CINTA SMA

CINTA SMA
Menghilangkan trauma Sinta


__ADS_3

Hari sudah pagi, mereka pun berkumpul di ruang tamu. Rio pun di keluarkan dari kamar mandi dan disuruh menuju ruang makan.


" Makanlah, " kata Fadli yang sudah menyiapkan semangkuk mie instan rasa kaldu ayam.


" Aku tidak doyan dengan aroma rasa ini." ucap Rio yang melirik ke arah Fadli.


" Terserah, yang penting aku sudah buatkan. Perkara suka gak suka, ya tahan aja laparmu." ucap Fadli tersenyum licik.


Terpaksa Rio pun makan mie yang sudah tersaji di atas meja.


" Nih pakai bajumu " kata Malik yang melempar baju milik Rio.


" Hey, bisa gak ngasih yang sopan!" protes Rio sambil memicingkan matanya ke arah Malik.


" Memangnya kamu sudah bersikap sopan sama Sinta?" balik Malik menyindir.


" Tunggu aja proses nya di kepolisian, dan kau tahu apa yang sudah Dito lakukan. Itu yang harus kau khawatir kan. Karena kau telah mengganggu miliknya yang berharga." ancam Fadli sambil berbisik di telinga Rio.


" Cih, aku gak takut " ucap Rio dengan nada angkuh.


" Masa?" ledek Malik.


Lalu Dito menuntun Sinta turun ke lantai satu, dengan wajah takutnya Sinta memeluk lengan Dito.

__ADS_1


Dito memandang sinis ke arah Rio yang sedang menikmati mi instan.


" Dit, aku tidak ingin melihat mukanya. Aku akan keluar." ucap Sinta sambil menundukkan kepalanya.


" Iya, dan kau akan di temani Fadli." ucap Dito.


" Fad, kau temani Sinta." perintah Dito.


Lalu Fadli pun keluar mengikuti langkah Sinta. Dito pun menghampiri Rio di ruang makan, yang letaknya bersamaan dengan ruang tamu.


" Kalau masuk penjara, mungkin orang tua mu akan malu. Dan aku tidak akan mengganggu persahabatan kedua orang tua kita. Jadi aku terpaksa memblokir semua hal yang berkaitan dengan usahamu." kata Dito dengan mata penuh ancaman.


" Apa maksudmu?" tanya Rio yang langsung menghentikan makannya.


" Kau pulang saja lalu pergi ke kantor mu, untuk mengecek semuanya. Aku tak perlu merinci disini, karena tidak penting untuk ku. Sekarang aku hanya ingin menikmati liburan bersama Sinta. " ucap Dito dengan menatap tajam ke arah Rio.


Dito menghampiri Sinta yang sedang melamun di pinggir pantai.


" Fad, sebaiknya kau pulang menggunakan mobil Rio. Aku akan menunggu Sinta di sini." bisik Fadli yang berada di belakang Sinta.


Lalu Fadli pun pergi meninggalkan mereka berdua.


Di tepi pantai dengan hembusan angin sepoi-sepoi, mereka berdua duduk diatas pasir putih.

__ADS_1


" Sin, apakah kau masih ingin menikmati keindahan pantai?" tanya Dito.


Sinta pun mengangguk, menandakan dirinya setuju.


" Kita cari penginapan yang persis di pinggir pantai. Dan cari baju untuk mu." ucap Dito yang langsung menadahkan tangan nya.


Lalu tangan Sinta pun memegang tangan Dito. Lalu mereka menuju mobil Dito, saat ingin masuk Sinta berpapasan dengan Rio yang akan masuk ke dalam mobilnya.


" Hey kau lihat apa?" hardik Malik yang langsung mendorong tubuh Rio masuk ke dalam mobil.


Sinta pun membuang muka, dan langsung masuk ke dalam mobil Dito.


Rio sangat geram melihat kebersamaan antara Sinta dan Dito.


Dito yang sudah duduk di depan pun langsung menggenggam tangan Sinta.


" Kamu gak apa-apa?" tanya Dito


" Iya, aku gak apa-apa." jawab Sinta.


" Kita habiskan waktu liburan di tepi pantai." kata Dito dengan senyum ciri khas nya.


Dan Dito melajukan mobilnya menuju villa, yang letaknya persis di pinggir pantai.

__ADS_1


-


Silakan like dan berikan komentar mu.


__ADS_2