.


" Bisa, " jawab Sinta dengan nada lesu.

__ADS_1


" Yang semangat dong, Teh. Jangan lesu gitu, kasian Dito di sana nanti jadi khawatir." kata Rendi menghibur.


" Memangnya Dito bisa melihat ku?" tanya Sinta seraya cemberut.


" Kan Dito punya mata-mata." kata Rendi.


" Oh iya, termasuk kamu ya?" tebak Sinta.


" Iya, Teh. Kita jagain teh Sinta bukan keinginan Dito aja. Tetapi emang rasa pertemanan dan persahabatan." ungkap Rendi.


" Memang sudah sejauh mana kamu mengenalku? tanya Sinta.


" Tak perlu mengenal lebih jauh untuk dekat dengan Teh Sinta. Karena semakin dekat hati saya malah sakit. Soalnya hati teh Sinta cuma buat Dito." tutur Rendi sambil tersenyum.


" Apa kamu masih menaruh rasa padaku?" tanya Sinta yang pikiran nya sudah mulai ngaco.


" Ren, terima kasih. Atas semua kebaikanmu. " kata Sinta seraya tersenyum.


Kemudian datang Selvi, yang sudah menapakkan kakinya di depan pintu kelas.


" Ada Selvi tuh, " kata Sinta yang melirik ke arah pintu.


" Kalian lagi ngomongin aku ya?" tanya Selvi yang menghampiri Sinta dan Rendi.


" Kami lagi ngomongin soal belajar kelompok Teh, " kata Rendi yang melirik ke arah Sinta.


Sinta mengernyitkan alisnya mendengar kebohongan Rendi.

__ADS_1


" Kerja kelompok soal apa?" tanya Selvi.


" Sebentar lagi kita kan ulangan umum, Rendi meminta ku untuk mengajari matematika." jawab Sinta yang membela Rendi agar tidak kena marah oleh Selvi.


" Oh, iya Sin. Aku juga dong di ajarain, aku masih sering lupa sama rumus-rumus nya." kata Selvi merajuk.


" Iya, nanti kalian atur aja tempat nya. Kalau hari minggu jadwal ku jaga toko, kalau mau mampir silakan." kata Sinta.


" Iya deh, nanti aku bahas sama Rendi." kata Selvi dengan wajah yang berbinar.


" Sin, aku ke bangkuku dulu ya!" kata Selvi yang langsung menuju bangkunya.


Sinta tidak tahu kalau Rendi sempat menolak Selvi, dan dia hanya ingin menjadikan teman.


Dan Selvi mencoba menerima nya, tapi dia meminta kesempatan kepada Rendi agar bisa mengambil hatinya. Rendi mengiyakan, asal Selvi jangan pernah mengusik Sinta saat dia sedang berbicara berdua. Rendi pun menjelaskan, kalau hubungan dengan Sinta hanya teman. Dan Sinta hanya menyukai Dito, dan Rendi hanya ingin melindungi Sinta.


" Ren, Selvi gak marah kita ngomong berdua?" tanya Sinta.


" Enggak Teh, untuk apa marah?" tanya Rendi.


" Kan dia suka padamu..!!" kata Sinta.


" Sudah, saya mau balik ke bangku." kata Rendi yang enggan menjawab pertanyaan Sinta.


-


Silakan like dan berikan komentar mu guys!!

__ADS_1


__ADS_2