CINTA SMA

CINTA SMA
bab 27


__ADS_3

"Seno",gumam mei yang pasti terdengar di telinga Seno.


Seno pun tersenyum dan kedua tangannya masih tetap merobek-robek kertas di meja mei.mei pun membantu Seno merobek kertas-kertas itu.


"jangan pernah lakukan ini lagi,kalau tidak ku potong tangan kalian nanti,"ancam Seno dengan tatapan menghunus tajam kepada semua siswa yang memperhatikan kedua insan tersebut.


"kenapa kau membela pencuri itu?,"ucap Sasa sinis.


Seno menghentikan kegiatannya lalu menoleh ke arah Sasa dan mulai mendekatinya.


Sasa yang melihat tatapan Seno yang tajam itu pun mulai merasa takut.


"apa kau tau yang sebenarnya?,apa kau tau kalau mei yang mengambilnya?,apa kau bisa menjawabnya hah?,"ucap Seno penuh dengan penekanan.


Sasa benar-benar tidak bisa berkutik.ia pun susah menelan salivanya yang seperti seukuran jengkol.sasa benar-benar tidak tau harus menjawab apa,ia hanya bisa menatap wajah Seno yang tampan berubah menjadi sangar.mengerikan,gerutunya.


"sekali lagi kau bilang begitu,ku jitak kepalamu nanti,"ucap Seno lalu kembali memunguti kertas-kertas itu.


lalu pak Johan pun kembali masuk kelas dan menyuruh sebagian anak-anak yang masih ada di luar kelas untuk cepat masuk.


"mei,minta maaflah kepada teman-temanmu sekarang,"perintah pak Johan.


"kebenarannya kan masih belum terungkap,tidak adil bagi mei jika anda hanya mempercayai dino saja,"bela seno


"aku bukannya tak percaya dengan mei,tapi semua bukti sudah menjurus ke arahnya,"tutur pak Johan.


"kalau buktinya di palsukan bagaimana?"tanya sendi tiba-tiba.


"ragu....hanya akan membuat keraguan lain,"ucap pak Johan tegas.


bel pulang pun berbunyi dan pak Johan menyuruh anak-anak untuk mempersiapkan untuk pulang.sebelum mereka semua bubar,pak Johan sudah memberikan pesan untuk mei,kalau pak Johan akan menunggu mei untuk meminta maaf kepada teman-temannya atas kesalahannya.


mei dan sendi pulang sekolah bersama-sama.


"Aku tidak tahu kenapa sampai terjadi seperti ini. Aku hanya tidak suka kau dipermainkan."ucap sendi menyesal.


"jika saja kau percaya padaku, mungkin semuanya tidak akan seperti ini,"ucap mei menunduk tetap menatap jalanan yang ada di bawahnya.


"bukan begitu maksudku,tapi....."ucapan sendi seketika berhenti karena mei langsung memotongnya.


"aku mau tidur siang,jumpa lagi nanti,"ucap mei lirih lalu melangkah naik ke atas.


sendi yang merasa di abaikan pun mengacak-ngacak rambutnya kesal.


sore pun berganti malam,mei menatap perubahan langit yang cukup cepat itu di teras lantai atas.ia sedang merenung.


"aku benci kau my little prince,"gumam mei pelan.

__ADS_1


Tara sedang duduk di samping mei dan memperhatikan nya.


mei terkejut Tara datang.


"perlahan kamu akan menghilang"ucap Tara.


"Maksudnya apa?"tanya mei tak mengerti.


"Aku menyuruhmu untuk bersumpah diatas catatan hitam secepatnya. Sekarang ini kau bukan malaikat ataupun manusia. Kau akan menghilang jika kau tidak segera bersumpah. Kenapa masih ingin tinggal di dunia ini, padahal mereka menganggapmu pencuri?"ucap Tara tenang.


"Itu hanya salah paham."ucap mei.


"Kau pernah bertanya kenapa malaikat mengembalikan catatan hitamnya dan memilih menjadi manusia, iya kan?"


"Karena mereka jatuh cinta?"tebak mei.


