CINTA SMA

CINTA SMA
Sinta sadar


__ADS_3

Terima kasih aku ucapkan kepada para reader yang sudah setiap menunggu di setiap up-nya.


Maaf agak lama, karena author lagi nyari inspirasi agar ceritanya semakin greget.


Salam cinta dari author untuk para pembaca setia๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ Tanpa kalian apalah arti karya ku.


TERIMA KASIHโค๏ธ Cek lagi episode selanjutnya ๐Ÿ‘‡


_______________________________________________


" Ter, " panggil Dito melalui sambungan telepon.


" Iya, Dit?" jawab Terry.


" Kamu dimana? Aku ketuk pintu rumahmu gak ada orang." kata Dito.


" Aku di rumah Rendi." sahut Terry.


" Aku tidak tahu rumah Rendi." kata Dito.


" Aku akan menyuruh Rendi untuk menjemput mu." Kata Terry yang langsung menutup sambungan teleponnya.


Lalu Dito menunggu di depan teras rumah Terry. Hari minggu di rumah Terry memang hanya ada Terry saja. Karena kedua orang tua Terry melakukan kunjungan ke kebun bersama nenek nya.


Rendi pun datang menghampiri Dito.


" Ren, bagaimana Sinta bisa bersama mu?" tanya Dito.


" Nanti saja cerita nya, Teh Sinta sekarang sedang lemas. " kata Rendi dengan nada cemas.


" Baiklah, " kata Dito yang langsung mengikuti langkah Rendi.


" Setahuku dia dibawa oleh Rio." kata Dito yang berbicara di belakang Rendi.


" Iya, tadi saya menemukan Teh Sinta sedang menghindari CEO tengil itu." kata Rendi sambil berjalan ke arah rumahnya.


" CEO tengil?" kata Dito bingung.

__ADS_1


" Iya, sudah saya peringatkan jangan berharap dengan Teh Sinta. Tetapi dia tidak mendengarkan, sekarang Teh Sinta jadi menderita begini." kata Rendi yang langsung berbelok arah ke kanan.


" Apa yang telah dilakukan oleh Rio? Eh maksud ku CEO tengil itu." tanya Dito.


" Teh Sinta mencoba kabur saat dia lengah, dan sekarang kakinya terluka." kata Rendi.


" Terima kasih Ren, atas bantuan mu." kata Dito.


Mereka pun sudah sampai di rumah Rendi, lalu Dito masuk ke dalam.


" Sin, kamu gak apa-apa?" tanya Dito seraya berlutut di sebelah bangku tempat Sinta tertidur.


" Kenapa Sinta bisa sampai kayak gini Dit?" tanya Terry.


" Tadi pagi aku melihat di rekaman CCTV, kalau dia di paksa ikut oleh Rio yaitu sepupunya Mira." kata Dito.


" Apa, Mira lagi?" kaget Terry.


" Iya, dia begitu tergila-gila oleh Teh Sinta." kata Rendi.


" Sinta dipaksa oleh Rio saat dia baru bangun tidur, makanya barang-barangnya tertinggal di hotel." tutur Dito.


" Teh Sinta baru saya suapin teh hangat, dan belum makan." kata Rendi.


" Tadi dia bilang sama saya kalau perutnya lapar dan kedinginan." lanjut Rendi.


" Sebaiknya kita bawa ke dokter." usul Dito.


" Dit, Dito." panggil Sinta yang sudah membuka kedua matanya dengan perlahan.


" Sinta, kamu sudah sadar?" tanya Dito sambil mendekati tubuh Sinta.


Sinta pun tersenyum, " Aku takut, Dit!" kata Sinta.


" Maafkan aku yang tidak bisa menjagamu." ucap Dito seraya memeluk Sinta.


" Kau ingin makan apa?" tanya Dito, " Kata Rendi kamu lapar?"

__ADS_1


Lalu Sinta melirik ke arah Rendi, " Terima kasih, Ren!" ucap Sinta.


" Iya, Teh." kata Rendi sambil tersenyum," Teh mau makan apa, biar saya carikan."


" Aku ingin makan bakso malang." kata Sinta.


" Bakso malang?" ucap Terry yang kaget mendengar permintaan Sinta.


" Kamu lagi ngidam Sin?" tanya Terry meledek.


" Eh gak ada ya, ya udah yang ada aja. " ucap Sinta.


" Aku bercanda, Sin. Nanti kita cari bakso malang. Sekarang kamu makan singkong rebus aja dulu." kata Terry yang memberikan piring berisi singkong rebus.


"Ini air tehnya." kata Rendi yang memberikan segelas air teh.


" Terima kasih ya, Ren!" ucap Sinta.


Lalu Dito menyuapi Sinta dengan singkong rebus.


" Pelan-pelan masih panas." kata Dito.


Terry dan Rendi pun keluar melihat kemesraan mereka.


" Ren, bagaimana kalian bisa berhubungan sama sepupu Mira?" tanya Terry.


" Dia itu bos tempat saya magang Teh, " kata Rendi menjelaskan.


" Sudah saya jelaskan kalau Teh Sinta sangat menjaga hatinya untuk Dito. Tetapi dia tidak menyerah juga." tutur Rendi.


" Dua manusia itu sama-sama jahat." kesal Terry.


-


-


Silakan cek episode selanjutnya, jangan lupa like dan berikan komentarmu.

__ADS_1


__ADS_2