"Benar. Dan pada akhirnya mereka tidak bahagia."lanjut Tara.


mei lalu tanya Kenapa tidak bahagia kalau mencintai seorang manusia.tara pun menjelaskan kalau Cinta manusia selalu berubah.


mei masih belum mengerti apa maksud dari perkataan tara yang mengatakan 'berubah'.


di kamar sendi sedang berbaring sambil melamun.entahlah apa yang sedang dia pikirkan,karena semuanya mulai membayanginya.


"bagaimana aku bisa menyembuhkan luka di hatimu?,"gumam sendi lirih.


entahlah kenapa ia bergumam seperti itu.yang ia ingin lakukan,ia ingin sekali menyembuhkan luka hati mei yang sekarang ini sedang terluka parah.


"kenapa kau belum tidur?,"ucap sendi lembut.


"aku tidak bisa tidur,"ucap si penelpon yang ternyata adalah mei.


"sekarang kau di kamar kan?,"tanya sendi memastikan.


"iya,"ucap mei singkat.


mengambil gitarnya dan ingin menyanyikan lagu favoritnya itu.


"setelah aku bernyanyi,kau tidurlah,"ucap Sendi.


sendi lalu menaruh ponselnya di atas ranjang tepat di samping kepalanya,lalu memetik senar gitar dengan lincah sambil bernyanyi.


awalnya ku tak mengerti apa yang sedang ku rasakan


segalanya berubah dan rasa rindu itu pun ada


sejak kau hadir di setiap malam di tidurku

__ADS_1


aku tau sesuatu sedang terjadi padamu


sudah sekian lama ku alami pedih putus cinta


dan mulai terbiasa hidup sendiri tanpa asmara


dan hadirmu membawa cinta sembuhkan lukaku


kau berbeda dari yang kita


aku jatuh cinta kepada dirinya


sungguh sungguh cinta oh apa adanya


tak pernah ku ragu namun tetap selalu menunggu


sungguh aku jatuh cinta kepadanya.


"kau tau?aku adalah laki-laki yang buruk.hanya berdiam diri tidak bisa melindungi wanitanya,"ucap sendi lirih.


"tidurlah,maaf sudah membuatmu marah,selamat malam,"lanjut sendi lagi,lalu menutup ponselnya mengira mei sudah tidur karena tidak ada jawaban apapun.


keesokan paginya mei pergi ke sekolah,seperti biasa dia merapikan kelasnya.setelah selesai mei pun duduk di pinggir jendela dan menatap keluar.sendi yang baru saja sampai disekolah, tanpa sengaja melihat mei yang duduk di dalam kelas sendirian dan terlihat sedih. 


"kau pulanglah,"ucap sendi memecah keheningan.


"Aku tidak akan lari dari masalah ini, karena aku tidak berbuat salah."ucap mei masih menatap luar jendela.


"Masalah juga tidak akan selesai."ucap sendi.


"Kabur juga tidak akan menyelesaikan semuanya."jawab mei tenang.


"ini terlalu berat untukmu mei,"ucap sendi lirih.


"ini memang berat, karena kau tidak percaya padaku."ucap mei lalu menatap mata teduh sendi.


sendi berteriak kesal : "Bukannya aku tidak percaya padamu!!"


"lalu?,"tanya mei meminta penjelasan.


"aku tidak suka kau seperti ini,"ucap sendi mulai menatap mata mei.


mei tidak menjawabnya,ia langsung beranjak dari duduknya menuju ke bangkunya lalu di susul sendi.perlahan siswa-siswa mulai berdatangan dan masuk ke dalam kelas lalu duduk di bangkunya masing-masing.


hari ini tidak ada pelajaran karena kemarin baru selesai ujiannya.jadi di kelas adalah jam kosong,sebagian siswa ada yang berada di kantin,di toilet,dan di perpustakaan untuk membaca.lalu sendi pun ke toilet dan Seno entahlah dia ada di mana.


tapi tidak dengan mei,saat ini mei hanya ingin di dalam kelas dan mulai merenung.

__ADS_1


love


maulani safitri


__ADS_2